Inilah hidup…. hidupku


image

Inilah hidup…. hidupku
Seperti juga hidup yang lain
Lahir, sambil menangis
Menjalani masa kecil dengan riang
Menjalani masa remaja singkat dalam kebingungan
Dan tiba dalam masa dewasa

Inilah hidup…. hidupku
Menyaksikan begitu banyak…
Kelahiran,
Kecelakaan
Bahkan kematian.. Continue reading

Kontroversial? Tidak masalah!


Menanggapi tulisan terakhir saya di blog saya yang lain, seorang bapak yang tidak perlu disebutkan namanya namun memiliki perbedaan prinsip dengan saya mengenai arti “teman” meminta saya berhenti menuliskan hal-hal kontroversial, dan mengusulkan (karena beliau menggunakan istilah “sebaiknya”), agar saya mulai menulis hal-hal yang menginspirasi, mendidik dan menghibur. Beliau juga mengatakan bahwa ‘ironisnya, banyak yang suka membaca kontroversi’.
Continue reading

Other Project “Letters from Parents”


Dengan semangat yang sama, saya sedang menyiapkan sebuah proyek buku yang diberi judul “letters from parents”. Buku ini ditujukan untuk orangtua sebagai masukan dalam memberi nasihat untuk anak-anaknya.

Terinspirasi oleh papa saya yang luar biasa dalam memberi nasihat-nasihat dan jawaban-jawaban untuk anak sulungnya yang luar biasa cerewet, selalu ingin tahu dan tidak bisa diam. Juga terinspirasi oleh apa yang terjadi di sekitar kita dewasa ini.

Berbeda dengan buku “the Witnesses”, dalam buku ini saya memberanikan diri untuk mengedit sendiri kata-kata di dalamnya sambil meminta masukan dari para pendeta dan motivator yang profesional untuk isinya.

Sangat berharap bahwa kata-kata dalam buku ini bisa jadi berkat buat para orangtua dan anak…

Saat ini beberapa hamba Tuhan sedang membantu saya menuliskan kata pengantar dan masukan. Terimakasih buat Pdt Gagan Gunawidjaja dari House for All nations International Church – Vancouver yang sudah mengirimkan kembali kata pengantarnya, saya sungguh berterimakasih, terutama untuk masukan-masukannya. Continue reading

the Witnesses of the Cross


Setelah menunda hasrat saya untuk mengeluarkan album baru sekian lama, kemarin malam saya dan beberapa teman berkumpul untuk memulai proyek album penyembahan rohani “The Cross”.

Rencananya album The Cross yang berisi 8 lagu penyembahan (+ bonus minus one-nya) ini akan dikeluarkan sebulan sebelum Paskah tahun depan, berbarengan dengan buku the Witnesses.

Buku the Witnesses menceritakan perjumpaan beberapa tokoh dengan Kristus di kaki salib, sedangkan album the Cross berisi lagu penyembahan mereka yang sudah berjumpa dengan Kristus Sang Penebus dan salib-Nya. Continue reading

Yes!! My Father Pray for Me


When i was sick and feel so bad…
Yes, i know my father pray for me
And i know everything is gonna be okay

When i have problems and become so confuse
Yes, i know my father pray for me
And i know everything is gonna be oke

When i go faraway and feel so lonely
Yes, i know my father pray for me
And i know everything is gonna be fine

When i feel everything becoming so difficult
Yes, i know my father pray for me
And i know God will help me, and everything is gonna be ok

My father doesn’t have a big posture….he is not a giant
But he always pray for me…
And it is a powerful one…

He may never fight or beat someone
But i know he always stand in my side
And pray for me…
and everything is gonna be ok

He taught me how to trust God and believe in myself
he taught me how to stay calm
And most of all
He taught me how to pray

So, if someone try to hurt me
Or try to cheat on me
I know that everything will be ok
Because my father is praying for me….

