Penciptaan (Kej 1)


Saya selalu berpikir bahwa kisah penciptaan tidak sesederhana apa yang tertulis di kitab Kejadian..

Pasti ada suatu peristiwa alam besar,yang bahkan tak terselami oleh akal dan pikiran kita sebagai manusia..

Kitab Kejadian memang menulis bahwa Tuhan menjadikan bumi dalam waktu 6 hari…tapi enam hari menurut siapa?bukankah hari pertama belum ada matahari yang menjadi penanda hari dan waktu jaman sekarang??

Tapi kemudian saya berpikir…apapun yang terjadi beribu-ribu,bahkan berjuta-juta tahun yang lalu, saat bumi pertama diciptakan, yang jelas adalah bumi diciptakan oleh TUHAN..

Walau tak sesederhana itu,Kejadian 1 dapat mengajar kita sedikitnya 3 hal:

1. Tuhan adalah Tuhan yang teratur..Dia menciptakan makanan sebelum pemakan, tempat sebelum yang menempati. Apa jadinya jika manusia diciptakan pertama kali sebelum terang?? Waah,bisa gawat..

2. Tuhan adalah Tuhan yang mengerti..Dia tahu kebutuhan sebelum kita membutuhkannya. Menjadikan Hawa,sebelum Adam kesepian…woow

3.Tuhan adalah Tuhan yang menjadikan segala sesuatunya dengan sungguh amat baik. Di hari terakhir penciptaan Dia katakan bahwa “semuanya sungguh amat baik” dan bukan “lumayanlaaaah”

Jadi, apapun teori penciptaan yakinlah…bahwa TUHAN yang ada di balik penciptaan yang dahsyat itu..

Saat-saat di tempat gelap (Maz 11)


Biasanya saya membaca ayat-ayat dalam Mazmur begitu saja…beberapa hari ini saya mencoba membaca Mazmur dalam sudut pandang yang berbeda. Berharap dapat mendapatkan banyak pelajaran dari Musisi dan Composer Jenius bernama Daud (He is really a composer….wow)

Baru terpikir untuk menuliskannya di sini setelah pasal ke 11…tapi mungkin lain kali dapat menuliskan pasal2 sebelumnya.

Yang bikin saya takjub adalah ayat dua dan tiga. Sepintas dibaca ayat ini sulit dimengerti dan biasa saja.
“Sebab, lihat orang fasik melentur busurnya, mereka memasang anak panahnya pada tali busur, untuk memanah orang yang tulus hati di tempat gelap. Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?”

WOW, benar-benar luar biasa.

Kalau kita mengaku orang benar, jangan kaget kalau dalam keseharian kita ada banyak anak panah terarah kepada kita, menanti untuk ditembakkan….di tempat gelap. Orang-orang sekitar kita berpikir
“Tidak mungkin orang itu benar di sepanjang hidupnya, pasti ada saat-saat di mana dia lengah. Saat-saat di mana ia melakukan apa yang tidak benar DI TEMPAT GELAP” Atau jika saya boleh menggantinya, saat tidak ada seorang pun yang melihat.

Tulus hati dalam bahasa Indonesia mungkin sulit dimengerti, tapi dalam bahasa Inggris, tulus hati adalah virtue, integrity. Didefinisikan sebagai tetap melakukan yang benar, bahkan seandainya tidak ada seorang pun yang melihat.

Apabila dasar-dasar dihancurkan, apakah yang dapat dibuat oleh orang benar itu?
Jika semua orang mengatakan bahwa yang benar itu salah dan sebaliknya yang salah itu benar. Apakah yang akan dilakukan orang yang tulus hati??

