Anakku,
Tahukah kau…
bahwa salah satu keistimewaan manusia adalah
Memiliki kehendak bebas
Dapat memilih
Dapat memutuskan
Dapat menjadi apapun
Dapat berpenampilan apapun
Dapat berkata apapun
Category Archives: Life Devotion
Jika aku tua
Tuhan,
Jika aku tua ingatkan aku
Untuk tetap mau belajar dan diajar
Karena manusia diciptakan untuk berkembang
Tak dibatasi usia maupun waktu
Hidup itu pilihan, bung!
“Hidup itu adalah pilihan”, adalah kata-kata yang sering didengung-dengungkan oleh trainer, motivator, pengkotbah, pendeta, dan sebangsanya.
Sayangnya kalimat “hidup adalah pilihan” yang sering didengung-dengungkan itu kurang dipahami dengan baik oleh masyarakat kita saat ini. Mereka berkata-kata tanpa dipikir, bersikap tanpa dipikir, marah tanpa dipikir dan sedih tanpa dipikir… Tanpa dipikir yang saya maksudkan di sini adalah melakukan sesuatu seolah-olah ia tidak memilih untuk melakukannya, tapi terpaksa dan harus melakukannya.
Tentang Iri Hati
Anakku,
Ada satu musuh dalam hidup ini
Musuh yang harus kita hindari
Musuh yang berasal dari dalam
Menggerogotimu hingga membusukkan tulang
Musuh itu bernama: iri hati
Tentang pernikahan
Anakku,
Ketika kau menikah,
Artinya kau siap untuk tunduk
Tunduk pada suamimu
Tunduk pada keputusan yang sudah dibuatnya
Seperti perintah yang kau dapati di Buku Besar kita
Continue reading
Apakah Aku Juga Cantik, Kak?
Wahai kakak sekolah minggu
Aku ingin kau tahu
Aku mengagumimu
Rambutmu yang panjang
Kulitmu yang putih
Tubuhmu yang harum
Dan tawamu yang enak didengar
Wahai kakak sekolah minggu
Aku ingin kau tahu
Aku mengagumimu
Ceritamu yang menarik
Suaramu yang merdu
Dan doamu yang indah Continue reading
Bangsa yang Beradab
Apa itu peradaban? Sebagian orang mungkin mengatakan peradaban adalah ketika manusia mulai mengenal budaya dan bagaimana cara untuk hidup lebih baik. Mereka yang tinggal di hutan tentu tidak akan dikatakan “mengenal peradaban”.
Lebih jauh, apa itu “beradab”? Lagi, sebagian orang akan menjawab bahwa beradab adalah keadaan manusia yang mengerti nilai, norma dan tidak hidup seperti suku pedalaman.
Lalu, apa itu “bangsa yang beradab”? Kalau diminta mengelompokkan, apakah Anda akan mengelompokkan Indonesia sebagai bangsa yang beradab?
Menurut saya, bangsa yang beradab adalah bangsa yang tahu nilai, norma, dan aturan dalam hidup. Bangsa yang beradab adalah bangsa yang tahu bagaimana caranya hidup di era abad ke 21 ini.
Saya akan coba membuat daftar beberapa ciri bangsa yang beradab menurut pendapat saya:
1. Bangsa yang beradab tahu aturan:
– tidak melanggar lampu merah
– tidak menyogok
– tahu bagaimana menggunakan toilet umum
– tahu waktu
– tidak malas-malasan
– tidak korupsi (termasuk waktu)
– tidak demo tanpa pertimbangan matang
– bertanggungjawab
– antri
Dan segudang aturan lain
2. Bangsa yang beradab membatasi kebebasannya untuk menghormati hak-hak orang lain:
– tidak merokok di tempat umum
– tidak teriak-teriak di tempat umum
– tidak menutupi jalan umum
– tidak ikut campur urusan orang
– tidak melakukan sweeping sembarangan seperti FPI
dan banyak lagi untuk ditambahkan ke dalam daftar
3. Bangsa yang beradab tidak merusak lingkungan
– tidak membuang sampah sembarangan
– tidak pipis sembarangan
– tidak mengotori lingkungan dengan limbah (termasuk asap rokok)
– merawat tanaman
Dan banyak hal lain
4. Bangsa yang beradab memperlakukan orang lain dengan hormat
– menahan pintu goyang saat dilewati untuk orang di belakangnya
– tidak duduk saat orangtua berdiri
– tidak mengangkat kaki di meja di hadapan orang lain
– tidak mengganggu wanita yang lewat dengan bersuit-suit
– menawarkan bantuan
– mengucapkan salam
Sekarang, waktunya kita evaluasi, apakah kita sudah jadi bangsa yang beradab? Demi mewujudkan Indonesia yang beradab, Indonesia yang lebih baik?
Yang lebih penting
Saat muda aku pikir
Kehebatan adalah memiliki karir
Dapat membeli apa saja yang aku mau
Dapat dihormati dan dihargai semua orang
Dikagumi dan mendapat penghargaan
Saat muda aku berpikir
Bahwa uang adalah jalan keluar
Dapat membeli apa saja
Dapat membayar apa saja
Dapat membuat orang tunduk
Saat muda aku berpikir
Bahwa nama besar itu penting
Bahwa ketenaran itu segalanya
Bahwa menjadi populer itu hebat
Bahwa menjadi cantik itu harus Continue reading
Iman yang Sederhana
Aku mau memiliki iman yang sederhana
Sesederhana “Tuhan adalah gembalaku,
Tak kan kekurangan aku”
Mempercayai bahwa
…Tak ada yang perlu dikhawatirkan
…Hidupku dalam pemeliharaan-Nya
…Aku ada di tangan yang tepat Continue reading
Bahan Dasar Tuhan
Tuhan, dalam hati aku bertanya
Apa bahan dasar yang membuat-Mu
Apa yang membedakan-Mu dengan kami
Apa yang membuat-Mu begitu luar biasa
Apakah kau terbuat dari zat padat
Bisa mencair atau menguap
Berbentuk dan keras
Atau lembut dan halus Continue reading