Pencitraan, Reputasi dan Tekanan…


Suatu kata yang menjadi marak menjelang pemilu adalah “pencitraan”. Pencitraan adalah ketika seseorang berusaha memberikan citra / image positif di mana orang yang melihatnya.

Sebenarnya “pencitraan” merupakan bentuk halus dari sebuah kata makian yang kita kenal sejak lama, yaitu “cari muka”, bedanya pencitraan dilakukan pada saat-saat di mana penilaian akan dilakukan.

Jika Anda seorang guru atau guru sekolah minggu, Anda akan tahu trik ini: “siapa yang duduk palin rapi akan mendapat hadiah…”, kemudian terjadilah di depan hidung saudara, anak-anak itu melakukan pencitraan…

Atau Anda mungkin orangtua yang pernah memberi peringatan seperti ini pada anak-anak Anda saat akan bertamu: nanti di rumah om duduk yang rapi ya, jangan berantem, jangan jalan-jalan… Dan, dengan di bawah sorotan mata tajam Anda, anak-anak Anda melakukan pencitraan.

Citra baik dibutuhkan untuk sebuah penilaian yang baik… Masalahnya, citra merupakan sesuatu yang dapat dibuat atau diciptakan. Dalam tulisan ini, saya akan membahas tiga hal yang kelihatan sepintas mirip, tapi sebenarnya memiliki arti yang berbeda.

Pertama adalah Citra. Kata lain yang sering dipakai untuk citra adalah kepribadian. Kepribadian seorang anak dibentuk oleh orangtua dan lingkungan sekitarnya. Kepribadian dalam bahasa Inggris dalah personality berasal dari kata ‘persona’ yang berarti ‘topeng’.

Dosa menyebabkan manusia lahir tanpa kesempurnaan. Namun karena Tuhan kita adil, mak manusia dilengkapi dengan sisi positif selain sisi negatif. Seorang yang pemarah misalkan, bisa saja memiliki sifat teliti atau tegas yang merupakan sisi positifnya.

Sifat negatif ini sejak kecil berusaha diimbangi orangtua dengan memberi beberapa aturan… Inilah yang membangun personality seseorang… Personality jug terbentuk ketika seseorang melihat bahwa sikap tertentu dapat membuatnya lebih disukai… Maka dimulailah sesuatu yang bernama pencitraan…

Jangan salah sangka, saya tidak mengatakan bahwa personality dan pencitraan itu buruk… Begitu banyak sekolah kepribadian dibuat untuk menggulangi sifat negatif manusia… Menjadikan pesertanya manusia-manusia yang lebih baik di hadapan manusia lain, dengan kata lain memiliki citra positif.

Saya beri contoh… Mana yang lebih Saudara hargai, teman anak Anda yang berkata “selamat sore, Om” kemudian menjabat tangn Anda dengan tersenyum hangat, atau teman anak Anda yang tanpa basa-basi masuk ke kamar anak Anda? Tidak ada yang salah dengan pencitraan…

Namun, pencitraan atau personality akan menjadi tidak ada apa-apanya ketika Anda tidak konsisten menerapkannya dalam hidup Anda. Anda hanya akan dicap sebagai orang munafik saja ketika Anda melakukan hal baik atau pencitraan hanya pada waktu-waktu tertentu saja.

Hal kedua yang ingin saya bicarakan adalah karakter. Ketika Anda melakukan pencitraan secara konsisten 24/7, atau 24 jam sehari dan 7 jam seminggu, maka Anda kemungkinan besar akan menjadi seseorang dengn karakter seperti yang Anda citrakan…

Saya beri contoh… Jika Anda berada dalam lingkungan keraton yang santun, yang tak pernah memaki saat marah atau dalm situasi apapun, maka suatu saat Anda berada di luar keraton pun Anda akan canggung untuk memaki… Anda terbiasa marah dengan santun, itulah karakter…

Ketika Anda akn menilai seorang capres, janganlah  menilai dia berdasarkan apa yang dia lakukan saat sedang kampanye… Tapi nilailah berdasarkan apa yang dia lakukan saat sedang tertekan…

Di debat capres kemarin, Prabowo terpancing emosinya saat ditanya mengenai isu HAM… Saat dalam tekanan, karakter mendesak keluar dan menunjukkan siapa kita sebenarnya…

Saat Anda menunggu terlalu lama, mendapat masalah bertubi-tubi, dipojokkan orang, hampir kalah… Karakter Anda kan mendesak keluar… dan (sekali lagi) menunjukkan siapa Anda sebenarnya.

Berikutnya yang ketiga adalah “Reputasi”. Reputasi adalah serangkaian penilaian orang yang terbentuk berdasarkan pencitraan yang dibangun. Reputasi baik bisa saja diperoleh melalui karakter yang baik, tapi reputasi bukanlah karakter…

Anda bisa saja memiliki reputasi baik di kantor tapi karakter buruk di rumah… Atau reputasi baik di mata golongan tertentu, tapi sebenarnya menyimpan begitu banyak rahasia di bawah permukaan. Sebaliknya, Anda bisa saja memiliki reputasi buruk di mata orang-orang tertentu karena Anda menolak untuk bekerjasama melakukan apa yang tidak benar…

Intinya, reputasi tidak menunjukkan siapa diri kita sesungguhnya… Reputasi hanyalah siapa kita di mata orang lain… Yang bisa diperoleh melalui pencitraan , bahkan kemunafikan… Ketika badai dan tekanan datang, reputasi karakter akan mendesak keluar, dan ketika hal itu berbeda dengan pencitraan yang telah kita buat… Maka reputasi akan hancur dan nama baik tinggal kenangan…

Jadi, ketika Anda tiba pada saat-saat penilaian dan berusaha melakukan pencitraan, ingatlah… Tuhan menilaimu setiap saat! Jika ingin melakukan pencitraan, lakukan sesuai kehendak-Nya dan lakuka secara konsisten 24 / 7.

Advertisements