How do you know Him?


Some people know Him as a long hair man
Live in the early centuries
Wearing long clothes
Not an expensive one

Some people know Him as an ordinary carpenter
Comes from ordinary family
Has an ordinary face
Living an ordinary life

Some people know Him as an eccentric teacher
Teaching from hills to hills
Teaching from fishing boat
Teaching something different
About kindness and love Continue reading

Seandainya pemuda itu ada


Seandainya pemuda itu ada,
Apa yang ada di pikirannya
Saat meminta harta warisan
Saat ayahnya masih hidup

Seandainya pemuda itu ada,
Apa yang ada di pikirannya
Saat mengambil harta itu
Memilih teman-teman daripada ayahnya Continue reading

Sulit sekali menemuimu, Tuhan


image

Tuhan,
Kata papaku, besok kami akan ke gereja
untuk bertemu dengan-Mu
untuk memandang wajah-Mu
untuk memuji nama-Mu

Sebenarnya aku tak mengerti
Mengapa kami hanya melakukannya hari Minggu
Apakah aku tak dapat bertemu dengan-Mu
di hari Senin, atau Selasa, atau Rabu
di hari Kamis, atau Jumat, atau Sabtu Continue reading

Tuhan yang Esa (seri doa anak suku)


image

Temanku berkata

Tuhanku satu
Esa tuhanku
Matahari di atas itu
Dia Tuhanku…
Bukankah dia begitu terang?
Begitu agung hingga tak mungkin aku tatap

Tuhanku satu
Esa tuhanku
Pohon yang ada di hutan
Kata orang umurnya ratusan tahun
Bukankah dia begitu rindang?
Memberi kesejukan hingga aku nyaman di bawahnya

Tuhanku satu
Esa tuhanku
Gunung besar di sana itu
Itu gunung tertinggi di wilayah ini
Bukankah dia begitu besar
Hingga kau tak mungkin mengalahkannya

Tuhanku satu
Esa tuhanku
Batu besar itu
Kata orang umurnya ribuan tahun
Ada sejak jaman mula-mula
Bukankah dia begitu megah
Hingga kau pasti mengaguminya

Aku berkata
Tuhanku satu
Esa tuhanku
Pencipta langit bumi
Nama-Nya bisa siapa saja
Aku tak mengenalNya

Teman-teman menertawakanku
Kata mereka, “sebaiknya pilihlah…
Satu hal yang besar untuk disembah
Namai sesukamu
jadikan dia tuhanmu”

Namun kurasa
Jika semua ini ada
Tentu ada yang membuatnya
KepadaNya aku berbakti

Siapa Dia
Apa mauNya
Apa keinginanNya
Aku tidak tahu

Dia yang ada sejak mula-mula
Besar..,
Agung…
Suci…
Kudus…

Namun,
Siapa Dia?
Dapatkah aku mengenalNya?
Siapa Nama-Nya?
Apa mau-Nya?

Bukankah yang terpenting adalah
Melakukan yang Dia mau
Memberi sesembahan dengan caraNya
toh Dia yang menerima

Jadi dalam diam aku berbisik
Mudah-mudahan Dia mendengarku
“Gusti pencipta…
kenalkah Kau padaku?
apakah Kau yang Esa?
Begitu banyak yang mengaku menyembah tuhan yang esa…
Apakah mereka semua benar?

Bagaimana seharusnya kupanggil namaMu?
Apa yang Kau mau?
Bagaimana seharusnya kuberi sesembahanku
Tuhan yang Esa,
Sudikah Kau menjawabku?

Kumohon,.. nyatakan diriMu padaku
Agar aku bisa menceritakan Engkau
Agar teman-teman tak lagi mengejekku
Agar aku bisa katakan pada mereka…
tuhan yang esa belum tentu Tuhan yang Benar
dan memperkenalkanMu pada mereka”

Sebuah pelajaran berharga dari anak-anak yang pulang ibadah


image

Hari ini, Menara Singer bernyanyi di GiA Lengkong Besar dalam rangka mencari donasi untuk Ibadah Bersama teman-teman mereka Pelajar Kristen SD Negeri14 Sept nanti.

Mereka bernyanyi di dua ibadah, siang dan sore, mendengar dua kali kotbah dengan tema berbeda yang mudah mereka pahami. Pertama mereka mendengar tentang “Mengenal Tuhan yang Perkasa”, kedua tentang “Spirit of Excellence”.

Sepulang dari ibadah kedua, kami masih membahas dengan mereka bagaimana seharusnya sikap yang harus ditunjukkan seseorang ketika memuji Tuhan. Kami mengingatkan mereka bahwa pujian dan penyembahan yang dinaikkan adalah untuk Tuhan, dan bahwa jangan sampai kita terlihat memuji Tuhan hanya ketika di atas mimbar saja (bukankah itu yang sering dilakukan kita, orang dewasa yang melayani mimbar? berjingkrak-jingkrak di panggung hanya untuk dilihat jemaat dan ‘mati gaya’ saat tidak bertugas melayani).

Hal ini kami bahas karena saat pujian mereka menyanyi tanpa ekspresi dan malah memperhatikan orang yang memuji dengan ekspresi, padahal mereka menunjukkan ekspresi luar biasa saat giliran mereka bernyanyi di mimbar.

