Panophobia


Suatu istilah yang saya baca di twitter yang membuat saya ketawa (nyaris) terpingkal-pingkal dan memutuskan segera meneruskannya pada adik saya adalah PANOPHOBIA. Menurut akun tersebut, Panophobia adalah gejala di mana seseorang merasa takut pada segalanya.

Takut adalah perasaan yang buruk. Saya pernah menuliskannya dalam buku “Letters From Parents” mengenai hal ini. Takut adalah perasaan yang buruk, namun bisa jadi suatu indikasi bahwa sesuatu yang salah sedang terjadi.

Namun, Panophobia tidak seperti itu. Panophobia bukanlah sebuah indikasi bahwa sesuatu yang buruk sedang terjadi. Panophobia adalah suatu penyakit psikologis akut yang dapat menyerang manusia.Suatu kekuatiran berlebihan terhadap segala hal. Awalnya terdengar lucu ketika kita mendengar definisi dari Panophobia ini, bukan? Tapi penyakit ini diderita oleh beberapa orang di sekitar kita, mungkin juga Anda.

Ketakutan yang diderita mereka yang terkena Panophobia tidak dapat dideskripsikan. Mereka takut terhadap hal-hal non spesifik yang bahkan mereka sendiri tidak dapat jelaskan kenapa mereka takuti. Hal terburuk dari penyakit psikologis ini adalah biasanya berakhir dengan bunuh diri dan kematian.

Beberapa pertanyaan kunci adalah

  1. Kenapa seseorang bisa menderita Panophobia?
  2. Kapan seseorang bisa terserang Panophobia?
  3. Apakah Panophobia bisa disembuhkan?

Tidak adanya iman atau keyakinan pada kuasa yang lebih besar merupakan jawaban paling mudah dari pertanyaan ini. Beberapa kamus mendefinisikan bahwa Panophobia adalah ketakutan bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi. Kekuatiran berlebihan bahwa sesuatu yang buruk akan menimpanya merupakan akibat dari tidak adanya keyakinan dalam dirinya bahwa ia dipelihara oleh Yang Maha Kuasa. 

Namun bukan berarti orang beragama akan terbebas dari bahaya Panophobia. Bahkan seorang pendeta pun dapat terserang penyakit ini. Kapan? Ketika ia tidak melibatkan Tuhan dalam setiap rencana yang ia buat. Ketika ia merasa bahwa Tuhan hanyalah penonton dari sebuah panggung sandiwara yang berlangsung setiap hari di bumi.

Jadi, dua hal penyebab Panophobia menurut saya, ketika seseorang tidak memiliki keyakinan terhadap pemeliharaan Yang Maha Kuasa, dan ketika seseorang terlalu arogan untuk melibatkan Yang Maha Kuasa dalam setiap rencananya.

Akibat dari Panophobia bisa bervariasi, berbeda untuk setiap orang. Seorang dengan tingkat kecerdasan tertentu yang terlalu arogan hingga mengalami Panophobia mungkin akan mengatasinya dengan bersikap over protektif. Membuat rencana berlapis-lapis, memperlengkapi diri dengan banyak hal. Sementara seorang yang memiliki sifat introvert cenderung akan mengurung diri, mengasihani diri, dan akhirnya membunuh diri.

Apakah Panophobia bisa disembuhkan?

Banyak orang mencoba menyembuhkan Phobia dengan hipnoterapi. Mencoba menggali masa lalu si penderita yang mungkin menjadi penyebab Phobianya. Saya tidak tahu bagaimana persisnya, tapi sepertinya cara ini cukup ampuh (buktinya adalah banyak orang menggunakannya).

Walau ada alternatif pengobatan seperti hipnoterapi, saya tetap berpikir bahwa ketakutan atau kekuatiran harus disembuhkan dengan KEPUTUSAN. Ya….keputusan untuk mengatasi ketakutan dan tidak takut lagi. Keputusan yang didasari oleh suatu pemahaman bahwa manusia memiliki pencipta luar biasa yang selalu ada saat mereka membutuhkan. Pencipta yang memperlengkapi manusia dengan perasaan, kehendak dan akal budi, dan Pencipta yang berjanji bahwa Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan bagi siapapun yang mengasihi Dia.

Jadi…apakah Anda Panophobia? Ingatlah…Anda memiliki Pencipta yang mengasihi Anda.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s