Tokoh Antagonis dalam Kehidupan


Dalam sinetron atau film laga, kamu tak dapat memilih peran. Sekali sutradara menetapkanmu sebagai peran antagonis, maka marah-marah atau kelicikan, atau kecurangan, atau kejahatan yang harus kau perankan sepanjang film.

Tapi dalam kehidupan nyata, kamu punya pilihan. Hidup ini bukan panggung sandiwara… kamu punya pilihan untuk menentukan peranmu dalam kehidupan.

Banyak orang berkata bahwa kehidupan sudah digariskan dan manusia tidak memiliki kesempatan untuk memilih. Itu tidak benar! Kelahiranmu memang digariskan, jenis kelaminmu digariskan, orang tuamu digariskan, tapi peranmu dalam dunia adalah pilihanmu. Continue reading

Kunci Kebahagiaan


Anakku,
Adalah hal yang biasa jika manusia,…
…bahagia ketika unggul dari orang lain
Atau bisa juga dikatakan…
…bahagia ketika melihat orang lain tidak lebih unggul dibanding dirinya
Atau bisa juga dikatakan…
…bahagia diam-diam,
ketika dirinya lebih beruntung dari orang lain…

Itulah sebabnya kau sering dipertontonkan
Tayangan mengenai kesedihan orang lain,
Mengenai ketidak beruntungan orang lain,
Mengenai kemalangan orang lain…
Dalihnya…
agar orang lain bisa merasa bersyukur…
…karena tidak berada di tempat mereka Continue reading

Tidak Sia-sia


Jika saja Dia tidak bangkit
Mungkin hanya akan ada kubur
Serta beberapa pelayat
Yang berziarah tiap tahun

Jika saja Dia tidak bangkit
Mungkin hanya ada keraguan
Apakah yang dikatakan-Nya adalah kiasan
Atau sekedar omong besar

Jika saja Dia tidak bangkit
Mungkin Dia hanya akan dikenang
Sebagai nabi yang mati
Dihukum tanpa kesalahan
Mengaku diriNya Tuhan tanpa bukti

Jika saja Dia tidak bangkit,
Tak perlu kita mempercayai-Nya
Karena seluruh perkataan-Nya pasti dusta
Karena seluruh janji-Nya pasti palsu

Jika saja Dia tidak bangkit
Tentu kita masih meratap
Menanti lahirnya Juruselamat
Seperti dijanjikan oleh Sang Kuasa

Jika saja Dia tidak bangkit
Maka kita masih terikat dalam dosa
Berusaha membebaskan diri tanpa hasil
Terbelenggu…
Terjajah…
Sia-sia

Tapi yang benar adalah…
Dia telah bangkit
Membuktikan bahwa Tuhan berkuasa atas kematian
Membuktikan bahwa Dia mengalahkan maut
Membuktikan bahwa Dia tak berdusta
Membuktikan bahwa Dia layak menerima kepercayaan sepenuhnya
Membuktikan bahwa Dia berkuasa
Membuktikan bahwa kita dapat mengikuti Dia
…yang dibangkitkan dari antara orang mati
Membuktikan bahwa iman kita tidak sia-sia

Selamat Paskah!
Karena dengan kematian Kristus
Kita semua terbebas dari maut
Dan dengan kebangkitan-Nya
Kita memiliki pengharapan untuk hidup kekal

Dari I Korintus 15:14,20

Manusia yang menjadi anjing dan robot yang menjadi manusia


Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis resume film Unleashed (Danny the Dog) yang saya tonton di TV beberapa minggu yang lalu, namun waktu dan kesibukan yang padat membuat saya terus menerus menundanya. Ketika sekarang saya ingin menuliskannya, beberapa bagian pastinya sudah lepas dari ingatan saya.

Hal yang menggelitik saya menuliskan ini hari ini asalah ketika kemarin saya menonton Solo, sebuah film yang dibuat tahun 1996. Secara jalan cerita ‘Solo’ tentunya jauh berbeda dengan Danny the Dog. Namun inti dari kedua film ini begitu berkaitan dan bertolak belakang.

image

Danny the Dog atau Unleashed berkisah tentang Danny (diperankan oleh Jet Lee), seorang pemuda yang dibesarkan seperti seekor anjing oleh Bos Mafia. Kamarnya adalah kandang yang atapnya sejajar dengan lantai tempat Bos berpijak.

