Profesional itu…


Anakku,

Kau mungkin sering mendengar istilah PROFESIONAL
Mungkin kau pikir itu bukan urusanmu
Mungkin kau pikir itu hanya untuk orang dewasa
Karena orang dewasa yang meributkannya

Hari ini aku mau menjelaskannya
Apa arti profesional itu
Apa maknanya dalam kehidupan
Apakah benar itu hanya milik orang dewasa Continue reading

Apakah semua ORANG juga MANUSIA!


Menanggapi pernyataan saya kemarin tentang keMUNAFIKan, ada seorang bapak yang me-reply dengan “pendeta juga manusia”. Maksudnya mungkin, tidak apa-apa jika antara apa yang dikotbahkan pendeta berbeda dengan yang dikerjakannya, kan “pendeta juga manusia”

Atau mungkin juga maksudnya, tidak apa-apa sesekali keceplosan, maklumi saja toh “pendeta juga manusia”.

No offense, saya menulis ini karena di tulisan saya sebelumnya saya mengatakan terbuka untuk diskusi. Jadi, mari kita diskusikan.

Kata-kata “xxx juga manusia” dipopulerkan oleh sebuah group band rock dengan lagunya “rocker juga manusia”. Dimaksudkan bahwa walaupun memiliki tampang sangar dan suka teriak-teriak, tapi rocker juga memiliki hati dan perasaan. Harap dicatat maknanya: “walaupun negatif, tapi ada positifnya”

Sama seperti jika kita berbicara mengenai seorang anak: walau nakal, dia toh hanya seorang anak. Atau, walau bengal, dia tetap memiliki emosi juga.

Seolah mendapat pembelaan, kalimat “xxx juga manusia” menjadi populer di masyarakat. Anggota DPR tidur di ruang rapat, “anggota DPR juga manusia”, artis menggunakan narkoba, “artis juga manusia”, dst.

Ironisnya pembenaran demi pembenaran dilontarkan berbarengan dengan dieksposenya keburukan mereka. Sungguh ironis!

Baik, mari kita bicara soal manusia. Memang benar bahwa manusia jatuh dalam dosa, memiliki kecenderungan untuk berbuat dosa. Namun karena Tuhan menciptakan manusia seperti rupa dan gambarnya, manusia dianugerahi dengan hati nurani yang tombolnya di-on-kan saat manusia makan buah yang dilarang.

Keberadaan hati nurani ini membuat manusia memiliki perasaan bersalah saat melakukan dosa dan malu saat ketahuan. Namun insting “hewani” manusia membuat mereka berkelit saat ketahuan, bahkan terkadang membuat perlawanan balik (yang seringkali tidak masuk akal).

Pencarian manusia akan Tuhan adalah kesadaran manusia akan adanya pribadi yang sepenuhnya baik, menginginkan kebaikan dan membenci kejahatan. Itu sebabnya manusia memutuskan untuk beragama.

Dalam setiap agama ada pemuka agama, sosok yang diagungkan, dianggap pilihan Tuhan. Sosok yang pantas berkata “narapidana juga manusia” dan menjangkau mereka agar bertobat.

Namun alangkah ironisnya jika tokoh yang dianggap Pilihan Tuhan ini, yang berkotbah seminggu sekali (yang berisi kebaikan pastinya), tidak melakukan apa yang dikotbahkannya, menolak untuk mendengarkan hati nuraninya, dan menjadi batu sandungan bagi jemaat yang mendengar kotbahnya.

Ironis sekali jika hamba Tuhan yang berkotbah “tetap berbuat baik pada orang yang tidak kau sukai” dengan sengaja tidak menyalami jemaat yang memberi tangan padanya.

Ironis sekali jika hamba Tuhan yang berkotbah “hati-hati dengan lidahmu” mengata-ngatai fulltimenya, apalagi sampai memakinya.

Itulah mengapa saya katakan, jadi pendeta sebaiknya munafik saja. Bukan berarti “tidak menjadi diri sendiri”, tp lawan hal buruk yang ingin dilakukan, sebaiknya berpura-puralah dengan melakukan hal baik.

Bukankah pembentukan karakter pun berarti “menekan keinginan melakukan apa yang salah, dan melakukan apa yang baik, walau sebenarnya tidak diinginkan”

Jika manusia biasa saja harus munafik 24/7, apalagi Pemuka agama. Tidak ada alasan “pendeta juga manusia” untuk membenarkan hal buruk yang dilakukannya. Jika ingin melakukan hal buruk, sekali lagi saya katakan, munafik sajalah!

Seperti anak-anak


Kalau kau melihat anak-anak bermain
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Pakaian mereka kotor
Mereka sedang berlari-lari
Beberapa merebut milik temannya
Dan tak perlu menunggu lama sampai ada yang menangis

Kalau kau melihat anak-anak bermain
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Mereka akan memainkan peran
Masak-masakan, sekolah-sekolahan

Kau kau melihat anak-anak sedang diam
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Mata mereka menjelajah
Beberapa memainkan air liur
Tangan mereka menggapai-gapai tidak bisa diam

Kalau kau melihat anak-anak merasa sedang ditinggal sendiri
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Pertama-tama mereka tidak akan sadar
Setelah sekian lama mata mereka menjelajah mencari yang mereka kenal
Ketika tidak ada seorang pun yang mereka kenal,
Mereka akan mulai menangis

Namun jika kau lihat orang dewasa… Continue reading

Saat kau dewasa


Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat…
Bahwa banyak orang hidup dalam kepura-puraan
Mereka mengatakan sesuatu yang tidak benar-benar mereka maksudkan…
Atau melakukan sesuatu yang tidak benar-benar mereka inginkan…

