Happy 61st Birthday, MAMA!


Ketika seorang gadis berubah menjadi wanita,
Mama adalah sahabatnya

Ketika seorang gadis berubah menjadi wanita,
Mama adalah penasihatnya

Ketika seorang gadis berubah menjadi wanita
Ia baru menyadari…
… bahwa peran ‘antagonis’ yang dimainkan mama di rumah
hampir setiap hari saat dirinya masih kecil
… adalah karena kasihnya
… adalah didikan yang berharga Continue reading

Happy 64th birthday, papa!


image

Seorang papa adalah
Dia yang berdebar-debar
di hari kelahiranmu
Bersiap dengan nama untukmu

Seorang papa adalah
Dia yang bangga padamu
Menggendongmu dengan senyum
dan ingin berteriak
“Lihat…ini gadis kecilku” Continue reading

Profesional itu…


Anakku,

Kau mungkin sering mendengar istilah PROFESIONAL
Mungkin kau pikir itu bukan urusanmu
Mungkin kau pikir itu hanya untuk orang dewasa
Karena orang dewasa yang meributkannya

Hari ini aku mau menjelaskannya
Apa arti profesional itu
Apa maknanya dalam kehidupan
Apakah benar itu hanya milik orang dewasa Continue reading

Sebuah pelajaran berharga dari anak-anak yang pulang ibadah


image

Hari ini, Menara Singer bernyanyi di GiA Lengkong Besar dalam rangka mencari donasi untuk Ibadah Bersama teman-teman mereka Pelajar Kristen SD Negeri14 Sept nanti.

Mereka bernyanyi di dua ibadah, siang dan sore, mendengar dua kali kotbah dengan tema berbeda yang mudah mereka pahami. Pertama mereka mendengar tentang “Mengenal Tuhan yang Perkasa”, kedua tentang “Spirit of Excellence”.

Sepulang dari ibadah kedua, kami masih membahas dengan mereka bagaimana seharusnya sikap yang harus ditunjukkan seseorang ketika memuji Tuhan. Kami mengingatkan mereka bahwa pujian dan penyembahan yang dinaikkan adalah untuk Tuhan, dan bahwa jangan sampai kita terlihat memuji Tuhan hanya ketika di atas mimbar saja (bukankah itu yang sering dilakukan kita, orang dewasa yang melayani mimbar? berjingkrak-jingkrak di panggung hanya untuk dilihat jemaat dan ‘mati gaya’ saat tidak bertugas melayani).

Hal ini kami bahas karena saat pujian mereka menyanyi tanpa ekspresi dan malah memperhatikan orang yang memuji dengan ekspresi, padahal mereka menunjukkan ekspresi luar biasa saat giliran mereka bernyanyi di mimbar.

Saya katakan bahwa setiap orang memiliki ekspresi sendiri saat memuji dan menyembah Tuhan. Tapi memilih untuk tidak berekspresi bukanlah salah satu ekspresi memuji Tuhan. Kita memuji dan menyembah Tuhan dengan segenap tubuh, hidup dan jiwa kita, untuk itu, tidak berekspresi bukanlah salah satu pilihan.

Saya sangat menyayangi anak-anak saya ini, dan mengagumi mereka. Baru saja, kekaguman saya pada mereka bertambah.

Saya kelelahan dan memutuskan untuk istirahat di salah satu ruangan ketika mereka, entah inisiatif siapa, mulai mengambil Alkitab, memilih salah satu pasal di Amsal, berbaca bergantian dan kemudian merenungkannya dipimpin murid kami yang tertua (biasanya saya hanya mengajar mereka untuk berdoa bersama sebelum tidur)

Saya sengaja memutuskan untuk tidak bergabung dengan mereka karena ingin mengetahui inisiatif mereka dan justru ingin belajar lebih banyak dari mereka.

Salah satu yang saya dengar adalah ketika mereka menyimpulkan “harus rajin belajar” untuk perintah “jadilah bijak”, disamping beberapa pelajaran lain yang mereka simpulkan seperti taat pada orangtus dan berbuat baik pada semua orang.

Setelah selesai, kemudian mereka berdoa bersama, meminta Tuhan menjadikan mereka anak yang baik, dan melindungi saat mereka tidur…

Ah,sungguh saya belajar lebih banyak dari mereka daripada dua kotbah hari ini (jangan salah, saya sangat diberkati oleh dua kotbah hari ini). Mereka tentu juga lelah hari ini. Tapi daripada memutuskan langsung tidur, mereka memutuskan belajar sesuatu sesuai porsi mereka dan menaatinya (saya yakin tidak banyak yang mereka pahami dari kotbah hari ini selain, “baca Alkitab tiap hari” yang diingatkan bapak pendeta).

Bukankah tepat Yesus berkata, “jika kita tidak menjadi seperti anak-anak kecil ini, kita tidak layak untuk kerajaan Surga”

Matahari atau Taurat ?? (Mazmur 19)


Setelah merenungkan berhari-hari dan berbulan-bulan serta berusaha mencari beberapa referensi, akhirnya saya memutuskan untuk memberanikan diri memasuki Mazmur 19. Sebuah bagian dari kitab Mazmur yang merupakan gabungan dari dua bagian terpisah. Bagian pertama pemazmur menceritakan kekagumannya akan kebesaran karya Tuhan, sementara bagian kedua pemazmur menceritakan mengenai kekagumannya akan Sang Pencipta itu sendiri.