Danny tidak memiliki pilihan lain dalam hidupnya sejak ibunya dibunuh. Ia dibuat lupa dengan kejadian pembunuhan ibunya, dan dijadikan senjata tuannya, si Bos Mafia. Danny dipasangi kalung seperti anjing dan akan menjadi penyerang berbahaya ketika kalung itu dilepas oleh Sang Bos dan diberi perintah menyerang, namun sangat jinak ketika kalung itu tetap terpasang.

Danny adalah manusia yang dimatikan emosinya, artinya Sang Bos ingin Danny tidak memiliki belas kasihan, tidak mengerti arti sedih, marah, atau bahagia dan tidak memiliki keinginan apapun.

Masalah utama dimulai ketika sebuah kecelakaan membuat Danny merasa Bosnya meninggal dan dia bebas. Seorang ahli tuning piano membantunya. Ia dan anak tirinya perlahan-lahan memberi arti ‘menjadi manusia’ pada Danny. Danny belajar bermain piano, belajar tentang arti  menolong orang, makan es krim, belajar tentang sehingga akhirnya mau melepas kalung anjing yang ada di lehernya.

Ketika ia akhirnya bertemu lagi dengan Bosnya yang ternyata masih hidup, ia dapat membuat keputusan manusiawi, seperti tidak mau membunuh dan menyerang orang lain dan memiliki keinginan untuk mencari jati dirinya.

Anda bisa melihat review film yang saya beri acungan 4 jempol ini di internet atau mencari DVD nya untuk ditonton.

Inti dari film ini adalah manusia jika emosinya tidak dipelihara, maka dia akan menjadi sama dengan binatang… Emosi berkaitan dengan jiwa dan akal budi. Itu sebabnya Tuhan memerintahkan kita untuk mengasihi Dia dengan segenap jiwa, kekuatan dan akal budi… Karena manusia memang diperlengkapi dengan semua itu.

image

Bandingkan dengan Solo, dalam film Solo yang dirilis tahun 1996. Seorang senjata menyerupai manusia yang dapat menyimpan memori. Ia tidak memiliki memori dan bertindak berdasarkan perintah komputer, namun memorinya yang luar biasa memungkinkan ia berkomunikasi dengan manusia seperti halnya manusia normal.

Ia merupakan senjata dengan kekuatan 15 kali kekuatan manusia terlatih dan kecepatan 10 kali kekuatan manusia terlatih. Hanya melakukan apa yanh diperintahkan, dan tidak memiliki belas kasihan…

Hingga suatu saat dia tidak melakukan apa yang diperintahkan, membunuh orang-orang tak bersenjata. Tidak hanya itu, Solo malah melindungi mereka.

Solo tidak memiliki belas kasihan, namun memori yang pernah ia tangkap mengenai menyerang warga sipil dan orang tak bersenjata membuatnya melakukan hal itu.

Hal ini membuat pemiliknya, angkatan bersenjata US merasa bahwa ada kerusakan dalak program Solo. Jadi ia memerintahkan programmer dan pencipta Solo untuk menghapus memorinya, meresetnya kembali ke kondisi awal saat ia diciptakan.

Solo yang mengetahui hal ini memberi perintah pada dirinya sendiri untuk mempertahankan diri, karena ia merasa bahwa memory adalah hal yang sangat penting baginya.

Solo melarikan diri dan ditemukan oleh seorang anak di salah satu perkampungan yang seringkali diserang pemberontak, kemudian membantu mereka mempertahankan diri.

Anda juga dapat membaca reviewnya di internet atau membeli DVDnya. Satu hal yang saya sukai adalah ketika Solo berkata pada seorang wanita kampung setempat bahwa ia tidak memiliki emosi, itu yang membuatnya hanya sekedar ‘ada’, tapi tidak hidup.

Emosi mencakup keinginan, kehendak dan belas kasihan. Bagi saya, Solo lebih hidup dari manusia saat ini karena memorinya dapat membuat ia menunjukkan kebaikan walau tanpa belas kasihan, perjuangan walau tanpa kehendak.

