Seperti anak-anak


Kalau kau melihat anak-anak bermain
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Pakaian mereka kotor
Mereka sedang berlari-lari
Beberapa merebut milik temannya
Dan tak perlu menunggu lama sampai ada yang menangis

Kalau kau melihat anak-anak bermain
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Mereka akan memainkan peran
Masak-masakan, sekolah-sekolahan

Kau kau melihat anak-anak sedang diam
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Mata mereka menjelajah
Beberapa memainkan air liur
Tangan mereka menggapai-gapai tidak bisa diam

Kalau kau melihat anak-anak merasa sedang ditinggal sendiri
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Pertama-tama mereka tidak akan sadar
Setelah sekian lama mata mereka menjelajah mencari yang mereka kenal
Ketika tidak ada seorang pun yang mereka kenal,
Mereka akan mulai menangis

Namun jika kau lihat orang dewasa…
Kau tentu tidak melihat kesamaan dengan anak-anak itu
Setidaknya….seharusnya tidak seperti itu

Saat orang dewasa beraktivitas,
Seharusnya pakaian mereka tetap bersih
Mereka harus bisa menjaga kata-kata, dan perilaku mereka
Tidak main di comberan
Tidak bergosip
Dan berusaha tidak membuat yang lain sakit hati
Jika itu semua masih dilakukan,
Apa bedanya dengan anak-anak?

Ketika mereka menjalani kehidupan
Seharusnya tidak perlu berpura-pura menjalani kehidupan yang tidak semestinya ia jalani
Berpura-pura bahagia
Berpura-pura  tidak ada apa-apa
Berpura-pura semuanya baik-baik saja
Jika itu dilakukan,
Apa bedanya dengan anak-anak?

Saat orang dewasa sedang diam sendirian
Mereka tidak bergerak asal-asalan atau meneteskan air liur…
Melainkan dapat mengendalikan diri
Memikirkan apa yang baik
Tidak mencari-cari kesalahan orang
Dan dapat mengendalikan lidah
Jika itu semua tidak dilakukan,
Apa bedanya dengan anak-anak?

Saat orang dewasa sedang merasa ditinggal sendiri
Tentu mereka tidak akan mencari-cari tak tentu arah
Atau menangis karena berpikir semua orang hilang meninggalkan dia
Melainkan menyadari bahwa ada waktunya seorang diri
Hanya dia dan Tuhan
Agar dia dapat berpikir lebih jernih
Jika itu tidak dilakukan,
Apa bedanya dengan anak-anak?

Ketika kita masih anak-anak,
Kita berpikir seperti anak-anak
Kita bersikap seperti anak-anak
Kita berkata seperti anak-anak

Bagaimana ketika kita dewasa…?
Sayang sekali terkadang kita masih melakukan yang sama

Lalu, apa bedanya dengan anak-anak?
Apa gunanya tahun-tahun yang sudah lewat?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s