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat
Bahwa benar atau salah tidaklah mutlak
Semuanya abu-abu….
Memenuhi hukum relativitas…

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat
Bahwa harga diri itu adalah
Seberapa tebal bulu domba yang kau pakai
Tak peduli seberapa panjang taring serigalamu

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat…
Bahwa bagi mereka semua…
Mobil mewah lebih berharga dari ketulusan
Uang banyak lebih berharga dari kejujuran

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat
Bahwa reputasi akan lebih penting dari integritas
Bahwa pendapat orang lain akan menjadi sangat penting
Lebih penting dari pendapat orangtuamu…

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat
Bahwa bagi dunia, integritas dan sikap adanya
Adalah kebodohan dan sesuatu yang naif
Bahwa kau tak bisa bertahan hidup dengan modal kejujuran

Tapi, anakku…
Saat kau dewasa nanti….
Dan menghadapi semua yang kukatakan…
ingatlah satu hal…
Yang akan ku ajarkan padamu

Sesulit apapun kehidupan nantinya…
Seberat apapun hidup yang akan kau jalani…
Sebesar apapun masalah yang kau hadapi

Ingatlah anakku…

Bahwa pemberani adalah
Mereka yang dapat menerima diri mereka sendiri
Mereka yang menerima apa yang tak dapat diubah
Dan berjuang untuk memperbaiki apa yang dapat diubah

Bahwa pemenang sejati adalah
Mereka yang tahu siapa dirinya
Mereka yang tahu apa tujuan hidupnya
Dan berjuang untuk mencapai tujuan itu
Dengan cara yang benar

Bahwa pahlawan adalah
Mereka yang dapat memberi kebaikan pada orang lain
Bukan hanya menerima kebaikan dari orang lain

Dan mereka yang beruntung adalah
Mereka yang dapat tetap memiliki integritas
Walau mempertaruhkan reputasi

Anakku, saat kau dewasa nanti
Ingatlah…
Apa yang telah kubangun sejak kau kanak-kanak
Apa yang telah kuajarkan hari demi hari

Bahwa benar tetap akan benar,
Bahkan seandainya tak ada seorang pun di dunia yang melakukannya

Dan salah tetap akan dikatakan salah,
Bahkan seandainya semua orang melakukannya

Ingatlah anakku….

Anak dua tahun merokok


Seorang teman memberikan saya info mengenai anak dua tahun kecanduan rokok. Saya kemudian membuka link yang dimaksud dan melihat..

Tebak….Seorang anak dua tahun dari INDONESIA kecanduan rokok… Ya..kecanduan…artinya bukan saja merokok untuk iseng, tapi benar-benar merokok karena tubuhnya membutuhkannya…

Dan tebak lagi berapa banyak rokok yang dia harus hisap dalam sehari? 40 BATANG…dapat Anda hitung, berapa bungkus rokok yang dia hisap dalam sehari?

Berat tubuhnya saat ini empat kali berat normal anak berusia dua tahun

Apakah Anda penasaran? Bagaimana mungkin seorang anak dua tahun merokok segitu banyak? Siapa yang mengajari? Continue reading

Manusia vs Gorilla


Saya sering menanyakan ini sama anak-anak saya “Apa sih yang membedakan manusia sama Gorilla?” Banyak dari mereka mengatakan “Matanya”, “Bentuk tubuh”, “muka”, dll…Dan saya menjawab “Wah, kalau cuma mata sih, mata saya dan kamu juga beda….muka kamu dan saya juga beda, bahkan bentuk tubuh kamu dan saya juga beda”

Apa sih yang membedakan manusia dan gorilla?

Ada satu hal yang sangat membedakan manusia dan Gorilla atau mahluk hidup lain yang Tuhan berikan pada manusia (selain roh tentu saja), Itu adalah otak korteks…

Ada tiga bagian dalam otak manusia…

1. Otak Reptil, dimiliki oleh reptil dan semua mahluk hidup yang berada di ‘atas’ reptil. Otak ini memungkinkan mahluk hidup memiliki insting, yaitu untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Seekor ular akan memagut jika diganggu, seekor cicak akan melepaskan buntutnya jika merasa terancam. Manusia juga punya otak reptil…Tapi tentu saja diharapkan bukan otak reptil yang dominan mengatur dan mengendalikan hidupnya

2. Otak Limbik, dimiliki oleh seluruh hewan mammalia, termasuk manusia. Pernahkah melihat anjing yang marah, atau kuda yang sedih? Otak limbik adalah bagian otak yang mengatur emosi mammalia. Dengan otak limbik, mammalia dapat merasakan sedih, senang, marah, kecewa

3. Otak Neo-Korteks. Nah, otak ini hanya dimiliki oleh manusia. Apa fungsinya? Otak Neo-Korteks yang memampukan manusia memiliki perasaan atas perasaan. Dengan kata lain memiliki kendali atas perasaan. Sebagai contoh, jika dalam suatu rapat tiba-tiba kita menerima telepon yang membuat kita sangat marah. Otak Neo Korteks lah yang akan menyampaikan pesan pada Otak Limbik untuk menahan emosi. Merasakan bahwa tidak sepantasnya marah di tengah-tengah rapat.

Kebanyakan orang saat ini tidak memiliki kendali yang baik atas otak Neo-Korteksnya. Melampiaskan kemarahan kapan saja, di mana saja. Melampiaskan kekecewaan, melakukan pembantaian, bunuh diri, dan banyak hal buruk lainnya.

Inilah yang dinamakan Emotional Quotient…Bagaimana Otak Korteks dan Otak Limbik bekerjasama…Sehingga manusia dapat dibedakan dari Gorilla…