Kejadian begal motor dengan pembunuhan membuat kita berpikir ulang tentang definisi manusia, seolah ada spesies lain menyerupai manusia yang tak memiliki emosi dan akal budi. Spesiea yang bahkan lebih rendah dari hewan mamalia yang tak akan menyakiti sesamanya tanpa sebab.

Saudara yang kebetulan membaca tulisan saya sampai akhir, mari kita hargai hal terpenting yang Tuhan berikan pada kita… Emosi dan akal budi… Mari berbelas kasihan, mari berpikir sebelum bertindak, mari saling mengasihi… Karena tanpa itu, kita lebih rendah dari anjing.

Jika Hidup Tak dijanjikan Pahala


Jika hidup tak dijanjikan pahala
Akankah nurani tetap bicara
Memberi bagi yang papa
Menolong mereka yang terluka

Jika hidup tak dijanjikan pahala
Akankah nurani tetap bicara
…mengatakan apa yang benar
…melakukan apa yang benar

Jika hidup tak dijanjikan pahala
Akankah nurani tetap bicara
Menjaga lidah untuk tak memaki
Memegang komitmen untuk setia
Mengasihi kehidupan
Berbelas kasihan

Jika hidup tak dijanjikan pahala
Adakah dasar menaruhkan iman
Adakah dasar untuk berharap
Adakah alasan untuk mengasihi

Jika hidup tak dijanjikan pahala
Apakah akan ada kekerasan atas nama agama
Apakah para pembela Tuhan akan bertindak
Akankah ada hati yang merendah
Akankah ada jiwa yang memohon
Akankah ada doa dinaikkan

Ah Tuhanku…

Untuk apa Kau ciptakan manusia
Mahluk yang katanya mulia dan luhur
Mahluk yang katanya menyerupai Engkau
Jika untuk berbuat baik saja…
…hadiah menjadi incarannya

Untuk apa Kau kasihi manusia
Mahluk yang katanya mulia dan luhur
Mahluk yang Kau ciptakan sesuai gambar-Mu
Jika kasih
Jika kejujuran,
Jika kesetiaan,
Jika kebaikan,
Jika belas kasihan,
Jika iman,
Jika pengharapan,
Dilakukan hanya untuk mendapat pahala
Dilakukan hanya untuk kepentingan mereka sendiri

Ah Tuhanku,
Jika hidup hanya ada manusia dan diri-Mu,
Jika hidup tak dijanjikan Surga atau diancam Neraka
Jika hidup adalah tentang diri-Mu

Masih adakah kasih
Masih adakah kejujuran
Masih adakah kesetiaan
Masih adakah kebaikan
Masih adakah belas kasihan
Masih adakah iman
Masih adakah pengharapan

Jika hidup tak dijanjikan pahala, Saudaraku
Akankah ada alasan bagimu untuk tetap berbuat baik?

Athazagoraphobia



Orang-orang datang dan pergi dalam kehidupan kita. Sebagian meninggalkan bekas, sebagian kita lupakan begitu saja. Teman-teman semasa kecil mungkin hanya menjadi penghias album foto yang hanya dibuka sesekali, itu pun kita lupa nama mereka satu per satu. Teman-teman remaja hanya tersisa dalam kenangan, mereka yang pernah meninggalkan kenangan manis, atau mungkin juga luka dalam hati kita. Sebagian mereka mengajarkan arti kehidupan yang sebenarnya, baik dengan cara yang manis maupun pahit.

Semakin besar, teman-teman yang kita kenal semakin sedikit. Di bangku kuliah, kita hanya mengenal sedikit sekali orang yang duduk sekelas dengan kita, apalagi jika kombinasi mereka berganti-ganti tiap masa kuliah. Orang-orang yang akan berbekas dalam ingatan kita hanyalah beberapa orang saja. Jumlah sahabat sudah pasti lebih sedikit dari teman-teman yang hanya sekedar meminjam catatan atau satu angkutan umum.

Beberapa orang menghadapi peralihan suasana, lingkungan dan teman-teman dengan cepat. Mereka tidak merasa masalah mengganti teman-teman TK dengan teman-teman SD, teman-teman SD dengan teman-teman SD, teman-teman SD dengan SMP dan seterusnya hingga saat ini. Namun beberapa orang menghadapinya dengan lebih sulit, terutama mereka yang mengidap Athazagoraphobia.

