Tentang “Kenapa, Tuhan?”


Anakku,
Ketika usiamu bertambah,
Kau akan makin menyadari,
Bahwa pertanyaan,
“Kenapa Tuhan?”
Hanya retoris bodoh yang tak berguna

Pertanyaan itu…
Tak akan membawamu kemanapun
Tak akan membuat imanmu bertambah
Tak akan membuatmu lebih baik

Karena sebenarnya kau tahu jawabnya,
Bahwa rencana-Nya bukanlah rencanamu
Dan jalan-Nya bukanlah jalanmu
Dan bahwa kau tak dapat menyelami pikiran-Nya

Pertanyaan itu…
Hanya membuatmu terlihat miskin iman
Membuatmu terlihat meragukan Sang Pencipta
Membuatmu terlihat melecehkan-Nya

Karena sebenarnya kau tahu siapa Dia,
Yang tak pernah meninggalkan buatan tangan-Nya
Yang jalan-jalanNya adalah benar dan mulia
Yang tak pernah lalai akan janjiNya

Ketika usiamu matang,
Dan kau mempertanyakan keadaanmu,
“Kenapa Tuhan?”

Kau sendiri tahu,
Bahwa kau hanya terlihat…
Seperti orang tak beriman yang sedang berdoa
Seperti orang bertuhan yang tak percaya

Ketika usiamu bertambah,
Kau akan makin menyadari…

Bahwa berlarut dalam kesedihan,
Mempertanyakan kemalanganmu,
Tak akan membuat keadaanmu lebih baik

Bahwa ketika masalah datang,
Ketika keadaanmu tak menentu,
Ketika tak ada dasar untuk berharap,
Ketika kau merasa malan

Hal terbaik yang bisa kau lakukan
Adalah tetap percaya dan tinggal tenang…
Menahan pikiranmu dari “bagaimana jika”
Menahan mulutmu dari mengeluh,
Menahan hatimu dari kebimbangan,

Hal terbaik yang bisa kau lakukan
Adalah tetap percaya dan tinggal tenang…
Mempercayai tangan-Nya yang tak kelihatan
Mempercayai janji-Nya walau belum ditepati
Mempercayai rencana-Nya walau sulit dimengerti

Ketika usiamu bertambah
Kau akan menyadari
Bahwa ketakutan tak akan menyelesaikan masalah
Selain takut akan Tuhan yang Besar

#KamiTidakTakut

Ditulis sehari setelah bom Jakarta

Advertisements