Pilihan untuk kehidupan


Anakku,
Sebelum kau dilahirkan,
Kau bahkan tak memiliki pilihan untuk memilih
Sang Pencipta memilihkan untukmu,
Menaruhmu dalam rahim ibumu,
Itulah kenapa…
Hidupmu disebut anugerah

Selagi kau masih sangat kecil,
Kau tak memiliki banyak pilihan,
Bahkan hampir tak ada
Kami orang tuamu memilihkan untukmu,
Makanan yang kau makan,
Minuman yang kau minum,
Baju yang kau pakai,
Itulah kenapa…
Kami disebut orang tuamu,
Itulah kenapa…
Kami bertanggungjawab penuh atasmu Continue reading

Ketika Kau dihukum Mati


image

Ketika kau dihukum mati,
Ada orangtua yang berduka,
Ada kekasih yang patah hati,
Ada teman-teman yang kehilangan

Ketika kau dihukum mati,
Ada harapan bahwa kau akan lebih baik
…dalam kehidupan selanjutnya
Setidaknya Tuhan berbelas kasihan

Ketika kau dihukum mati,
Ada penyesalan mendalam…
…dari orangtua yang menangis
Kalau saja dulu mereka lebih peduli,
Kalau saja dulu mereka lebih tegas,
Kalau saja dulu…

Ketika kau dihukum mati,
Ada penyesalan mendalam…
…dari kekasih yang bersedih
Kalau saja mereka tahu,
Kalau saja ada yang dapat dilakukan,
Kalau saja…

Ketika semuanya selesai,
Ketika hidupmu berakhir,
Kehidupan mereka yang kau kasihi terus berjalan
Disertai harapan…
Semoga saja kematianmu tak sia-sia

Mudah-mudahan saja…
Kematianmu dijadikan pelajaran
Bahwa hidup ini berharga,
Terlalu berharga untuk disia-siakan…
Bahwa setiap orang berharga,
Terlalu berharga untuk menyakiti sesama…

Bahwa anak-anak mereka berharga,
Terlalu berharga untuk diabaikan…
Dan kekasih mereka berharga,
Terlalu berharga untuk disakiti…

Nasi sudah menjadi bubur,
Palu hakim telah diketuk,
Senapan telah dibidik…

Ketika kau dihukum mati….
Ah, semoga saja kau beristirahat dalam damai, Saudaraku
Terkadang, kematian satu atau beberapa orang…
…diperlukan untuk menyelamatkan kehidupan

Semoga Tuhan menyelamatkan jiwamu…
Ketika hukum tak dapat memberimu pengampunan…

Bandung, 29 April 2015
Pk. 01.25, satu jam setelah eksekusi mati…

Negara Dolanan


Ini negara dolanan
Demokrasi berubah jadi mainan
Capres kalah merasa dirinya macan
Mengamuk, menghasut dan menekan

Ini negara dolanan
Sang Macan terluka jadi pimpinan
Membentuk koalisi dengan napsu kekuasaan
Membabi buta menerjang lawan

Ini negara dolanan
Presiden pun tak tahan
Melawan rakyat dengan kedaulatan
Kau berkhianat, nama baik menjadi taruhan

Ini negara dolanan
Agama dijadikan alasan sejumlah preman
Berbaju putih, dengan janggut dan sorban
Mengintimidasi dan menghancurkan
Jangan andalkan aparat kemanan

Ini negara dolanan
Apatisme adalah syarat bertahan
Nasionalisme hanya untuk alasan
Tetap tinggal di negara dolanan

Setiap orang memainkan peranan
Sebagian berusaha jadi pahlawan
Sebagian tak tahan godaan
Sebagian jadi korban

Setiap orang memiliki pilihan
Untuk menjadi pahlawan
Untuk menjadi setan
Atau menjadi korban

Jika ini negara dolanan
Setidaknya bermainlah dengan Iman
Ikuti dolanan dengan aturan
Agar ketika Tuhan berkenan
Dolanan akan jadi sungguhan

Pencitraan, Reputasi dan Tekanan…


Suatu kata yang menjadi marak menjelang pemilu adalah “pencitraan”. Pencitraan adalah ketika seseorang berusaha memberikan citra / image positif di mana orang yang melihatnya.