CS. Lewis pernah mengatakan bahwa siapapun dia, manusia memiliki suatu kekaguman dalam dirinya, suatu pengakuan akan adanya Yang Maha Mulia, suatu pribadi yang menciptakan semesta ini dan manusia itu sendiri. Ya memang, matahari, bulan, langit, laut dan seluruh ciptaan Tuhan menceritakan kemuliaan-Nya, menggugah kesadaran manusia bahwa “Tuhan itu ada”. Continue reading

Valentine yang mana?


Hari ini, para kekasih dan anak-anak yang terpengaruh jaman modern merayakan Valentine. Mall dan tempat-tempat umum dihias dengan warna pink dan hiasan cinta. Mereka mengirimkan hadiah-hadiah semacam coklat dan bunga untuk orang-orang yang mereka kasihi.

Kalau ditanya, apakah Anda tahu sejarah hari Valentine, mungkin hanya sedikit yang mengetahuinya. Nah, saya mau coba ceritakan asal mula perayaan Valentine… Agak panjang, tapi saya harap dapat menambah pengetahuan kita semua… Continue reading

2012 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2012 annual report for this blog. Thank you for all my readers…

Here’s an excerpt:

600 people reached the top of Mt. Everest in 2012. This blog got about 5,100 views in 2012. If every person who reached the top of Mt. Everest viewed this blog, it would have taken 9 years to get that many views.

Click here to see the complete report.

Happy 60th birthday, Mama…


Mama adalah…
Seseorang yang kau piutangi paling banyak…
Hidupmu adalah pemberian Tuhan
Dengan pertaruhan nyawa mamamu…

Perkembanganmu adalah anugerah Tuhan
Dengan bantuan hikmat mamamu

Kemampuanmu bicara adalah pemberian Tuhan
Dengan kesabaran dan kepandaian mamamu

Begitu banyak lagu dibuat untuk para mama
Hari ibu dirayakan dimana-mana
Banyak orang menggambarkan mamanya
… sebagai sosok yang rela berkorban,
… sebagai sosok tanpa daya yang menerima apa saja dengan tabah
… sebagai ahli masak dan ahli cuci seperti di iklan kecap dan detergen
… atau jagoan dengan peran ganda, rumah tangga dan karir

Aku menggambarkan mamaku sebagai guru besar
… mengajarkan arti hidup,
… mengajarku menghargai tiap waktu
… mengajarku disiplin
… mengajarku konsekuensi
… mengajarku bicara
… mengajarku berjalan
… mengajarku membaca
… mengajarku berpikir
… mengajarku kreatif
… mengajarku mengalah
… mengajarku tentang cinta

image

Aku menggambarkan mamaku sebagai guru besar
Yang pertama kali mengetahui segala sesuatu tentangku
… kapan aku mengucapkan kata pertamaku
… kapan aku mulai meginjakkan kakiku ke tanah
… kapan aku bisa menyebutkan huruf R
… kapan aku bisa membaca
… tentang nilai rapotku
… tentang sifatku
… tentang bagaimana membujukku
… tentang cara yang tepat menghadapiku
… tentang bagaimana mendisiplinku

Aku menggambarkan mamaku sebagai guru besar
Di mana penilaiannya penting untukku,
Saat mama berkata, “hebat euy”
Hatiku melambung bangga
Saat mama berkata, “euh, sayang ya…”
Aku berjanji akan berusaha lebih baik

Aku menggambarkan mamaku sebagai guru besar
Tak pernah marah untuk nilai sekolahku
Namun marah saat aku tidak taat
Tak pernah marah untuk nilai rapotku
Namun marah untuk nilai kehidupan yang buruk

Aku menggambarkan mamaku sebagai guru besar
Tahu kapan marah padaku
Membantuku menjadi lebih baik
Tahu kapan memukul
Membantuku untuk menyadari kesalahanku
Tahu kapan mengobati
Membuatku tetap ingat
Semua yang mama lakukam
…adalah karena cinta
…untuk kebaikanku

Hari ini ulangtahunmu ke 60, mama
Sulit merangkai indah kata untukmu,
Karena semuanya tak kan sanggup menggambarkan kasih
Tak kan sanggup menggambarkan pengorbanan
Tak kan sanggup menggantikan apa yang kau berikan

Hanya doa dalam hati
Untuk kesehatan,
Untuk kekuatan,
Untuk semua hal baik
Yang memang Tuhan sediakan untuk mama…

Selamat ulangtahun mama
Greissia sayang mama…!!

image

Song for mama: klik di sini

Antara Sombong, Minder dan Iri hati


Baru-baru ini seorang ibu menuduh saya sirik terhadap anak perempuannya yang berselisih usia beberapa tahun lebih muda dari saya. Dengan segala kerendahan hati, saya berpikir dan menganalisa diri saya dengan beberapa pertanyaan ini, “apakah benar saya sirik? jika ya, kenapa saya harus sirik? Apakah ada sesuatu dalam dirinya yang bisa membuat saya sirik?” Jika saya menyampaikan pertanyaan itu, tentunya orang-orang akan mencap saya sombong  (walau saya lebih memilih dikatai sombong atau arogan daripada sirik pada anak ibu itu).
Continue reading