Teman-teman yang mengaku orang benar…Reputasi kita dipertaruhkan, BUKAN hanya di tempat terang..Tapi juga di tempat gelap…saat tidak ada seorang pun yang melihat

Sampai berapa lama kami hidup


Kami tidak tahu apakah hidup itu
Kami tidak pernah minta untuk dilahirkan

Kami tidak tahu apakah harapan itu
Kami tidak pernah diberikan harapan sejak kami lahir

Kami tidak tahu apakah pintar itu
Kami tidak pernah diajar sejak kami kecil

Kami tidak tahu apakah arti istirahat
Kami tidak tahu apakah yang kami lakukan itu bekerja atau beristirahat

Kami tidak tahu apakah bahagia itu
Kami tidak pernah diberi sesuatu yang memang kami sukai

Kami tidak tahu apakah sedih itu
Kami tidak bisa membedakan mana kabar baik atau buruk

Yang kami tahu….
Kami lahir di jalanan,
di bawah puing-puing rumah tua
Dibungkus oleh kain tua dan ditutup dengan kertas koran

Yang kami tahu…
Kami tidur di trotoar
Beralaskan kardus
Diselimuti oleh kain tua ibu kami

Yang kami tahu…
Kami harus berjuang
agar besok pagi kami masih bisa bangun
Sedikit uang, untuk membeli gorengan

Suatu hari ada orang yang mendekati kami
Mengumpulkan kami dan memberi kami makanan enak
Makanannya seperti yang biasa kami lihat dari kaca
Ayam yang dibalut gorengan

Kami makan dengan lahap, karena kami tahu
Mungkin kami tidak akan bisa makan seperti itu lagi
Tapi sesudah itu…hidup kami biasa lagi…Apa gunanya?

Di hari lain, orang itu menjemput kami
Mengumpulkan kami dan membawa kami ke tempat yang bagus
Di tempat itu ada sesuatu yang dipasang di dinding dan mengeluarkan udara dingin

Di sana kami bernyanyi
Lagunya tak dapat kuikuti
Tapi tak apalah, yang penting kami senang
Kemudian ada seorang yang bercerita
tentang seorang yang mengasihi kami
Sesudah itu apa? kami pulang dalam kebingungan

Hari lain lagi kami dibagi-bagikan roti
entahlah..mungkin mereka ingin kami tetap hidup
Tapi untuk apa?

Kemudian ada juga yang mengajari kami membaca
Setelah itu…apa yang harus kami baca?

Sebenarnya apa itu hidup?
Apa itu harapan?
Apa itu menjadi pintar?
Apa arti bekerja dan beristirahat?
Apa itu bahagia?
Apa itu sedih?

Adakah yang dapat memberitahu kami…
Untuk apa kami hidup? Apakah kami masih punya harapan?
Untuk apa kami menjadi pintar? Apa ada gunanya?

Aku pernah mendengar tentang Tuhan…
Betapa Dia mengasihiku

Tapi siapa itu Tuhan? Apakah kami dapat melihatnya?
Bagaimana kami dapat percaya
Jika mereka yang kami lihat saja tidak dapat mengasihi kami

Aaaah, berapa lama lagi kami hidup?
Mungkin masih 50, atau 60 tahun lagi
Harus dengan apa kami mengisinya?
Apakah dengan duduk di pinggir jalan ini setiap hari?

—-
Ps:Untuk seluruh pelayan anak…Sometimes, kita harus keluar dari kotak di mana kita melayani…
Layani dengan tulus….mereka akan melihat Tuhan dalam hidupmu,dan akan lebih mudah merasakan kasih….tanpa Saudara harus susah-susah meyakinkan mereka bahwa Tuhan itu mati untuk mereka…

Pray for Children in Indonesia….!!!!

Manusia vs Gorilla


Saya sering menanyakan ini sama anak-anak saya “Apa sih yang membedakan manusia sama Gorilla?” Banyak dari mereka mengatakan “Matanya”, “Bentuk tubuh”, “muka”, dll…Dan saya menjawab “Wah, kalau cuma mata sih, mata saya dan kamu juga beda….muka kamu dan saya juga beda, bahkan bentuk tubuh kamu dan saya juga beda”

Apa sih yang membedakan manusia dan gorilla?