 

 

dedicated for all father….GBU

My 29th Birthday


Pernahkah kau merasa, seperti terjebak dalam masa lalu
Kau merasa bahwa kau tak berubah, tapi waktu terus berjalan
Ketika kau merasa bahwa kau masih tetap sama,
sementara semua orang berubah…

Papa dan mamamu tetap sama,
Hanya wajah mereka sedikit memiliki kerut
Kau ingin teriak “aku tak berubah, i still your little girl”
Adikmu tetap sama, hanya dia sekarang adalah seorang wanita
Bukan lagi gadis kecil yang harus dikeloni waktu tidur

Teman bermainmu tetap sama,
Hanya sekarang mereka bermain bersama anak-anak mereka
Dengan tubuh sedikit membesar
Rambut tak terurus Continue reading

Welcome Friend…


Hallo pembaca terkasih,

Anda mungkin tiba di blog saya karena iseng, pernah mengenal nama saya di suatu tempat dan berusaha mencari tahu (mudah-mudahan saja karena sesuatu yang baik), dan mungkin juga karena hasil mesin pencari seperti google ketika Anda mencari lagu-lagu sekolah minggu atau ketika Anda menemukan sejumlah hal-hal mengenai kehidupan yang unik (atau aneh) dan ironis yang saya tulis.

Jika ingin mengenal saya, Anda bisa klik di sini, atau dari page yang ada di kiri halaman ini. Singkatnya, saya adalah seorang pencipta lagu anak-anak (yang sekarang menciptakan lagu umum juga hehe). Seorang teman pernah mengatakan bahwa ia kasihan pada saya karena orang lebih mengenal lagu saya dan penyanyinya ketimbang saya. Seperti yang selalu saya jawab, “well, as long as it could bless many people, i wouldn’t mind). Jika Anda ingin mendengar (dan mendownload) lagu-lagu saya bisa mengunjungi http://kuistimewa.com.

Sejak tahun 2009, saya suka sekali menulis, Anda bisa menjelajah blog ini untuk menemukan tulisan-tulisan saya yang sebagian ironis, sebagian memotivasi, sebagian hanya kisah pendek, sebagian lagi puisi-puisi kehidupan. Beberapa tahun lalu saya memisahkan kisah-kisah Alkitab yang saya tulis ke http://diaryseries.wordpress.com supaya pembaca yang tertarik dapat lebih fokus.

Beberapa tahun lalu juga saya memutuskan untuk memisahkan tulisan mengenai kehidupan sehari-hari saya (yang sebenarnya tidak terlalu menarik 🙂 ) dan pendapat-pendapat spesifik saya mengenai hidup ke http://greissiadiary.wordpress.com. Percaya atau tidak, hal yang membuat heran adalah kebanyakan orang lebih tertarik membaca kehidupan pribadi saya di blog itu daripada karya-karya saya di blog ini…hehe…

Karya saya yang lain dapat Anda temukan di http://the-witnesses.net dan http://lettersfromparents).

Akhir kata, selamat menjelajah dan membaca. Saya harap kita bisa saling kenal lebih lagi. Hubungi saya melalui page contact me atau like di facebook saya yang ada di kolom kiri halaman ini, dan kita bisa menjadi teman.

 

Love y’all

 

Andai hidup bisa di undo


Pernah gak ngebayangin seandainya hidup seperti komputer. Bisa di undo…Misalnya, waktu kita gak sengaja menumpahkan makanan…wah, jadi repot..coba kalau bisa di undo… Atau waktu keceplosan ngomong..ups, coba kalau bisa di undo…

Tapi masalahnya, hidup terus berjalan, dan setiap orang … sadar atau ngga, harus bertanggungjawab sama semua yang dilakukannya.

Kesalahan adalah hal yang harus disyukuri, bukan disesali. Dengan melakukan kesalahan kita banyak belajar bagaimana menemukan mana yang benar…

Dengan melakukan kesalahan kita disadarkan bahwa kita gak sempurna…

Dan terkadang, kesalahan kita bukanlah suatu “kesalahan”…

Jadi, walau terkadang saya berharap hidup bisa di undo…seringkali saya bersyukur bahwa hidup saya berjalan terus ke depan.  Karena hidup itu kaya puzzle, waktu kita menyerahkannya dalam tangan Tuhan.

