Menanggapi tulisan terakhir saya di blog saya yang lain, seorang bapak yang tidak perlu disebutkan namanya namun memiliki perbedaan prinsip dengan saya mengenai arti “teman” meminta saya berhenti menuliskan hal-hal kontroversial, dan mengusulkan (karena beliau menggunakan istilah “sebaiknya”), agar saya mulai menulis hal-hal yang menginspirasi, mendidik dan menghibur. Beliau juga mengatakan bahwa ‘ironisnya, banyak yang suka membaca kontroversi’.

Pada tulisan ini saya akan melakukan sedikit analisa, karena menurut pendapat saya ini merupakan contoh soal yang bagus sekali dalam kehidupan. Saya berusaha memaparkan dengan logika, tanpa emosi sama sekali (sekali lagi, berusaha! Doakan agar saya berhasil, teman-teman).

Pertama, mengenai istilah kontroversial. Kata ‘kontroversial’ sendiri berarti bersifat menimbulkan perdebatan (kamus besar bahasa indonesia). Apa yang salah dengan suatu tulisan yang menimbulkan perdebatan? Memang benar berita kontroversial lebih diminati, tapi halitu tidak ironis… itu adalah hal biasa. Berita mengenai Tuhan yang turun jadi manusia itu apakah tidak kontroversial? Ohoho… sampai saat ini banyak kubu mendebatkannya, walau sampai kapanpun perdebatan itu tidak akan mendatangkan titik temu. Satu pihak mengatakan, ‘dimana Tuhan yang besar jika Dia jadi manusia’, ada lagi pihak yang mengatakan, ‘inilah Tuhan yang mengerti penderitaan umatNya dengan menjadi manusia. Justru itu menunjukkan kebesaranNya.’

Maksud saya adalah, mengenai kontroversial, bukan beritanya yang salah…bukan idenya yang salah, bukan tulisannya yang salah. Masalah yang terjadi adalah, kebanyakan orang tidak memiliki prinsipnya sendiri, sehingga ketika dihadapkan dengan sesuatu yang kontroversial,dimana mengharuskan ia untuk memilih suatu prinsip, ia bingung sendiri, akhirnya, menghindari berita kontroversial. Tapi,apakah lantas berita kontroversial itu harus dihentikan? Ide mengasihi musuh awalnya kontroversial, apakah kemudian Yesus meralatnya?

Anda mungkin menjawab, “Greis, kamu akan membuat bingung orang-orang tanpa prinsip itu”. Saya akan jawab (agak arogan hehe…), yakin mereka masalahnya?mereka akan bingung sebentar, tapi kemudian tinggal pilih… ikut prinsip saya atau tidak. Masalah terbesar adalah yang memiliki prinsip berbeda dengan saya. Tapi, bukankah perbedaan harus dihargai? Pembahasan kedua adalah tentang tulisan yang mendidik, menghibur dan menginspirasi.
1. Mendidik
Saya akan menjawab dengan pertanyaan. Apakah seorang anak hanya belajar dari kesuksesan orang lain, dan bukan kegagalannya? Jika anak Anda hanya diajari belajar dari kesuksesan orang lain, saya beritahu, anak Anda akan jadi orang tertinggal karena melakukan kesalahan yang dilakukan orang lain. Ketika seorang anak di kelas menyontek, ketahuan dan dihukum, apakah momen itu tidak akan digunakan guru untuk mengajar? Apakah sebagai orangtua Anda tidak mengajar putra putri Anda belajar dari kesalahan dan kegagalan orang lain? Jika tidak, ijinkan saya memberi Anda SELAMAT, anda menyumbang seorang pecundang bagi bangsa ini.

2. Menghibur
Untuk hal ini saya tidak komentar banyak. Tulisan saya memang tidak ditujukan untuk menghibur. Ada banyak blog atau web yang melakukannya. Bukankah setiap kita memiliki bagian masing-masing dalam kehidupan? Oya, saya suka Abunawas atau Nasarudin… jika Anda mau terhibur, silahkan googling cerita mereka.

3. Menginspirasi
Pengalaman saya, inspirasi bisa datang dari mana saja. Bahkan komentar Bapak yang tadi saya ceritakan di atas menjadi sumber inspirasi saya dalam menulis artikel ini. Saya pernah jelaskan, hal-hal baik dalam hidup memang memberi inspirasi pada semua orang,tapi hal-halburuk juga. Tulisan-tulisan saya adalah akibat dari inspirasi yang saya dapat. Saya berharap ini bisa jadi inspirasi pembaca. Tapi kalaupun tidak, saya yakin pembaca mendapat inspirasi dari kehidupan pembaca sendiri.

Pembahasan ketiga adalah klarifikasi saya. Semua tulisan saya merupakan fakta dan bukan hasil menduga-duga. Saya sudah menanyai saksi, melihat langsung ke TKP, dan mewawancarai korban (kok jadi kaya wartawan berita kriminal). Saya terinspirasi dari tiap kejadian dan berharap Anda mendapat inspirasi dari inspirasi saya (tidak perlu dari kejadian itu kan). Jadi, saya menghargai tiap komentar. Tapi supaya tidak ada kesalahpahaman karena komentar yang aneh yang langsung terpublish, maka mohon maaf saya menutup kolom komentar di kedua blog saya…

Bagi pembaca yang mau berdiskusi bisa langsung ke page contact me… isi kolom di sana… Demikian pembahasan kita mengenai kontroversial… Satu pesan saya,… jangan takut untuk bersikap kontroversial…karena sejarah membuktikan, merekalah yang biasanya dapat membangun negeri ini,baik melalui sikap, kata-kata, maupun tulisan. Jangan cuma jadi orang yang manut, oke bos dan tidak punya prinsip. Sejarah membuktikan, mereka cuma jadi follower aja.

Advertisements