Ada satu hal yang sangat membedakan manusia dan Gorilla atau mahluk hidup lain yang Tuhan berikan pada manusia (selain roh tentu saja), Itu adalah otak korteks…

Ada tiga bagian dalam otak manusia…

1. Otak Reptil, dimiliki oleh reptil dan semua mahluk hidup yang berada di ‘atas’ reptil. Otak ini memungkinkan mahluk hidup memiliki insting, yaitu untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Seekor ular akan memagut jika diganggu, seekor cicak akan melepaskan buntutnya jika merasa terancam. Manusia juga punya otak reptil…Tapi tentu saja diharapkan bukan otak reptil yang dominan mengatur dan mengendalikan hidupnya

2. Otak Limbik, dimiliki oleh seluruh hewan mammalia, termasuk manusia. Pernahkah melihat anjing yang marah, atau kuda yang sedih? Otak limbik adalah bagian otak yang mengatur emosi mammalia. Dengan otak limbik, mammalia dapat merasakan sedih, senang, marah, kecewa

3. Otak Neo-Korteks. Nah, otak ini hanya dimiliki oleh manusia. Apa fungsinya? Otak Neo-Korteks yang memampukan manusia memiliki perasaan atas perasaan. Dengan kata lain memiliki kendali atas perasaan. Sebagai contoh, jika dalam suatu rapat tiba-tiba kita menerima telepon yang membuat kita sangat marah. Otak Neo Korteks lah yang akan menyampaikan pesan pada Otak Limbik untuk menahan emosi. Merasakan bahwa tidak sepantasnya marah di tengah-tengah rapat.

Kebanyakan orang saat ini tidak memiliki kendali yang baik atas otak Neo-Korteksnya. Melampiaskan kemarahan kapan saja, di mana saja. Melampiaskan kekecewaan, melakukan pembantaian, bunuh diri, dan banyak hal buruk lainnya.

Inilah yang dinamakan Emotional Quotient…Bagaimana Otak Korteks dan Otak Limbik bekerjasama…Sehingga manusia dapat dibedakan dari Gorilla…

Terang yang tersembunyi


Hey, kita diberi terang oleh seorang Raja
Katanya kita anak-anak terpilih
Dapatkah kalian bayangkan
Rumah kita akan menjadi terang

Raja itu berkata, “Aku adalah terang dunia”
Hmm, dunia itu terlalu besar
Bukankah kalian berpikir begitu?

Lagipula banyak orang jahat di sana
Yang tidak pantas mendapatkan terang

Raja itu berkata, “Kamulah terang dunia”
Dan dia memberikan terang itu…
Hmm, dunia itu terlalu besar
Bukankah kalian berpikir begitu?

Lagipula banyak orang jahat di sana
Yang tidak pantas mendapatkan terang

Baiklah kita memanggil teman-teman kita
Yang juga diberi terang
Mengumpulkannya dalam satu gedung
Menyalakan terang bersama-sama
Dan melihat keindahannya

“Kamu adalah terang dunia”

Ah, diamlah…dunia terlalu besar
Bagaimana jika terang kami berkurang

“Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi”
Ya…ya, orang pasti melihat kami….

Tapi kami tidak akan membagikan terang itu

TIDAK!!!

“Lagipula orang tidak menyalakan pelita dan menaruhnya di bawah gantang”

Hmm, kalau memang kami perlu menutupi terang kami
Akan kami lakukan…agar rumah kami semakin terang
Dan semakin terang

Ah, tidaaak..Mengapa makin lama terang kita makin meredup

Kita harus berinvestasi untuk membuat terang kita tetap menyala
Ayo, beli peralatan yang mahal
Tak apalah, agar terang ini tetap menyala

Bangun fasilitas di sekitar rumah ini
Agar orang di luar tidak menganggu rumah kita
Dan terang kita tetap menyala
Beri mereka sedikit uang agar mereka tenang

“Kamu adalah terang dunia”

Ah diamlah…dunia ini terlalu besar

Bahasa yang digunakan Bapa


Dalam salah satu guyonan kami,
Adik dan papa saya menggunakan satu komputer untuk chatting dengan saya
Adik saya suka sekali berpura-pura menjadi papa saya…
Dan lucunya, saya tidak tahu kalau sebenarnya saya sedang chatting dengan adik saya,
dan bukan dengan papa saya…

Penyebabnya?
Dia mengetahui bahasa yang biasa digunakan papa saya terhadap saya
Karena kami memiliki papa yang sama…:)

Pagi ini saya berpikir, dan merenungkan
Apakah kita mengetahui bahasa yang digunakan Bapa?
Apakah kita mengerti bahasa yang digunakan Bapa,

Masalahnya bukanlah apakah Bapa mengerti,
(karena Dia pasti mengerti)
Masalahnya adalah, apakah kita mengerti?

