Kembali…


Dia bukan seorang wanita yang pintar, tidak mengenyam bangku kuliah. Ia bahkan berhenti di kelas 2 SMA karena keterbatasan biaya. Sedangkan suaminya, seorang insinyur yang sedang meningkatkan karirnya.

Hari-hari pertama saat kepergian suaminya adalah hari-hari yang berat. Uang yang ada di dompetnya adalah uang belanja terakhir yang diberikan suaminya seminggu sebelumnya. Hanya bisa menghidupi dirinya dan anak-anaknya selama dua hingga tiga minggu saja. Itu pun jika ia tidak harus membayar uang sekolah anak-anaknya.

Ia seorang wanita berusia awal tiga puluhan yang masih terlihat begitu cantik, masih menarik perhatian kaum pria jika ia berjalan seorang diri. Continue reading

Yang terakhir…diselamatkan juga


Kepalanya terkulai
Sebentar lagi dia akan dihukum mati
“Tapi setidaknya, aku tak disiksa seberat dia”

Dia melihat ke sampingnya,
Seorang yang berbadan cukup besar
Tapi tampangnya sudah sangat hancur
Mukanya rusak
Kulitnya terkelupas di sana-sini
Tubuhnya benar-benar hancur

Dia berpikir sesaat
“Kesalahanku besar, tapi aku tak mendapat siksaan seperti itu
Apa yang sebenarnya dia lakukan” Continue reading