Hari ini kita akan membahas satu phobia yang bahkan kita akan melupakan namanya setelah membaca artikel ini. Athazagoraphobia adalah perasaan takut yang amat sangat akan dilupakan, diabaikan atau tidak dipedulikan. Perasaan takut diabaikan merupakan perasaan alami umat manusia. Jika Anda memiliki anak yang masih balita, kemudian Anda menaruhnya di kursi atau box bayi dan sibuk bermain bersama bayi atau anak lain, maka apa yang akan dilakukan anak Anda? sebagian besar anak akan langsung menangis, ya.. mereka takut jika orangtua mereka melupakan dan mengabaikan mereka.

Merasa diinginkan dan dicintai dan dipedulikan, terutama oleh orang-orang yang kita cintai merupakan hal yang sangat manusiawi. Manusia diciptakan dengan kapasitas memberi dan menerima cinta satu dengan yang lain. Ketika perasaan ini ternyata bertepuk sebelah tangan, maka biasanya manusia akan merasa terluka dan patah hati. Sebagian orang dapat dengan mudah melupakan perasaan ini, sebagian lagi mengalami kesulitan, namun waktu kemudian menyembuhkannya. Nah, sebagian kecil orang yang menderita Athazagoraphobia menghadapi kesulitan luar biasa untuk menghadapi perasaan ini.

Mereka mungkin pernah terluka atau mengalami traumatis yang begitu besar sehingga mereka memiliki ketakutan yang sangat besar akan perasaan dilupakan, diabaikan atau tidak dipedulikan. Mereka mungkin menyadari bahwa perasaan mereka tidak rasional dan tidak benar, namun mereka tidak dapat mengendalikannya. Jantung mereka tiba-tiba saja berdebar-debar ketika orang yang mereka pedulikan suatu saat mengabaikan mereka atau mungkin sekedar lupa mengirimkan pesan singkat. Mereka panik ketika orang yang mereka cintai tiba-tiba berubah, walau mungkin mereka berubah karena kesibukan atau hal lain.

Percaya atau tidak, di jaman sekarang ini semakin banyak orang yang menderita Athazagoraphobia. Apalagi saat berkomunikasi menjadi hal yang sangat mudah dilakukan. BBM, telephone murah (bahkan gratis), email dan media sosial membuat sebagian orang merasa bahwa keep contact harus dilakukan secara intens dan terus menerus. Temperamen atau sifat dasar mempengaruhi hal ini. Mereka yang dilahirkan dengan sifat dasar membutuhkan perhatian yang begitu besar biasanya akan sangat senang ketika seseorang mengomentari statusnya atau sekedar menyapa di BBM.

Kemudian mereka akan merasa “apa susahnya sih sekedar menyapa atau membalas BBM atau memberi komentar di media sosial” ketika perhatian yang mereka inginkan tidak diperoleh,

Beberapa waktu yang lalu saya pernah berkata pada teman saya bahwa saya merasa terganggu dengan kontak-kontak remaja di BBM saya. Mereka sering sekali mengirimkan broadcast message yang isinya kurang lebih mengajak kontak BBMnya untuk chat, seperti “mau chat? PM”. Bagi saya ini sangat mengganggu. Namun jika kita melihatnya dari sudut pandang lain, maka kita akan merasa kasihan pada mereka.

Baik, mungkin sekedar ingin diperhatikan adalah perasaan yang normal. Namun ketika perhatian ini tidak mereka dapatkan, kemudian mereka merasa panik, gugup, jantung berdebar-debar atau ketakutan yang amat sangat (seperti merasa “saya salah apa ya” atau “kok dia begitu ya. Jangan-jangan….”) maka mereka harus berhati-hati, mungkin mereka menderita Athazagoraphobia.

Kebanyakan orang yang menderita phobia jenis ini adalah mereka yang memiliki self esteem yang rendah. Mereka merasa diri mereka tidak cukup berharga untuk diperhatikan, namun mereka ingin diperhatikan. Sehingga ketika perhatian tidak mereka peroleh, apalagi dibuktikan oleh ketidakpedulian seseorang kepada dirinya, maka hal ini seperti membenarkan pemikirannya soal betapa tidak berharganya dirinya dan ini akan semakin merusak self esteem (penghargaan terhadap diri) mereka.