Kita adalah anggota tubuhNya…DIA adalah kepala
Penting sekali mengetahui apa yang DIA pikirkan
Penting sekali untuk mengerti bahasa yang dia gunakan

Apakah kita mengerti bahasa yang digunakan Bapa saat ia melihat anak-anak?
Apakah kita mengerti bahasa yang digunakan Bapa saat ia melihat orang-orang miskin?
Apakah kita mengerti bahasa yang digunakan Bapa saat ia berkata
“Carilah dulu Kerajaan-Ku dan kebenarannya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu”

Seringkali kita salah mengerti,
Menggunakan otak homo sapiens kita untuk mengerti maksud Bapa memang sulit
Tapi menyalahartikannya adalah tindakan bodoh..

“Mau kaya? Cari dahulu Kerajaan Allah”
“Berilah pada orang miskin, SUPAYA mendapat balasan berkali-kali lipat”

Pada akhirnya yang kita mengerti adalah
segala sesuatu berfokus pada KITA…
Bukan pada BAPA
segala sesuatu untuk menguntungkan kita
dengan menggunakan BAPA sebagai pemberi…

Apakah kita mengerti bahasa yang digunakan Bapa?
Apakah gereja mengerti bahasa yang digunakan Bapa?

Thats a very big question…

Apa bedanya?


Musik yang keras….Lampu yang luar biasa
Di sini ada…
tapi, di tempat aku biasa datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Orang berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan musik
Di sini ada…
tapi, di tempat aku biasa datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Soundman yang hebat dan soundsystem yang dahsyat
Di sini ada…
tapi, di tempat aku biasa datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Tepuk tangan dari orang yang berada di bawah
Di sini ada…
tapi, di tempat biasa aku datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Pemimpin yang berbicara di depan orang yang dipimpinnya
Di sini ada…
tapi, di tempat ku bekerja juga ada
Lalu, apa bedanya?

Orang yang menyambut di depan pintu
Di sini ada…
tapi, di tempat biasa aku datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Tempat pengasuhan anak
Di sini ada…
Tapi di mall tempat aku belanja juga ada
Lalu, apa bedanya?

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku berkata
“Ya di sini berbeda,
Aku akan datang lagi minggu depan”

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa
kebutuhanku yang tak terpuaskan di tempat biasa
dipuaskan di sini
Aku akan datang lagi minggu depan

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa dikasihi
Aku akan datang lagi minggu depan

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa aku tak sendiri
Aku akan datang lagi minggu depan

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa diterima
Aku akan datang lagi minggu depan

Maafkan semua tuntutanku,
tapi aku benar-benar memerlukannya saat ini
Aku butuh dikasihi, dipuaskan, ditemani, diterima

Kalau itu tak ada di sini,
Lalu apa bedanya??

For: All God’s Warrior…God Loves you…

Kesempatan


Sayang sekali banyak kesempatan yang terlewat sejak kita masih kecil. Dengan atau tanpa kita sadari kita telah melewatkan banyak kesempatan sejak kita kecil. Kita kehilangan kesempatan ketika guru kita bertanya siapa yang bisa menjawab…kita tahu jawabannya, tapi kita malu…sampai kemudian seorang teman yang menjawab dan guru memberi penghargaan kepadanya.

“Ah, seandainya saja…”

Banyak sekali kalimat itu kita ucapkan. “Ah seandainya saja dulu…”, “Coba kalau…”…begitu banyak kesempatan kita lewatkan begitu saja.

Hal yang unik dari kesempatan adalah, ia lewat dengan cepat…seperti kisah dalam mitologi Yunani, sang Kairos. Memiliki rambut di kepala bagian depan sehingga siapa saja yang mau menangkapnya harus bersiap-siap.

Ironisnya jika ketika kita sedang siap-siap menangkap kesempatan itu, tiba-tiba ada sesuatu yang melompat di depan kita…wah, kalau udah gitu, what will you do? Apakah sesuatu itu harus disingkirkan? Hmm…

Apa yang harus ku jawab?