Saya kadang gak ngerti, sesuatu yang saya sesali pada akhirnya adalah salah satu potongan puzzle penting yang melengkapi hidup saya. Misalnya, waktu saya kecil, sebel banget kalau disuruh les piano…

Saya pikir, les piano adalah suatu kesalahan. Tapi dengan saya les piano, ada pembina di gereja yang ngajarin keyboard (thank God for her, namanya Esther, she was my hero). Trus, saya jadi tahu kunci…akhirya itu yang jadi modal buat saya bikin lagu buat anak-anak

jadi…hidup tidak bisa di undo…tapi kita bisa memperbaiki kesalahan dan menjadikannya guru yang baik… Juga melihat kesalahan sebagai potongan puzzle yang tidak kalah penting dengan kejadian lain yang kita anggap sebagai ‘prestasi’

bingung ga?

Kepercayaan


Kadang, kepercayaan datanganya mirip sama penyesalan…belakangan. Saat kita mengambil suatu tindakan yang penuh resiko…maka kita harus bersiap-siap menghadapi dua kemungkinan…penyesalan, atau kepercayaan yang bertambah..

Bagian terberat ada ketika kita berada dalam posisi mengambil tindakan beresiko.. Apalagi ketika kita mengambil tindakan itu kepercayaan orang makin lama makin berkurang, karena mereka tidak yakin dengan apa yang kita lakukan.

trus, apa dong yang harus dilakukan? saya cuma bisa kepikiran dua tindakan sih:

  1. Berhenti melakukan tindakan itu dan lakukan apa yang orang lain harapkan biar kepercayaan mereka tetap atau sedikit bertambah (catatan: sedikit bertambah, atau malah berkurang juga…kalau kita selalu melakukan apa yang orang minta, bukannya kepercayaan bertambah, justru malah berkurang karena mereka jadi meragukan kita)
  2. Trus melakukan tindakan itu dan buktikan bahwa kita tahu apa yang sedang kita kerjakan. Resikonya…kita harus mengalami yang namanya ‘kehilangan kepercayaan’. Resiko kedua, waktu yang kita lakukan ternyata gagal..tapi toh segala sesuatu harus dicoba, dan orang pintar gak akan mengambil tindakan yang peluang gagalnya lebih besar daripada berhasil

Guys, what do you think

Facebook Fever


Sekarang gak punya teman bukan masalah ternyata…Kalaupun ada teman-teman, ternyata orang lebih memilih teman2 dari dunia maya.  Orang sibuk dengan dunianya dan perhatian terhadap lingkungan sekitar mulai berkurang.

Sepertinya, orang akan lebih memilih si “Budi” di dunia maya, daripada jika si Budi itu ada di hadapannya.

Sesuatu yang pada dua puluh tahun yang lalu dianggap TIDAK MUNGKIN “Bagaimana mungkin menyatukan semua orang di dunia”, sekarang menjadi sangat mungkin…cuma menekan satu tombol dan buzzz..dunia di hadapan Anda.

Dan anehnya, kalau dulu orang mengagung2kan yang namanya Privacy, saat ini orang mengobral privacynya…lagi kesel tulis di Facebook (yang mana semua orang bisa mengetahuinya), lagi mau mandi, tulis, mau makan, tulis…Wah…

Gak cuma semua orang bisa mengetahuinya, semua orang bisa mengomentarinya. Hmm…saya lagi berpikir, apakah ini tidak membuka suatu budaya dan kebiasaan baru..kebiasaan usil dan mau tahu urusan orang??

Tapi, kalau saja facebook dipakai dengan benar, untuk saling menguatkan, bertukar informasi yang lebih berguna…pasti bakalan lebih ok..

Tapi segala sesuatu pasti ada akhirnya, dan ketika itu berakhir…akan mulai suatu babak baru. Kita lihat, setelah orang saling membuka privacy, apa yang akan terjadi kemudian?