Saya katakan bahwa setiap orang memiliki ekspresi sendiri saat memuji dan menyembah Tuhan. Tapi memilih untuk tidak berekspresi bukanlah salah satu ekspresi memuji Tuhan. Kita memuji dan menyembah Tuhan dengan segenap tubuh, hidup dan jiwa kita, untuk itu, tidak berekspresi bukanlah salah satu pilihan.

Saya sangat menyayangi anak-anak saya ini, dan mengagumi mereka. Baru saja, kekaguman saya pada mereka bertambah.

Saya kelelahan dan memutuskan untuk istirahat di salah satu ruangan ketika mereka, entah inisiatif siapa, mulai mengambil Alkitab, memilih salah satu pasal di Amsal, berbaca bergantian dan kemudian merenungkannya dipimpin murid kami yang tertua (biasanya saya hanya mengajar mereka untuk berdoa bersama sebelum tidur)

Saya sengaja memutuskan untuk tidak bergabung dengan mereka karena ingin mengetahui inisiatif mereka dan justru ingin belajar lebih banyak dari mereka.

Salah satu yang saya dengar adalah ketika mereka menyimpulkan “harus rajin belajar” untuk perintah “jadilah bijak”, disamping beberapa pelajaran lain yang mereka simpulkan seperti taat pada orangtus dan berbuat baik pada semua orang.

Setelah selesai, kemudian mereka berdoa bersama, meminta Tuhan menjadikan mereka anak yang baik, dan melindungi saat mereka tidur…

Ah,sungguh saya belajar lebih banyak dari mereka daripada dua kotbah hari ini (jangan salah, saya sangat diberkati oleh dua kotbah hari ini). Mereka tentu juga lelah hari ini. Tapi daripada memutuskan langsung tidur, mereka memutuskan belajar sesuatu sesuai porsi mereka dan menaatinya (saya yakin tidak banyak yang mereka pahami dari kotbah hari ini selain, “baca Alkitab tiap hari” yang diingatkan bapak pendeta).

Bukankah tepat Yesus berkata, “jika kita tidak menjadi seperti anak-anak kecil ini, kita tidak layak untuk kerajaan Surga”

Hadephobia


Hari ini kita akan membahas Phobia umum yang mungkin dimiliki hampir semua orang. Anda pasti tidak asing mendengar istilah HADES. Hades adalah kata lain dari Neraka, dan Hadephobia adalah KETAKUTAN SESEORANG PADA NERAKA.

Anda pasti mengatakan “Tunggu dulu! Bukankah pasti semua orang mengalami hal ini? Takut pada neraka?” Continue reading

Gnosiophobia


Hari ini kita akan membahas sebuah jenis ketakutan yang banyak menimpa orang-orang yang sudah berumur (walaupun tidak jarang juga menimpa anak muda). Sebuah penyakit psikologis yang umum dan sering dijumpai dalam jaman modern yang sering berkembang ini.

Penyakit Gnosiophobia ini paling sering saya jumpai dan sering membuat saya kesal, apalagi dalam profesi saya sebagai konsultan manajemen. Ada saja orang-orang penderita penyakit Gnosiophobia ini yang resisten dan menentang perubahan.

Tentu Anda bertanya-tanya, apa itu Gnosiophobia…? Continue reading

Gelophobia


Ketika membaca judul ini tentu Anda semua akan tertawa. Sebagian Anda mungkin berpikir bahwa Gelophobia adalah ketakutan dikata-katai “Gelo” oleh orang lain.

Beberapa hari yang yang lalu saya mendapat kata ini dari seorang teman (Thank you Ronny:-), merasa tertarik dan memutuskan untuk menuliskannya di sini.

Gelophobia, atau gelotophobia, atau geliophobia berasal dari bahasa Yunani “Gelos” yang berarti tertawa dan “phobias” yang berarti takut. Continue reading

Allodoxaphobia


Hari ini kita masih membahas tentang Phobia. Kalau kemarin kita membahas Panophobia dan Taphephobia, hari ini saya kita akan membahas Allodoxaphobia.

Allodoxaphobia adalah takut pada pendapat orang lain. Setiap orang (normal) mengasihi dirinya sendiri melebihi kasihnya kepada orang lain (itulah mengapa Yesus memerintahkan kita untuk mengasihi orang lain SEPERTI kepada diri sendiri).

Seorang normal yang mengasihi dirinya sendiri tidak suka ketika ada orang lain yang tidak mengasihinya atau berpandangan buruk mengenai dirinya. Dalam taraf tertentu yang berlebihan, penyakit psikologis ini dinamakan Allodoxaphobia, yaitu ketika seseorang merasa ketakutan berlebihan akan pendapat orang lain.  Continue reading

Taphephobia


Kalau kemarin saya membahas Panophobia yang artinya takut akan segala sesuatu, hari ini saya mau bahas Taphephobia. Reaksi saya ketika membaca definisi ini berbeda dengan ketika membaca Panophobia. Kalau saya tertawa membaca definisi Panophobia, saya bingung membaca definisi Taphephobia.

Buat Anda yang belum tahu, Taphephobia adalah “takut dikubur hidup-hidup”. Menurut saya, ini merupakan definisi yang terlalu dibuat-buat karena siapapun pasti takut jika ia dikubur hidup-hidup. Bahkan saya belum pernah mendengar ada negara yang memberlakukan hukuman mati “dikubur hidup-hidup” bagi terpidana matinya. Continue reading