Other Project “Letters from Parents”


Dengan semangat yang sama, saya sedang menyiapkan sebuah proyek buku yang diberi judul “letters from parents”. Buku ini ditujukan untuk orangtua sebagai masukan dalam memberi nasihat untuk anak-anaknya.

Terinspirasi oleh papa saya yang luar biasa dalam memberi nasihat-nasihat dan jawaban-jawaban untuk anak sulungnya yang luar biasa cerewet, selalu ingin tahu dan tidak bisa diam. Juga terinspirasi oleh apa yang terjadi di sekitar kita dewasa ini.

Berbeda dengan buku “the Witnesses”, dalam buku ini saya memberanikan diri untuk mengedit sendiri kata-kata di dalamnya sambil meminta masukan dari para pendeta dan motivator yang profesional untuk isinya.

Sangat berharap bahwa kata-kata dalam buku ini bisa jadi berkat buat para orangtua dan anak…

Saat ini beberapa hamba Tuhan sedang membantu saya menuliskan kata pengantar dan masukan. Terimakasih buat Pdt Gagan Gunawidjaja dari House for All nations International Church – Vancouver yang sudah mengirimkan kembali kata pengantarnya, saya sungguh berterimakasih, terutama untuk masukan-masukannya. Continue reading

Ketika Kau dalam Masalah


Anakku,
Kebanyakan orangtua mengatakan,
Terima apa yang menjadi bagianmu
…dengan sabar,
…dengan setia,
…dengan tabah

Aku tak akan mengingkari
Bahwa itu nasihat yang baik
Tapi aku ingin kau ingat satu hal Continue reading

Tidak, bukan mereka!!


Orang bilang anak-anak sekarang payah
Mereka menginginkan sesuatu yang serba instan
Tidak suka proses dan ingin cepat

Tapi…
Bukankah itu yang kita ajarkan
Mulai dari operasi caesar dan susu formula
Mulai dari pampers pengganti popok
Kita pun ingin menjadi orangtua instan

Orang bilang anak-anak sekarang payah
Tidak ada inisiatif dan harus selalu diingatkan
Inginnya main dan bersenang-senang Continue reading

Dari Balik Jeruji Besi


Waktu balita aku suka mendorong temanku
Saat mereka tak mau memberikan mainannya
Tapi orangtuaku hanya tersenyum melihatku
Mengatakan betapa lucunya aku
Ku kira mereka senang…

Waktu anak-anak aku suka memukul temanku
Saat mereka tak mau memberikan uang jajannya
Orangtuaku dipanggil ke sekolah
Tapi mereka membelaku
Mengatakan bahwa semua salah mereka
Dan sejak itu aku diberi uang lebih banyak

Yaaah, ku kira memang bukan salahku

Waktu remaja aku mulai mencoba rokok
Lama kelamaan minuman keras
Orangtuaku tahu saat aku suka mabuk
Tapi mereka hanya diam
Ku pikir mereka tidak keberatan

Ayahku selalu bilang
Bahwa dia terlalu sibuk
Karena itu aku harus bisa mengurus diriku sendiri
Harus bisa membela diriku dari apapun
Kalau aku memukuli orang…
Itu karena aku sedang mengurus diriku sendiri

Ibuku selalu bilang
Bahwa aku adalah anak kesayangannya
Dia tidak pernah marah padaku
Dia selalu menimpakan semua kesalahanku pada dirinya
Katanya itu karena dia terlalu sibuk bekerja

Teman-temanku selalu bilang
Hidup ini harus diisi dengan kesenangan
Dan kesenangan itu dapat diusahakan
Kesenangan itu membuat kita melupakan masalah
Dan mereka memberiku kesenangan dalam pil putih itu

Yaa…aku memang merasakan kesenangan
Membuatku lupa akan segalanya
walau menguras uangku…
bahkan uang orangtuaku

Tapi orangtuaku tak pernah marah
Mereka memberi apa yang aku minta
Terkadang memang aku mengancam mereka
Tapi mereka selalu memberi dengan diam
Aku pikir mereka tidak keberatan

Suatu saat aku sedang berpesta
Aku tak tahu apa yang terjadi
Polisi-polisi itu datang
Dan saat sadar aku ada di balik jeruji besi

Dari tuntutan yang dibacakan
Katanya aku mengacau di pesta
Menusuk beberapa orang
Sampai sekarat…

Seandainya saja waktu bisa berulang
Adakah yang bisa ku perbaiki?
tapi….di mana aku harus memulai
Memperbaiki semuanya?

Note:

Liat iklan di mana balita mengamuk dan mendorong temannya, merebut mainannya…Dan di belakangya suara presenter “lihatlah tingkah lucu buah hati Anda”…

Parents, kejahatan harus dicegah sejak dini… Setiap bayi dikandung dan lahir sebagai orang berdosa…punya kecenderungan untuk berbuat jahat…tugas kita adalah mengarahkannya sejak dini agar mereka mengetahui mana yang baik dan buruk….

Lebih baik mereka menangis saat balita…ketika Anda mendisiplin mereka….Daripada mereka menangis saat dewasa, sebagai korban kurangnya disiplin dari orangtua…

Hajarlah anakmu selagi masih ada harapan, tapi jangan engkau mengharapkan kematiannya

Amsal 19:18

GBU parents…

Investasi termahal


Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
Lebih besar dari gedung sekolah yang mahal
Lebih besar dari gaji orangtua selama bertahun-tahun
Lebih besar dari gaji seumur hidup dari guru yang terbaik
Lebih besar dari biaya royalti seorang programmer
Lebih besar dari air mata dan keringat seorang pendeta
Lebih besar dari kurikulum yang didatangkan dari negara manapun

Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
Mata…yang dapat memancarkan harapan dan bukan kemarahan
Telinga…yang siap mendengar bahkan cerita yang sepele skalipun
Mulut…yang siap mengajar, tertawa, dan marah pada porsi yang tepat, waktu yang tepat
Tangan…yang siap membantu, dan menepuk bahu
Kaki…yang siap berjalan bersama mereka

Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
Kesabaran…bahkan ketika mereka melakukan kesalahan yang sama ratusan kali
Kemurahan hati…bahkan ketika kita harus memberikan hal terakhir yang kita miliki
Hikmat…bahkan ketika kita dalam keadaan terjepit dan sangat lelah
Kesetiaan…bahkan ketika mereka tidak mempercayai kita
Ketekunan…bahkan ketika tidak ada dasar lagi tuk berharap

Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
Keteguhan hati… untuk terus melakukannya sampai akhir
Penyangkalan diri…untuk terus melakukan apa yang benar

Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
waktu…
hati…
pikiran…
HIDUP…

Kalau dipikir-pikir…bukankah itu yang sudah Tuhan lakukan bagi kita?

untuk semua pelayan anak…God Bless You

Anak dua tahun merokok


Seorang teman memberikan saya info mengenai anak dua tahun kecanduan rokok. Saya kemudian membuka link yang dimaksud dan melihat..

Tebak….Seorang anak dua tahun dari INDONESIA kecanduan rokok… Ya..kecanduan…artinya bukan saja merokok untuk iseng, tapi benar-benar merokok karena tubuhnya membutuhkannya…

Dan tebak lagi berapa banyak rokok yang dia harus hisap dalam sehari? 40 BATANG…dapat Anda hitung, berapa bungkus rokok yang dia hisap dalam sehari?

Berat tubuhnya saat ini empat kali berat normal anak berusia dua tahun

Apakah Anda penasaran? Bagaimana mungkin seorang anak dua tahun merokok segitu banyak? Siapa yang mengajari? Continue reading