Anakku,
Setiap agama mengajarkan
…bahwa tiap orang harus ikhlas
…bahwa kita harus bersyukur
Bersyukur untuk apa yang kita miliki
Bersyukur untuk apa yang kita peroleh
Bersyukur untuk seluruh keberadaan kita Continue reading
Anakku,
Setiap agama mengajarkan
…bahwa tiap orang harus ikhlas
…bahwa kita harus bersyukur
Bersyukur untuk apa yang kita miliki
Bersyukur untuk apa yang kita peroleh
Bersyukur untuk seluruh keberadaan kita Continue reading
Aku menyanyi dengan baik
Aku berpenampilan baik
Aku melakukan semua dengan sempurna
Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?
Aku berkotbah dengan semangat
Aku menyiapkan bahan dengan baik
Aku memiliki gaya komunikasi yang sempurna
Semua jemaat menyukaiku
Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?
Anakku,
Hidup ini bukan panggung sandiwara
Kau bukanlah satu-satunya tokoh utama
Kau bukanlah korban dari suatu skenario yang kejam
Kau bukanlah tokoh protagonis yang dikelilingi tokoh-tokoh antagonis
… mengelilingimu siang dan malam
… melawanmu dan menentangmu
… memikirkan keburukan untukmu
Anakku,
Mungkin kau pernah dengar,
orang berkata tentang takdir…
Mungkin kau pernah dengar,
Sebagian orang mengatakan takdir itu kejam
Mereka membenci takdir
Menyalahkan takdir atas penderitaan yang mereka alami Continue reading
Aku mau memiliki iman yang sederhana
Sesederhana “Tuhan adalah gembalaku,
Tak kan kekurangan aku”
Mempercayai bahwa
…Tak ada yang perlu dikhawatirkan
…Hidupku dalam pemeliharaan-Nya
…Aku ada di tangan yang tepat Continue reading
Tuhan, dalam hati aku bertanya
Apa bahan dasar yang membuat-Mu
Apa yang membedakan-Mu dengan kami
Apa yang membuat-Mu begitu luar biasa
Apakah kau terbuat dari zat padat
Bisa mencair atau menguap
Berbentuk dan keras
Atau lembut dan halus Continue reading

Apa artinya hidup di dunia…
Kau lahir,…
Menjalani hidup yang sama setiap hari…
Kemudian tibalah ajalmu…
Ah, seandainya saja aku tahu siapa penciptaku
Seandainya saja aku mengenalnya
Seandainya saja aku tahu kuasa terbesar di jagad raya ini
Akan ku tanyakan pada-Nya
“Mengapa kau menciptakanku?” Continue reading
Sampailah kita pada Mazmur 13…(Really loves psalms)
Dalam Mazmur 13 ini, Our Composer membaginya menjadi tiga bagian. Bagian pertama isinya keluh kesah, betapa dia merasa Tuhan meninggalkannya. Bagian kedua isinya permohonan agar Tuhan menjawab doanya. Dan bagian ketiga adalah tindakan..apa yang akan dia lakukan.
Bagian pertama adalah apa yang sering kita lakukan…malah apa yang biasanya kita lakukan begitu mendapat masalah….”Berapa lama Tuhan Kau lupakan aku?” Seolah-olah masalah kita adalah masalah paling berat sedunia…”Tidak ada yang sayang padaku, bahkan Tuhan pun meninggalkan aku”
Semua orang pasti pernah mengalaminya, saat-saat di dasar lembah…Saat-saat di mana Tuhan seakan jauh…
Bagian kedua adalah apa yang kemudian kita lakukan…menjerit dan memohon “Pandanglah aku, jawablah aku Tuhan”.
Tapi bagian ketiga….?? Wuih, di butuhkan hati yang besar untuk melakukannya….Ini adalah tindakan aktif yang dilakukan orang percaya saat masalah datang…
1. Percaya pada kasih setia Tuhan
2. Hati bersorak-sorai
3. Mulut menyanyi
Guys, tiga bagian tubuh yang sangat ‘baik’ diajak kerjasama saat ada masalah itu adalah pikiran, hati, dan mulut, rite?
Pikiran “Tuh, bener kan, mana mungkin Tuhan mau menolong aku?”
Hati “Kasihan sekali aku ini, ditinggalkan dan tak berdaya”
Mulut…”Apa kabar?” jawab “Buruk…buruk sekali, ada saja masalah akhir-akhir ini”
Our composer said…..Ketika di dasar lembah….Saat terlihat tidak ada harapan, bahkan musuh meninggikan diri atas kita…AMBIL TINDAKAN BERANI….
