Taphephobia


Kalau kemarin saya membahas Panophobia yang artinya takut akan segala sesuatu, hari ini saya mau bahas Taphephobia. Reaksi saya ketika membaca definisi ini berbeda dengan ketika membaca Panophobia. Kalau saya tertawa membaca definisi Panophobia, saya bingung membaca definisi Taphephobia.

Buat Anda yang belum tahu, Taphephobia adalah “takut dikubur hidup-hidup”. Menurut saya, ini merupakan definisi yang terlalu dibuat-buat karena siapapun pasti takut jika ia dikubur hidup-hidup. Bahkan saya belum pernah mendengar ada negara yang memberlakukan hukuman mati “dikubur hidup-hidup” bagi terpidana matinya.

Mengubur hidup-hidup seseorang terdengar sangat kejam dan tidak berperikemanusiaan. Bahkan terlalu mengerikan untuk dibayangkan oleh siapapun. Tidak perlu membuat istilah baru karena semua orang pasti takut jika membayangkan dirinya akan dikubur hidup-hidup. Tidak perlu menderita Taphephobia untuk merasa ketakutan setengah mati jika akan dikubur dalam keadaan hidup.

Bicara soal mengubur dalam keadaan hidup-hidup,… saya jadi teringat perumpamaan Tuhan Yesus tentang seorang hamba yang mengubur talentanya. Kita ketakutan jika dikubur hidup-hidup tapi kita tidak takut mengubur potensi yang Tuhan berikan kepada kita. Dalam istilah yang lebih ekstrim, kita dengan sadar mengubur hidup-hidup diri kita di masa depan.

Anda tentu berkata “bagaimana mungkin saya mengubur diri saya di masa depan?”

Potensi adalah sesuatu yang kita miliki, yang akan berkembang dan mencapai maksimal di masa yang akan datang. Ketika kita mengubur potensi kita, artinya kita sedang mengubur “seperti apa seharusnya kita jadi” di masa yang akan datang. Tidak ada yang suka mengubur dirinya sendiri di masa depan jika pilihan terletak di tangannya. Namun ada saja orang yang melakukannya, dengan bermalas-malasan dan hidup sesuka hatinya.

Tuhan tidak suka orang yang malas. Beberapa kali dalam Firman Tuhan (Alkitab dan kitab suci lain), disebutkan betapa Tuhan membenci orang yang malas. Kenapa? Karena manusia diciptakan dengan potensi yang besar. Kemalasan sama dengan mengubur dirinya sendiri di masa yang akan datang.

Baik, sekarang mari kita bicara soal anak-anak. Hal yang sering terjadi adalah orangtua atau keadaan yang mengubur hidup-hidup seorang anak di masa depan. Bill Wilson pernah berkata, “seorang anak tidak akan menjadi sebagaimana mereka seharusnya jika tidak ada yang campur tangan”.

Anda kemudian mungkin bertanya, “siapa yang tahu jadi apa seorang anak di masa yang akan datang?”. Jawabannya “tidak ada! hanya Tuhan yang tahu”. Masalahnya bukankah apakah kita tahu jadi apa seorang anak nanti, tapi apakah mereka memiliki kesempatan untuk menjadi seperti apa yang Tuhan sudah tetapkan.

Memang benar, ketika Tuhan memiliki rencana terhadap seseorang, Ia tentu memberi sekeranjang perlengkapan untuk melengkapinya. Tapi, harus ada orang yang mengeluarkan isi keranjang itu… Anak-anak tidak dapat melakukannya sendiri.

Pelajar Kristen Sekolah Dasar Negeri adalah mereka yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi bawah ke bawah sekali. Mereka menyekolahkan anak-anak mereka di Sekolah Dasar Negeri (dan bukan di sekolah kristen) karena masalah biaya.

Ketika saya mengadakan acara di beberapa tempat, saya biasa bertanya pada anak-anak ini, “kalian mau jadi apa”. Banyak di antara mereka ingin jadi tentara, polisi, pilot dan cita-cita lainnya yang kurang lebih sama dengan cita-cita anak kota. Namun kita semua tahu, kesempatan untuk mereka lebih sedikit.

Saya mengatakan ini bukan karena saya merasa sanggup memberi mereka kesempatan. Tapi saya rindu mengajak Anda, pembaca untuk bersama-sama saya memberi mereka kesempatan, mengeluarkan mereka dari “kuburan” di masa yang akan datang.

Pelayanan Menara akan mengadakan Ibadah Bersama untuk Pelajar Kristen Sekolah Dasar Negeri pada tanggal 14 September 2013 yang akan datang. Target kami adalah 1000 anak yang jika ada orang yang mau terlibat, maka mereka akan memiliki kesempatan yang lebih baik.

Jika Anda mau melayani mereka bersama kami, Anda dapat hadir dan sebelumnya mengikuti FREE WORKSHOP AND TRAINING untuk PECINTA ANAK yang akan diselenggarakan tiga kali berturut-turut: 24, 31 Agustus dan 7 September. Informasi selengkapnya bisa dilihat di  www.menara-ministries.org.

Jadi….Apakah Anda Taphephobia??? Mulailah dengan memaksimalkan potensi yang sudah Tuhan berikan kepada Anda… Sebelum Anda mengubur diri sendiri di masa yang akan datang.

Advertisements

One thought on “Taphephobia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s