Jenderal yang Lelah, Macan yang Terluka


Begitu banyak pertarungan
Begitu banyak peperangan
Tak pernah sekalipun ia kalah
Walau dengan kekerasan
Dia harus menang

Begitu banyak medan tempur
Begitu banyak mayat gugur
Tak pernah sekalipun iya kalah
Walau harus membunuh
Dia harus menang Continue reading

Bukan Sekedar Mimpi


Suatu saat nanti
Orang akan melihat Indonesia
dan mengingat alamnya yang indah
Sawah dan ladang…
Gunung dan hutan…

Suatu saat nanti
Orang akan melihat Indonesia
dan mengingat penduduknya yang ramah
Murah senyum dan riang
Berbudi luhur dan sopan Continue reading

Ketika Satu Orang Mengubah Negeri


Nak, aku pernah mengatakan…
Jadilah orang yang berdampak
Jadilah orang yang berpengaruh
Jadilah orang yang diperhitungkan

Untuk membawa kebaikan
Untuk membawa perubahan
Untuk membawa perbaikan

Lihatlah negara ini
Setelah bertahun-tahun
Masyarakat skeptis dan apatis pada pemerintah Continue reading

Tasniem, Seorang Anak yang Membela Ayahnya


Beberapa hari belakangan, Media Sosial dihebohkan dengan surat terbuka seorang wanita bernama Tasniem Fauzia Rais, anak seorang politikus bernama Amien Rais.

Tulisan saya kali ini tidak ditujukan untuk membalas surat terbukanya (yang sudah dibuat secara luar biasa oleh Mbak Dian Paramita), juga tidak untuk mencaci maki Tasniem, walau saya sama sekali tidak setuju dengan apa yang ditulisnya.

Mundur ke belakang kita mengetahui dari pelajaran sekolah bahwa Lembaga tertinggi di Negara Pancasila ini adalah MPR, dan bahwa Amien Rais pernah duduk sebagai ketuanya. Sebagai seorang puteri dari Ketua Lembaga tertinggi negara, saya membayangkan bahwa Fauzia muda memiliki rasa bangga luar biasa akan jabatan ayahnya ini, walau dibungkus dengan baik dalam kostum yang bersahaja seperti kata Dian Paramita dalam tulisannya. Continue reading

Logika, Fakta, Data dan Hati Nurani


Debat capres kemarin meninggalkan banyak jejak si media sosial. Mulai dari komentar iseng para awam yang merasa tidak mengerti sepatah katapun yang diucapkan para capres, orang setengah pintar yang merasa pintar, dan tanggapan para ahli dari kedua kubu yang berusaha menjatuhkan kubu lawan.

Komentar-komentar yang berseliweran di media sosial menegaskan satu hal pada kita: sesuatu yang sama bisa dilihat dari banyak sudut pandang tergantung dimana kita berdiri… Continue reading

Pencitraan, Reputasi dan Tekanan…


Suatu kata yang menjadi marak menjelang pemilu adalah “pencitraan”. Pencitraan adalah ketika seseorang berusaha memberikan citra / image positif di mana orang yang melihatnya.

Sebenarnya “pencitraan” merupakan bentuk halus dari sebuah kata makian yang kita kenal sejak lama, yaitu “cari muka”, bedanya pencitraan dilakukan pada saat-saat di mana penilaian akan dilakukan.

Jika Anda seorang guru atau guru sekolah minggu, Anda akan tahu trik ini: “siapa yang duduk palin rapi akan mendapat hadiah…”, kemudian terjadilah di depan hidung saudara, anak-anak itu melakukan pencitraan… Continue reading

Potensi Remaja


Anakku,
Aku tahu kalau kau anak yang baik
Setiap orang memiliki potensi untuk menjadi baik
Karena nafas Sang Pencipta yang Maha Baik
…ada pada kita

Namun sayangnya,
Setiap manusia pun memiliki potensi
Untuk membangkang dan menjadi jahat
Karena kita masih tinggal di dunia yang penuh dosa Continue reading

Kembali…


Dia bukan seorang wanita yang pintar, tidak mengenyam bangku kuliah. Ia bahkan berhenti di kelas 2 SMA karena keterbatasan biaya. Sedangkan suaminya, seorang insinyur yang sedang meningkatkan karirnya.

Hari-hari pertama saat kepergian suaminya adalah hari-hari yang berat. Uang yang ada di dompetnya adalah uang belanja terakhir yang diberikan suaminya seminggu sebelumnya. Hanya bisa menghidupi dirinya dan anak-anaknya selama dua hingga tiga minggu saja. Itu pun jika ia tidak harus membayar uang sekolah anak-anaknya.

Ia seorang wanita berusia awal tiga puluhan yang masih terlihat begitu cantik, masih menarik perhatian kaum pria jika ia berjalan seorang diri. Continue reading

Hari yang tidak biasa


Andai aku ada di sana kala itu,
Saat fajar menyingsing
Ketika embun turun membasahi bumi
Hari yang terlihat biasa saja

Namun bagi prajurit,
Hari itu sama sekali tidak biasa
Saat cahaya menyilaukan mata
Dan kesadaran seketika menghilang Continue reading

Aku dan anak hilang itu…


Sebuah cerpen …

Dalam kepalaku masih terngiang cerita Ayahku, tentang seorang anak hilang yang memiliki orangtua kaya, namun tidak tahu bersyukur…kemudian meminta warisan dari ayahnya yang masih hidup, menghamburkannya, jatuh miskin dan memutuskan untuk pulang…

Ayahku sering menceritakan kisah itu. Mula-mula aku merasa iba pada anak itu, karena jatuh miskin dan harus makan makanan babi. Namun seiring dengan pertambahan usia, kita melihat segala sesuatu dengan kacamata berbeda. Continue reading