Sebenarnya “pencitraan” merupakan bentuk halus dari sebuah kata makian yang kita kenal sejak lama, yaitu “cari muka”, bedanya pencitraan dilakukan pada saat-saat di mana penilaian akan dilakukan.

Jika Anda seorang guru atau guru sekolah minggu, Anda akan tahu trik ini: “siapa yang duduk palin rapi akan mendapat hadiah…”, kemudian terjadilah di depan hidung saudara, anak-anak itu melakukan pencitraan… Continue reading

Suap, kompromi dan hati nurani


Menjelang pemilu, ada begitu banyak spanduk, stiker dan brosur disebarkan demi kepentingan sebuah kursi dewan. Di media sosial kita melihat begitu banyak spanduk calon legislatif yang aneh-aneh, mulai dari gambar superhero yang dilibatkan sampai slogan yang luar biasa aneh.

Saat ini slogan dari anti politik uang yang begitu banyak digunakan oleh caleg-caleg yang (mengaku) bersih dari politik uang, adalah “ambil uangnya, jangan pilih orangnya” Continue reading

Menjadi Korban Kehidupan


Pria itu, Spencer, adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Saat kecil dia tinggal bersama tiga orang kakak perempuan, ibu yang pemabuk, seorang ayah yang peka dan nenek yang kejam.

Rupanya ada gen psikopat dalam diri keluarga ini. Tiga orang kakaknya senang sekali menyiksa dia, sementara ibunya mengatakan tak apa menyiksa seorang anak laki-laki karena anak laki-laki seharusnya kuat.

Saat kecil, ia pernah diracun dengan daging busuk oleh salah seorang kakaknya, diikat dan pukuli oleh kakaknya yang lain, disiram air panas oleh neneknya, dibakar rambutnya oleh kakaknya yang lain, disiksa ibunya, tapi sangat disayang oleh ayahnya. Continue reading

Seandainya Aku Bisa Mengulang Waktu


Seandainya aku bisa mengulang waktu…
Kembali pada masa kanak-kanakku,
Akan kutahan lidahku
Ketika aku kesal,
Dalam keegoisanku membentak ibuku

Seandainya aku bisa mengulang waktu…
Kembali pada masa anak-anakku,
Akan kukendalikan sikapku
Ketika aku malas
Memasuki ruang les pianoku Continue reading

Inilah hidup…. hidupku


image

Inilah hidup…. hidupku
Seperti juga hidup yang lain
Lahir, sambil menangis
Menjalani masa kecil dengan riang
Menjalani masa remaja singkat dalam kebingungan
Dan tiba dalam masa dewasa

Inilah hidup…. hidupku
Menyaksikan begitu banyak…
Kelahiran,
Kecelakaan
Bahkan kematian.. Continue reading

Hari yang Istimewa


Aku berpikir tentang hari istimewa
Hari di mana aku menjadi tokoh utama
Tersenyum dan merasa puas

Aku memikirkan hari itu
Ketika aku merasa bahagia
Ketika aku melepaskan bebanku
Ketika aku melepas salibku
Ketika aku merasa tugasku selesai

Hari istimewa itu,
Di mana Penciptaku menyambutku,
Mempersilahkanku masuk,
Tersenyum dan merangkulku
Sambil berkata, “baik sekalu perbuatanmu…”

Continue reading

Tidak Tahu Diri


Kau memberiku matahari setiap hari
Dan aku malah berpikir
Kau memang wajib memberikannya
Aku lupa bersyukur…
Malah aku menuntut
Padahal, itu adalah anugerah

Kau memberiku nafas kehidupan tanpa henti
Dan aku malah berpikir
Kau memang wajib memberikannya
Aku lupa bersyukur
Malah aku menuntut
Padahal, itu adalah anugerah

Kau memberiku orangtua yang luar biasa
Begitu baik dan penuh kasih
Dan aku malah berpikir Kau tidak adil
Karena tidak memberi orangtua
Yang lebih kaya
Punya kedudukan
Aku lupa bersyukur
Malah aku menuntut
Padahal, merekalah yang terbaik untukku Continue reading