Terlambatkah?


[Lagi suka membuat cerpen (sangat) pendek]

Aku memiliki anak di usia yang sangat muda. Ketika cinta membutakan mata dan bayangan rumah tangga seindah cerita Cinderella. Terus terang saja, kami tak siap ketika tiba-tiba kami memiliki anak. Bukannya kami tak tahu bahwa resiko pernikahan itu adalah anak, tapi kami tak siap dengan apa yang akan kami lakukan pada anak itu… maksudku, selain memberinya makan dan menjaganya tetap hidup.

Anakku lucu sekali sejak kecil. Kakek dan neneknya sangat memujanya, memberikan semua yang ia inginkan, mulai dari mainan sampai teknologi tercanggih. Semua yang anakku katakan harus selalu terpenuhi.¬†Aku pikir waktu masih sangat panjang, tentulah mendidiknya dengan disiplin bisa ditunda… selama anak ini lucu, sebaiknya waktu yang ada dinikmati saja. Continue reading

Balas dendam sosial


Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Ini kalimat yang banyak diucapkan orangtua. Biasanya diucapkan ketika anak-anak mereka mulai “Meragukan otoritas” mereka. Ketika anak mereka berpacaran dengan orang yang tidak mereka setujui, ketika anak mereka melakukan hobi yang tidak mereka setujui, ketika anak mereka ingin kuliah di jurusan yang tidak mereka setujui, dll.

Apapun alasannya, pada kenyataannya semua orangtua memang menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Titik. Tunggu…. tulisan saya belum selesai… bukan itu inti dari tulisan ini.

Continue reading

Dari Balik Jeruji Besi


Waktu balita aku suka mendorong temanku
Saat mereka tak mau memberikan mainannya
Tapi orangtuaku hanya tersenyum melihatku
Mengatakan betapa lucunya aku
Ku kira mereka senang…

Waktu anak-anak aku suka memukul temanku
Saat mereka tak mau memberikan uang jajannya
Orangtuaku dipanggil ke sekolah
Tapi mereka membelaku
Mengatakan bahwa semua salah mereka
Dan sejak itu aku diberi uang lebih banyak

Yaaah, ku kira memang bukan salahku

Waktu remaja aku mulai mencoba rokok
Lama kelamaan minuman keras
Orangtuaku tahu saat aku suka mabuk
Tapi mereka hanya diam
Ku pikir mereka tidak keberatan

Ayahku selalu bilang
Bahwa dia terlalu sibuk
Karena itu aku harus bisa mengurus diriku sendiri
Harus bisa membela diriku dari apapun
Kalau aku memukuli orang…
Itu karena aku sedang mengurus diriku sendiri

Ibuku selalu bilang
Bahwa aku adalah anak kesayangannya
Dia tidak pernah marah padaku
Dia selalu menimpakan semua kesalahanku pada dirinya
Katanya itu karena dia terlalu sibuk bekerja

Teman-temanku selalu bilang
Hidup ini harus diisi dengan kesenangan
Dan kesenangan itu dapat diusahakan
Kesenangan itu membuat kita melupakan masalah
Dan mereka memberiku kesenangan dalam pil putih itu

Yaa…aku memang merasakan kesenangan
Membuatku lupa akan segalanya
walau menguras uangku…
bahkan uang orangtuaku

Tapi orangtuaku tak pernah marah
Mereka memberi apa yang aku minta
Terkadang memang aku mengancam mereka
Tapi mereka selalu memberi dengan diam
Aku pikir mereka tidak keberatan

Suatu saat aku sedang berpesta
Aku tak tahu apa yang terjadi
Polisi-polisi itu datang
Dan saat sadar aku ada di balik jeruji besi

Dari tuntutan yang dibacakan
Katanya aku mengacau di pesta
Menusuk beberapa orang
Sampai sekarat…

Seandainya saja waktu bisa berulang
Adakah yang bisa ku perbaiki?
tapi….di mana aku harus memulai
Memperbaiki semuanya?

Note:

Liat iklan di mana balita mengamuk dan mendorong temannya, merebut mainannya…Dan di belakangya suara presenter “lihatlah tingkah lucu buah hati Anda”…

Parents, kejahatan harus dicegah sejak dini… Setiap bayi dikandung dan lahir sebagai orang berdosa…punya kecenderungan untuk berbuat jahat…tugas kita adalah mengarahkannya sejak dini agar mereka mengetahui mana yang baik dan buruk….

Lebih baik mereka menangis saat balita…ketika Anda mendisiplin mereka….Daripada mereka menangis saat dewasa, sebagai korban kurangnya disiplin dari orangtua…

Hajarlah anakmu selagi masih ada harapan, tapi jangan engkau mengharapkan kematiannya

Amsal 19:18

GBU parents…