Saudara, jika ketika membaca ini Anda berpikir “apakah saya menderita phobia jenis ini? Dapatkah hal ini disembuhkan?”.

Tentu saja Athazagoraphobia dapat disembuhkan. Saya mengerti, jika Anda menderita Athazagoraphobia, Anda juga mungkin memiliki perasaan takut diabaikan atau dilupakan oleh Tuhan. Namun kabar baiknya adalah Tuhan tidak pernah melupakan atau mengabaikan Anda. Saya akan mengajak kita melihat sebuah  ayat di Yesaya 49:14 – 15

Sion berkata :TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku”. Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun ia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Hal pertama yang ingin saya sampaikan, ketika Anda merasa takut bahwa tak seorang pun mempedulikan Anda, atau orang yang Anda kasihi mengabaikan Anda, ingatlah satu hal. Tuhanmu, Pencipta semesta tak melupakan dan mengabaikanmu. Ia bahkan melukiskan Anda di telapak tangan-Nya (ayat 16). Dia mengenal Anda sejak dalam kandungan dan Dia tidak akan melupakan Anda sampai saatnya tiba Anda dipanggil pulang dan hidup bersama-Nya.

Yang harus Anda ingat adalah, manusia memiliki keterbatasan dalam mengingat, mengasihi dan mempedulikan sesamanya, namun Tuhan memiliki kapasitas yang tak terbatas untuk mengasihi dan memperhatikan Anda.

Anda mungkin menjawab “tapi Dia juga mengabaikan saya. Dia membiarkan saya mengalami masalah dan tidak menjawab ketika saya meminta pertolongan.

Masalah seringkali datang dengan alasan yang berbeda. Mungkin suatu kali kita melupakan Dia, kita menulikan telinga terhadap peringatan-peringatan-Nya. Kita melakukan apa yang tidak Dia inginkan. Kemudian kita menanggung akibatnya…. Kita berteriak kepada Tuhan “jangan abaikan aku, ya Tuhan. Bantu aku keluar dari masalahku.” Jika ini yang terjadi, sebuah ayat dalam Ratapan 3:39:40 mungkin dapat membantu kita:

Mengapa orang hidup mengeluh? Biarlah setiap orang mengeluh tentang dosanya. Marilah kita menyelidiki dan memeriksa hidup kita, dan berpaling kepada Tuhan.

Daud pernah melakukan kesalahan satu kali. Ia mengambil istri Uria, menghamililinya, berusaha menyembunyikan perbuatannya dengan berencana seolah-olah istri Uria hamil karena suaminya, tidak berhasil, kemudian membuat skenario pembunuhan Uria dan mengambil istrinya. Tuhan tidak suka hal ini, putera Daud akibat zinahnya dengan istri Batsyeba diberi penyakit yang parah. Apa yang dilakukan Daud mungkin bisa menjadi contoh bagi kita. (Anda bisa membaca kisahnya di sini)

Ia meratap dan memohon, meminta Tuhan menyelidiki dan mengampuni dosanya. Tuhan menghukumnya untuk ini semua, ya! Puteranya mati. Tapi selanjutnya Tahan tidak meninggalkannya… Bahkan menyebut Daud sebagai “orang yang berkenan di hati-Ku”

Masalah mungkin juga datang sebagai ujian… Seorang teman mengirim gambar seperti di samping kiri ini. Ketika masalah datang sebagai ujian. Buktikan pada Guru Agung kita bahwa kita tetap tidak melupakan Dia dan mengandalkan Dia seberat apapun masalah yang menimpa kita.

