Happy 65 birthday, Papa


Hidup adalah suatu perjalanan
Yang harus ditempuh siapapun…
Siapapun yang sudah dipercaya
Untuk memulainya…

Hidup
Bukanlah tentang menjadi yang terbaik
Melainkan berusaha menjadi lebih baik
Bukanlah tentang menjadi orang baik
Melainkan menjadi orang benar
Bukanlah tentang menjadi populer
Melainkan menjadi teladan

Hidup yang kau ajarkan
Adalah sesederhana ‘ikuti aturan’
‘Berusaha sendiri sebelum bertanya’
‘Mengalah dalam pertengkaran’
‘Bersabar dalam kesesakan’
‘Tidak menunda-nunda’
‘Mengandalkan Tuhan’
‘Memperjuangkan apa yang benar’

Hidup yang kau perkenalkan
Adalah seindah perjalanan-perjalanan kita
Saling menyayangi,
Saling memaafkan,
Saling menghargai,
Saling berbagi

Dan hari ini,
Di ulangtahunmu yang ke 65
Aku ingin mengucapkan doa
Semoga Tuhan memberimu umur panjang dan kesehatan
Agar kau bisa mengajarku tentang kehidupan lebih lagi
Agar aku bisa bermain bersamamu,
Semoga Tuhan menjadikanmu berkat bagi banyak orang
Sebagaimana kau untukku,

Selamat ulangtahun, Papa
Kehormatan setiap anak adalah orangtuanya
Terimakasih karena telah menjadi kehormatan bagiku…

Mengakomodir Kemalasan


Pernahkah Anda makan di restoran cepat saji dan merasa malas cuci tangan? Sebuah rumah makan (atau mungkin lebih tepat disebut cafe) memahami Anda. Mereka menyediakan sarung tangan plastik di setiap meja.

Sarung tangan plastik yang disediakan bukanlah sarung tangan khusus untuk makan. Anda bisa menemukan sarung tangan seperti itu di wadah semir rambut atau dibundling dengan cairan pembersih porselen. Ya, sarung tangan plastik semacam itu.

Ketika makan ke rumah makan itu (yang kebetulan punya seorang teman), saya melihat sebagian besar tamu memilih untuk menggunakan sarung tangan itu untuk makan.

Saya kemudian bertanya kepada teman saya. Ketika kita makan dengan menggunakan tangan, mana yang lebih dikhawatirkan, tangan kita menjadi kotor OLEH makanan, atau makanan itu menjadi kotor oleh tangan kita? Anda bisa menangkap maksud saya bukan?

Saya menanyakan ini juga ketika melihat seorang ibu penjual Kebab pinggir jalan yang menggunakan sarung tangan plastik yang dilepas pakai berkali-kali dan disimpan di tempat yang tidak dapat dijamin kebersihannya. Saya bertanya pada teman saya,”ibu itu mengenakan sarung tangan supaya makanannya tidak kotor atau supaya tangannya tidak kotor?”

Jawaban yang kita harapkan tentunya adalah “untuk menjamin kebersihan makanan yang dia sajikan”, tapi jujur sajalah, kenyataannya adalah “supaya tangannya tidak kotor dan dia tidak perlu repot-repot cuci tangan setiap kali melayani pembeli”

Lucunya, sebuah maksud yang baik, atau setidaknya terlihat baik, seringkali tidak benar-benar membawa kebaikan.

Sebenarnya, jauh lebih aman dan bersih jika Anda menghabiskan beberapa menit berjalan ke wastafel, mencuci tangan dengan sabun, dan kemudian mencucinya lagi setelah Anda makan, daripada Anda menggunakan plastik yang tidak dapat dijamin kebersihan (mungkin saja terkena debu) dan keamanannya (siapa yang tahu reaksi kimia yang terjadi pada plastik yang terkena nasi panas).

