Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?


Aku menyanyi dengan baik
Aku berpenampilan baik
Aku melakukan semua dengan sempurna
Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?

Aku berkotbah dengan semangat
Aku menyiapkan bahan dengan baik
Aku memiliki gaya komunikasi yang sempurna
Semua jemaat menyukaiku
Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?

Aku bermain musik dengan baik
Teknikku tak ada yang menandingi
Aku berlatih setiap hari
Musikku membuat jemaat menyembah
Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?

Aku memikirkan kepentingan sosial
Aku membagi sembako pada mereka yang membutuhkan
Aku menjadi petugas sosial paling disukai
Aku dekat dengan mereka yang terabaikan
Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?

Mencuri kemuliaan?
Tidak, aku bukan pencuri
Lagipula bukankah kalau mencuri aku melakukannya diam-diam?
Tidak, aku bertanya pada-Mu,
Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?

Sedikit saja rasa bangga
Bahwa aku yang hebat
Bahwa aku yang luar biasa
Bahwa aku yang melakukan semuanya
Bahwa aku yang berhasil

Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?

Bukankah kau memberiku suara?
Bukankah kau memberiku kepintaran?
Bukankah kau memberiku kemampuan?
Tidakkah aku layak mendapat sedikit sanjungan?

Sedikit saja rasa bangga untuk diriku
Ya, hanya untuk diriku sendiri

Biarkan kepalaku membesar sedikit
Biarkan hatiku berbangga sedikit
Biarkan akal sehatku melayang sedikit
Menerima sedikit saja sanjungan?

Dengarlah tepuk tangan jemaat
Dengarlah pujian mereka
Dengarlah penyembahan mereka
Bukankah semua untuk-Mu?
Bukankah semua karena aku?

Katamu siapa yang memberimu suara?
Katamu siapa yang memberimu kepintaran?

…dan katamu siapa yang memberimu kemampuan?

Tentu saja Kau,
Aku mengakuinya bukan?
Kau yang memberikannya

Siapa yang menjadikanmu?
Siapa yang menebusmu?

Tentu saja Kau
Kau yang menjadikan aku
Membentukku sejak dalam kandungan

Di manakah engkau,
Ketika Aku meletakkan dasar bumi?
Ceritakanlah, kalau kau memang pintar

Siapakah yang telah menetapkan ukurannya?
Siapakah yang telah merentangkan tali pengukur padanya?
Siapakah yang memasang batu penjurunya?
Ceritakanlah kalau kau memiliki pengertian

Siapa yang telah membendung laut?
Siapa yang telah menjadikan awan dan bintang?

Pernahkah dalam hidupmu
Kau memerintahkan pagi agar datang?
Atau menunjukkan tempat fajar untuk terbit?

Apakah kau tahu jalan ke tempat terang
Atau tempat tinggal kegelapan?
Apakah kau tahu ikatan bintang Kartika
Apakah kau dapat membuka belenggu bintang Belantik?

Apakah kau tahu mengapa sayap burung berkepak
Apakah kau tahu dari mana tenaga kuda
Apakah kau tahu dari mana belalang dapat melompat
Apakah kau tahu dari mana kekuatan Elang

Apakah kau hendak berbantah dengan Aku?

Sesungguhnya aku ini terlalu hina
Bagaimana aku dapat menjawab-Mu
Bagaimana aku sanggup?

Bersiaplah engkau
Sekarang giliranku menanyai engkau
Apakah kemampuan seperti milik-Ku?
dapatkah kau membandingkannya dengan-Ku?

Lihatlah banyak orang yang congkak
Lihatlah betapa banyak orang yang jauh dari-Ku
Apakah aku membinasakan mereka?
Apakah aku kehilangan kesabaranku?

Ingatlah apa yang kuberi padaMu
Apakah Aku menghitungnya
Apakah Aku meminta imbalan?
Tak sanggupkah Aku mengambilnya kembali?

Tidak Tuhan
Bahkan Kau sabar terhadap aku
Orang congkak yang tidak tahu diri

Aku ini TUHAN,
telah memanggil engkau melakukan maksud-Ku
telah memegang tanganmu
telah membentuk engkau

Untuk membuka mata yang buta
Mengeluarkan orang hukuman dari tempat tahanan
Mengeluarkan orang yang duduk dalam gelap 

Aku ini TUHAN
Aku tidak akan memberikan kemuliaan-Ku pada yang lain

Ya Tuhan,
Kau menunjukkan kuasa-Mu
…dan aku tahu aku bukanlah apa-apa

Aku menyesal mengatakan semuanya
Aku tak memerlukan sedikit sanjungan dari orang lain
Jika Kau yang Maha Besar sanggup  menjadikan semesta
Bukankah seharusnya aku bersyukur dengan apa yang Kau beri padaku

Aku hanya alat di tangan-Mu
Aku hanya kurir pembawa pesan-Mu
Jadilah padaku seperti perintah-Mu
Biar ku katakan apa yang Kau inginkan
Biar ku lakukan apa yang Kau inginkan
…dan biar segala pujian, hormat, kemuliaan
hanya bagi-Mu

Aku telah memilih engkau
… dan tak akan menolak engkau
Jangan takut,
Sebab aku selalu menyertai engkau
Aku akan menolong engkau
Memegangmu dengan tangan kanan-Ku

Ah Tuhan,
Siapakah aku ini
Aku tahu sekarang
Aku tak membutuhkan sanjungan mereka
Aku tak akan menjadi lebih baik dengan itu

Hanya karunia-Mu yang memilihku
Hanya tangan-Mu yang memegangku
… dan hanya kata-kata-Mu yang menguatkanku
Itu cukup bagiku

Advertisements