Ada banyak obat penenang yang dapat Anda pakai untuk menyembunyikan kepanikan dan phobia Anda. Namun Anda bisa melupakan obat-obatan itu ketika Anda berpaling pada Tuhan dan mengingat dalam hati Anda… Tuhan tidak pernah melupakan Anda…. Dan kalimat seperti yang dikatakan Daud ini dapat menjadi obat bagi Anda

“Tuhan di pihakku. Aku tidak akan takut. Apakah yang dapat dilakukan manusia terhadap aku?” (Mazmur 118:6)

Hal kedua yang harus Anda ingat adalah… Kita hidup di dunia bukan untuk menerima tapi untuk memberi. Tuhan mengutus kita untuk menjadi terang di tengah-tengah gelap. Jika Anda tidak mendapat perhatian atau kasih seperti yang Anda harapkan dari seseorang. Ada begitu banyak orang yang membutuhkan perhatian dan kasih Anda… salurkan pada mereka.

Ketika Yesus disalibkan, Dia diabaikan oleh seluruh murid-Nya yang kocar kacir ketakutan… dan bagaimana dengan orang-orang yang berteriak “salibkan Dia, salibkan Dia”

Namun hal ini tidak mengubah kasih-Nya kepada mereka, juga kepada kita. Dia tetap membuktikan bahwa kualitas pribadi seseorang tidak ditentukan oleh orang lain, tapi oleh dirinya sendiri. Kualitas dan harga diri kita tidak ditentukan oleh apakah orang mempedulikan atau mengasihi kita, tapi apakah kita mengasihi atau mempedulikan orang lain. Jadi jika suatu saat Anda diabaikan atau dilupakan orang, tunjukkan kualitas Anda dengan tidak mengabaikan dan melupakan orang lain.

Kesimpulan:

Athazagoraphobia adalah takut diabaikan, tidak dipedulikan dan dilupakan. Jika Anda salah satu penderita Athazagoraphobia, obat bagi Anda adalah:

  1. Ingat bahwa Tuhan tidak pernah melupakan Anda
  2. Tunjukkan kualitas diri Anda dengan membagikan kasih, kepedulian dan perhatian Anda pada orang lain

Allodoxaphobia


Hari ini kita masih membahas tentang Phobia. Kalau kemarin kita membahas Panophobia dan Taphephobia, hari ini saya kita akan membahas Allodoxaphobia.

Allodoxaphobia adalah takut pada pendapat orang lain. Setiap orang (normal) mengasihi dirinya sendiri melebihi kasihnya kepada orang lain (itulah mengapa Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi orang lain SEPERTI kepada diri sendiri).

Seorang normal yang mengasihi dirinya sendiri tidak suka ketika ada orang lain yang tidak mengasihinya atau berpandangan buruk mengenai dirinya. Dalam taraf tertentu yang berlebihan, penyakit psikologis ini dinamakan Allodoxaphobia, yaitu ketika seseorang merasa ketakutan berlebihan akan pendapat orang lain.  Continue reading

Prioritas!! Sebuah cerpen sederhana


Hari itu adalah hari penentu kelulusannya. Setelah dua belas tahun sekolah, akhirnya tibalah hari Ujian Nasional, hari yang ditunggu-tunggu seluruh siswa SMA di Indonesia.

Dia sudah belajar sejak beberapa hari yang lalu, tidak ada kesulitan baginya, dia adalah bintang kelas sejak dulu.

Ibunya menaruh harapan padanya. Mereka memang bukan dari keluarga kaya, apalagi setelah ayahnya meninggal. Tapi ibunya berjanji bahwa dia tidak perlu bekerja selepas sekolah, hanya perlu belajar rajin untuk masuk universitas negeri ternama, dan ibunya akan berusaha mencukupi semuanya.

Di sekolah, ia termasuk salah satu siswa berprestasi, semua orang menyukainya Ya, semua orang kecuali Dimas, si anak orang kaya itu. Dimas menganggapnya saingan karena dulu sebelum ia pindah ke sekolah ini, Dimas adalah juara umum sekolah, tapi sekarang tidak lagi sejak ia masuk. Continue reading

Tak Peduli


Aku tak peduli kau susah
Aku tak peduli apa yang terjadi padamu
…yang penting aku senang
…yang penting aku menang

Aku tak peduli apa yang terjadi nanti
Aku tak peduli dampak perbuatanku
…yang penting saat ini 
…yang penting semua mudah

Aku tak peduli kau suka atau tidak
Aku tak peduli kau dirugikan
…yang penting aku suka
…yang penting aku diuntungkan Continue reading