Sesuatu yang baik seringkali tidak benar-benar membawa kebaikan. Anda dapat menemukan contohnya dalam sebuah keluarga dimana sang ayah yang sudah tua merupakan perokok berat. Semakin tua seorang pria, biasanya ia akan menjadi cerewet, makin menuntut, dan ingin diperhatikan.. Maka istri dan anak-anaknya biasanya mengabulkan apa saja keinginannya tanpa mempedulikan kesehatannya, termasuk memberinya rokok setiap hari, “asal diberi rokok, dia sudah senang”

Sesuatu yang terlihat baik seringkali tidak benar-benar membawa kebaikan. Jika Anda terus menerus mengabulkan keinginan anak Anda yang mengamuk di pusat perbelanjaan karena ingin diberikan sesuatu… Maka jangan heran jika sampai besar, anak-anak Anda yang memegang otoritas atas Anda.

Seringkali kebaikan didapatkan dari sedikit saja pengorbanan atau kesulitan.

Saya sedang mengalami kesulitan dengan wajah saya 2 tahun belakangan. Iritasi, komedo dan jerawat merupakan sumber masalahnya. Sedikit ekstra perhatian pada kulit mungkin dapat menyembuhkannya, malas sih.. Tapi jika dilakukan, hasilnya akan setimpal…

Dalam kasus anak mengamuk, sedikit rasa malu karena membentak anak di mall mungkin akan setimpal dengan pendidikan karakter yang akan diperoleh buah hati Anda.

Sesuatu yang terlihat baik, belum tentu benar-benar menghasilkan kebaikan… Kebaikan yang sebenarnya merupakan sesuatu yang eksak: benar atau salah! Sesuatu yang baik belum tentu sesuatu yang benar. Ketika Anda berusaha melakukan sesuatu yang baik, pastikan bahwa yang Anda lakukan itu sudah benar!

Tulisan saya kali ini pendek saja. Intinya, jika Anda orangtua, atau guru atau sahabat atau siapapun yang berusaha melakukan sesuatu yang baik… Pastikan bahwa kebaikan Anda juga adalah “benar”!

Ku Istimewa Link!!


Hello All…

Saya tidak akan berpanjang-panjang di tulisan kali ini. Saya hanya ingin memberitahu semuanya, khususnya yang subscribe blog saya… bahwa sekarang Anda bisa mendownload secara FREE lagu-lagu saya di http://www.kuistimewa.com.

Anda hanya tinggal memilih lagunya, kemudian di sebelah kanan kotak lagu Anda akan menemukan kode “download”, klik saja dan lagu yang Anda inginkan akan segera terdownload.

Saya memutuskan untuk membagi secara gratis lagu-lagu saya karena motivasi awal saya membuat lagu anak memang tidak untuk komersil, dan saya pun tidak mendapat sepeser pun dari lagu-lagu saya sejak tahun 2003… Jadi…. daripada lagu-lagu itu hanya dapat didengarkan oleh sebagian orang yang sanggup membeli CD, lebih saya membagikannya secara cuma-cuma.

Jangan ragu untuk mampir ke web http://www.kuistimewa.com ya….! Oya, jika Anda sempet mendownload, jangan lupa untuk mengisi komentar atau memasukkan data diri Anda di form manapun yang ada di web itu… Beritahu saya kalau Anda mampir, oke?!

Buat adik-adik yang ingin curhat atau cerita, kalian bisa mengisi form di page HOME dan saya pasti akan membalasnya (juga memuatnya di web tersebut)…

So, tunggu apalagi, saya tunggu kehadirannya!

 

Ketika Satu Orang Mengubah Negeri


Nak, aku pernah mengatakan…
Jadilah orang yang berdampak
Jadilah orang yang berpengaruh
Jadilah orang yang diperhitungkan

Untuk membawa kebaikan
Untuk membawa perubahan
Untuk membawa perbaikan

Lihatlah negara ini
Setelah bertahun-tahun
Masyarakat skeptis dan apatis pada pemerintah Continue reading

Tasniem, Seorang Anak yang Membela Ayahnya


Beberapa hari belakangan, Media Sosial dihebohkan dengan surat terbuka seorang wanita bernama Tasniem Fauzia Rais, anak seorang politikus bernama Amien Rais.