Jangan memikirkan hal-hal negatif…pikirkan kasih setia Tuhan…dan percayalah
Jangan mengijinkan perasaan-perasaan negatif, sebaliknya, bersorak-sorailah karena Tuhan
Jangan mengatakan hal-hal negatif, sebaliknya, bernyanyilah…
Dalam pasal 13 ini tidak dikatakan pertolongan Tuhan….Pasal ini benar-benar berbicara masalah SIKAP….saat menghadapi masalah…
Dan percaya atau tidak…bukan masalah yang membedakan satu orang dengan orang lainnya….tapi SIKAP SAAT MENGHADAPI MASALAH….itulah yang membedakan setiap orang..
Saya selalu berpikir bahwa kisah penciptaan tidak sesederhana apa yang tertulis di kitab Kejadian..
Pasti ada suatu peristiwa alam besar,yang bahkan tak terselami oleh akal dan pikiran kita sebagai manusia..
Kitab Kejadian memang menulis bahwa Tuhan menjadikan bumi dalam waktu 6 hari…tapi enam hari menurut siapa?bukankah hari pertama belum ada matahari yang menjadi penanda hari dan waktu jaman sekarang??
Tapi kemudian saya berpikir…apapun yang terjadi beribu-ribu,bahkan berjuta-juta tahun yang lalu, saat bumi pertama diciptakan, yang jelas adalah bumi diciptakan oleh TUHAN..
Walau tak sesederhana itu,Kejadian 1 dapat mengajar kita sedikitnya 3 hal:
1. Tuhan adalah Tuhan yang teratur..Dia menciptakan makanan sebelum pemakan, tempat sebelum yang menempati. Apa jadinya jika manusia diciptakan pertama kali sebelum terang?? Waah,bisa gawat..
2. Tuhan adalah Tuhan yang mengerti..Dia tahu kebutuhan sebelum kita membutuhkannya. Menjadikan Hawa,sebelum Adam kesepian…woow
3.Tuhan adalah Tuhan yang menjadikan segala sesuatunya dengan sungguh amat baik. Di hari terakhir penciptaan Dia katakan bahwa “semuanya sungguh amat baik” dan bukan “lumayanlaaaah”
Jadi, apapun teori penciptaan yakinlah…bahwa TUHAN yang ada di balik penciptaan yang dahsyat itu..
Aku merindukan Tuhan….dan memutuskan untuk mencari-Nya
Aku masuki gedung gereja yang megah…
Dekorasi yang mewah…
Peralatan yang Mahal
Aku merindukan Tuhan….dan memutuskan untuk mencari-Nya
Aku berdiri di tengah jemaat-Nya
Suara musik terdengar menghentak…
Tak bedanya dengan yang biasa kudengar…
Di panggung nampak seorang …
Ah, aku bahkan tak tahu bagaimana menyebutnya
Dia berjingkrak dan melompat, sesekali melihat pada pemimpinnya yang berdiri di depan
dengan wajah berharap dan memohon…
Aku tak tahu siapa pemimpin yang berdiri di depan itu,
Mungkin dia adalah tangan kanan Tuhan.
Apakah pendapat dan seleranya begitu penting sehingga semua orang di depan melihat kepadanya?
Aku merindukan Tuhan…dan memutuskan untuk mencari-Nya
Aku duduk di tengah jemaat-Nya
Tak dapat kupejamkan mataku,
Lampu-lampu begitu temaram, gemerlapan, tampak begitu mewah
Kulihat sekelilingku, berbagai ekspresi ada di sana
Aku merindukan Tuhan….dan memutuskan untuk mencari-Nya
Aku bersiap untuk menyembah dan mendengar suara-Nya
Entah kenapa telingaku hanya menangkap hentakan musik yang keras
dan sesekali lengkingan gitar listrik yang memekakan telinga
juga suara rendah yang seolah menggetarkan jantungku…
Aku merindukan Tuhan…
Aku merindukan jemaatNya…
Tapi kemudian aku sadar..
Mungkin Tuhan tidak hanya dapat ditemui di gedung yang mewah itu…
Kalau memang Dia tidak berubah..
Kehadiran-Nya pastilah tidak dibatasi tempat dan waktu
Aku masih merindukan Tuhan…
Tapi kini…Aku akan mencari-Nya di tempat lain…
Aku akan mencari-Nya di tatapan anak-anak terlantar…
Aku akan mencari-Nya di penjara…
Aku akan mencari-Nya di panti jompo…
Aku akan mencari-Nya di rumah pesakitan..
Dan di tengah keheningan…
Aku akan memejamkan mataku,
berbicara padaNya..dan menantikan Dia berbicara padaku..
Dan kudengar Dia berkata,
“Baiklah kita bekerja bersama, kau dan Aku
Baiklah hatimu melekat dengan hati-Ku
Baiklah tanganmu menjadi tangan-Ku
Dan baiklah kakimu menjadi kaki-Ku
Dan kau akan menemukan-Ku”
Aku mencari Tuhan…
Dan kini sudah kudapati Dia…
Bukan di gedung itu…tapi di jalanan…
(Matius 25:31-46)