Aku berdiri di hadapan takhta itu
Di hadapanku berdiri Sang Maha Tinggi
Siap dengan pertanyaan-Nya

“Aku mempercayakan anak-anak itu di tanganmu
Apa yang sudah kau lakukan untuk mereka”

Aku terdiam,
Terus terang, aku guru sekolah minggu yang hebat
Anak-anak menyukaiku…

“Aku mendekor ruangan dengan sangat bagus,
Begitu banyak uang keluar untuk itu…
Aku menyiapkan sound system dan pencahayaan yang baik,
Aku menyiapkan alat musik dan lagu-lagu yang indah…”

Aku tersenyum puas,
Seolah aku melakukan semuanya dengan sangat baik…

“Itu saja?” Tanya-Nya, seolah tak puas..

“Eh, aku…tentu saja tidak” Jawabku,
“Aku menyiapkan permainan yang seru setiap minggu,
Aku membawakan cerita-cerita yang menarik,…”

“Apakah kau mengenal mereka?” Tanya-Nya
Menyentakkanku dari rasa banggaku..

“Tentu saja…aku mengetahui nama mereka satu persatu” Jawabku, masih merasa bangga

“Apakah kau mengenal mereka? Masalah mereka?” Tanya-Nya lagi

Aku terdiam…Mengingat-ingat
Aku ingat Willy sangat murung, tapi aku tak pernah bertanya mengapa
Aku ingat Lili pernah ingin bercerita, tapi aku sangat sibuk dengan absen, dan pekerjaanku

“Tapi aku membuat mereka senang setiap minggu kan?” Jawabku membela diri

“Apakah kau membawa mereka kepada-Ku” dengan nada rendah Dia bertanya

“Aku mengadakan acara Natal yang hebat kok…ratusan juta dikeluarkan untuk itu
Kau tentu tau kan? Dekorasinya benar-benar bagus. Bukankah kami berdoa untuk itu?
Kami juga mendesain ruangan kami dengan sangat indah, Kau dapat melihatnya kan?”

“Mereka suka bertemu denganku” jawabku
“Apakah mereka suka bertemu dengan-Ku?” tanya-Nya

“Mereka suka kok datang ke sekolah minggu” jawabku
“Apakah mereka suka datang ke hadirat-Ku?” tanya-Nya lagi

“Mereka melakukan perintahku” jawabku
“Apakah mereka melakukan kehendak-Ku” tanya-Nya

“Aku mempercayakan mereka ke tanganmu..
Apakah mereka sudah mengenal-Ku?
Sampai saat ini, aku belum menemukan nama mereka di Buku Kehidupan”

Aku terdiam tak tahu harus jawab apa…
Mengapa segalanya jadi terasa sia-sia
Apakah aku memperjuangkan sesuatu yang salah?

Ah, seandainya waktu bisa diulang…

Again…to all Sunday School Teacher…and also for me…
Selamat melayani…!!! You are God’s Warriors

Ajari kami untuk bersinar


Kalau kami terang,
Tunjukkan pada kami bagaimana caranya bersinar…
Bagaimana caranya bertahan di kegelapan…

Kalau kami terang,
Tunjukkan pada kami…
Bagaimana caranya menerangi sekeliling kami…

Kalau kami terang…
Ajari kami untuk tetap menyala…
Di manapun kami berada…

Terlalu gelap di luar sana
Terlalu banyak yang berkata,
“terangmu tak berguna, padamkan saja”
“kami sudah biasa dalam kegelapan,”

Kami ragu,
Apakah kami harus tetap menyala? Tapi bagaimana?

Kami hanyalah terang-terang kecil…
Dengan tanggungjawab yang besar.
Siapa yang harus kami mintai tolong
Ajari kami…
Ajari kami…
Ajari kami…

Kalau kami terang,
Ajari kami untuk bersinar…
Tak peduli seberapa gelap sekeliling kami…
Tak peduli berapa banyak angin yang menerpa..
Tak peduli apa yang harus kami sinari…

Kepada siapa kami harus meminta…?
Ajari kami untuk tetap bersinar

To..all sunday school teacher….keep on spirit…!!! God loves you all