Tulisan saya kali ini tidak ditujukan untuk membalas surat terbukanya (yang sudah dibuat secara luar biasa oleh Mbak Dian Paramita), juga tidak untuk mencaci maki Tasniem, walau saya sama sekali tidak setuju dengan apa yang ditulisnya.

Mundur ke belakang kita mengetahui dari pelajaran sekolah bahwa Lembaga tertinggi di Negara Pancasila ini adalah MPR, dan bahwa Amien Rais pernah duduk sebagai ketuanya. Sebagai seorang puteri dari Ketua Lembaga tertinggi negara, saya membayangkan bahwa Fauzia muda memiliki rasa bangga luar biasa akan jabatan ayahnya ini, walau dibungkus dengan baik dalam kostum yang bersahaja seperti kata Dian Paramita dalam tulisannya. Continue reading

Logika, Fakta, Data dan Hati Nurani


Debat capres kemarin meninggalkan banyak jejak si media sosial. Mulai dari komentar iseng para awam yang merasa tidak mengerti sepatah katapun yang diucapkan para capres, orang setengah pintar yang merasa pintar, dan tanggapan para ahli dari kedua kubu yang berusaha menjatuhkan kubu lawan.

Komentar-komentar yang berseliweran di media sosial menegaskan satu hal pada kita: sesuatu yang sama bisa dilihat dari banyak sudut pandang tergantung dimana kita berdiri… Continue reading

Pencitraan, Reputasi dan Tekanan…


Suatu kata yang menjadi marak menjelang pemilu adalah “pencitraan”. Pencitraan adalah ketika seseorang berusaha memberikan citra / image positif di mana orang yang melihatnya.

Sebenarnya “pencitraan” merupakan bentuk halus dari sebuah kata makian yang kita kenal sejak lama, yaitu “cari muka”, bedanya pencitraan dilakukan pada saat-saat di mana penilaian akan dilakukan.

Jika Anda seorang guru atau guru sekolah minggu, Anda akan tahu trik ini: “siapa yang duduk palin rapi akan mendapat hadiah…”, kemudian terjadilah di depan hidung saudara, anak-anak itu melakukan pencitraan… Continue reading

Aku dan anak hilang itu…


Sebuah cerpen …

Dalam kepalaku masih terngiang cerita Ayahku, tentang seorang anak hilang yang memiliki orangtua kaya, namun tidak tahu bersyukur…kemudian meminta warisan dari ayahnya yang masih hidup, menghamburkannya, jatuh miskin dan memutuskan untuk pulang…

Ayahku sering menceritakan kisah itu. Mula-mula aku merasa iba pada anak itu, karena jatuh miskin dan harus makan makanan babi. Namun seiring dengan pertambahan usia, kita melihat segala sesuatu dengan kacamata berbeda. Continue reading

Menjadi Korban Kehidupan


Pria itu, Spencer, adalah anak bungsu dari empat bersaudara. Saat kecil dia tinggal bersama tiga orang kakak perempuan, ibu yang pemabuk, seorang ayah yang peka dan nenek yang kejam.

Rupanya ada gen psikopat dalam diri keluarga ini. Tiga orang kakaknya senang sekali menyiksa dia, sementara ibunya mengatakan tak apa menyiksa seorang anak laki-laki karena anak laki-laki seharusnya kuat.

Saat kecil, ia pernah diracun dengan daging busuk oleh salah seorang kakaknya, diikat dan pukuli oleh kakaknya yang lain, disiram air panas oleh neneknya, dibakar rambutnya oleh kakaknya yang lain, disiksa ibunya, tapi sangat disayang oleh ayahnya. Continue reading

2013 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2013 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 6,200 times in 2013. If it were a NYC subway train, it would take about 5 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.