Tentang “Kenapa, Tuhan?”


Anakku,
Ketika usiamu bertambah,
Kau akan makin menyadari,
Bahwa pertanyaan,
“Kenapa Tuhan?”
Hanya retoris bodoh yang tak berguna

Pertanyaan itu…
Tak akan membawamu kemanapun
Tak akan membuat imanmu bertambah
Tak akan membuatmu lebih baik Continue reading “Tentang “Kenapa, Tuhan?””

Advertisements

Iman yang Sederhana


Aku mau memiliki iman yang sederhana
Sesederhana “Tuhan adalah gembalaku,
Tak kan kekurangan aku”

Mempercayai bahwa
…Tak ada yang perlu dikhawatirkan
…Hidupku dalam pemeliharaan-Nya
…Aku ada di tangan yang tepat Continue reading “Iman yang Sederhana”

Kepercayaan


Kadang, kepercayaan datanganya mirip sama penyesalan…belakangan. Saat kita mengambil suatu tindakan yang penuh resiko…maka kita harus bersiap-siap menghadapi dua kemungkinan…penyesalan, atau kepercayaan yang bertambah..

Bagian terberat ada ketika kita berada dalam posisi mengambil tindakan beresiko.. Apalagi ketika kita mengambil tindakan itu kepercayaan orang makin lama makin berkurang, karena mereka tidak yakin dengan apa yang kita lakukan.

trus, apa dong yang harus dilakukan? saya cuma bisa kepikiran dua tindakan sih:

  1. Berhenti melakukan tindakan itu dan lakukan apa yang orang lain harapkan biar kepercayaan mereka tetap atau sedikit bertambah (catatan: sedikit bertambah, atau malah berkurang juga…kalau kita selalu melakukan apa yang orang minta, bukannya kepercayaan bertambah, justru malah berkurang karena mereka jadi meragukan kita)
  2. Trus melakukan tindakan itu dan buktikan bahwa kita tahu apa yang sedang kita kerjakan. Resikonya…kita harus mengalami yang namanya ‘kehilangan kepercayaan’. Resiko kedua, waktu yang kita lakukan ternyata gagal..tapi toh segala sesuatu harus dicoba, dan orang pintar gak akan mengambil tindakan yang peluang gagalnya lebih besar daripada berhasil

Guys, what do you think