Tidak Cukup Hanya Merdeka!!


Anakku
Apakah kau mendengar teriakan itu?
MERDEKA!!! Kata-kata yang sering diucapkan setahun sekali
MERDEKA!!! Kata-kata yang menjadi pemersatu bangsa
MERDEKA!!! Kata-kata yang dikumandangkan sejak jaman dulu

Tahukah kau anakku,
Jaman dulu bangsa ini dijajah bangsa asing
Mereka memperbudak bangsa ini
Mereka mengambil hasil bumi dari tanah ini
Mereka menguasai air dan tanah bangsa ini

Ah…aku sendiri tidak mengalaminya
Kakek dan kakek dari ayahku yang mengalaminya
Katanya mereka berjuang
Katanya mereka memerangi penjajah
Entah dengan cara apa
Hingga akhirnya mereka bisa membawa kemerdekaan
dan meneriakkan kata-kata MERDEKA!!
Yang akhirnya diserukan setahun sekali

Begini anakku,
Bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat pada sejarah masa lalu
Tapi satu hal harus kau ketahui dengan baik
Bangsa yang besar tidak hidup pada masa lalu
Bangsa yang besar ditentukan oleh sikapnya hari ini

Hanya meneriakkan kata MERDEKA!!!
Dan kemudian berpikir mengenai penjajahan masa lalu
Adalah tanda bahwa kita masih hidup pada masa lalu

Meneriakkan kata MERDEKA!!!
Dan memikirkan bahwa saat ini kita masih dijajah
Adalah tanda bahwa kita masih ingin dijajah
Walau dikatakan bahwa kita dijajah oleh kebiasaan buruk dan korupsi

Merdeka adalah keadaan!!
Bukan tindakan!!

Meneriakkan kata MERDEKA!!!
Padahal kita masih dijajah
Sama seperti hidup di tengah-tengah makanan
Tapi memiliki bibir yang terjahit

Anakku, hari ini ku katakan padamu
Tidak cukup hanya MERDEKA!!
Kita harus meneriakkan lebih dari itu

Target tidak dipasang supaya kita sembarang menembak
Target tidak dipasang hanya supaya kita semangat
Target dipasang…
Namun yang terpenting adalah
Bagaimana kita membidikkan anak panah kita

Tidak cukup hanya meneriakkan kata MERDEKA, anakku
Bangsa ini membutuhkan lebih dari kemerdekaan
Bangsa ini membutuhkan KEMAJUAN!!
Bangsa ini membutuhkan semangat
Bangsa ini membutuhkan sikap pejuang

Lain kali orang lain berteriak MERDEKA!!!
teriakkan satu kata anakku: MAJU!!!
Dan berjanjilah dalam hatimu
Kau akan melakukan sesuatu
Untuk kemajuan bangsa ini

Menumpang di kemah Tuhan (Maz 15)


Siapa boleh diam dalam rumahMu?

Kau punya rumah?

Tentu aku punya rumah, bahkan istana
dengan banyak sekali kamar tidur
Beberapa kamar tidur khusus untuk tamu

Wah, menarik sekali…
Kau menyediakan kamar khusus tamu?

Ya, aku senang menerima tamu di istanaku
Tamu-tamu dari luar negeri
Tamu-tamu kehormatan dan kerabatku
Mereka semua kujamu dengan baik
Sehingga menyukai istanaku

Apa kau menerima tamu sembarangan?

Tentu tidak…aku mengenal mereka
Setidaknya, aku mengetahui siapa mereka
Aku tidak akan membiarkan sembarangan orang masuk rumahku

Mengapa, biasanya, mereka menginap di rumahmu?

Hmmm, ada yang ingin menumpang karena dalam perjalanan
Tapi aku kenal mereka
ada juga yang memang sengaja mengunjungiku

Ada juga yang datang karena ku undang untuk tinggal
Kau tau Mefiboset?
Aku mengundang dia karena dia adalah anak sahabatku
Dia tinggal denganku dan makan semeja denganku

Kau mengenal mereka semua?

Tentu saja…

Orang seperti apa yang kau ijinkan tinggal?

Orang yang aku percayai
Orang yang tidak akan membahayakan istanaku
Orang yang tidak akan membahayakan orang lain di dalam istanaku

Baik, aku rasa aku setuju denganmu

Lalu bagaimana denganMu?
Siapa yang dapat menumpang dalam kemahMu?
Siapa yang boleh diam dalam gunungMu yang kudus?

Mereka yang Aku percayai tentu saja

Yang berlaku tak bercela
Melakukan apa yang adil
Mengatakan kebenaran dengan segenap hati

Mereka itu orang-orang yang dapat dipercayai
Apa jadinya jika kemahKu ditempati mereka yang suka menipu
Melakukan macam-macam kecemaran…
Tidak…. aku tidak akan mengijinkan orang yang seperti itu

Lalu? Siapa lagi?

Yang tidak menyebarkan fitnah
Tidak berbuat jahat pada temannya
Tidak menimpakan cela pada tetangganya

Mereka yang suka fitnah dan jahat pada temannya
itu yang membahayakan kemahKu

Menggerogoti dari dalam
Karena akan menebarkan banyak kebencian
Padahal ada begitu banyak kasih di kemahKu

Ya, tentu saja…
Aku sepakat denganmu
Mereka seperti belalang pelahap kan?

Ya, karena Aku memastikan
Semua yang tinggal di kemahKu adalah mereka yang mengenalku
Mereka yang mengasihi aku
Mereka yang menghormati orang yang memuliakan Aku

Yang berpegang pada sumpah, walaupun rugi
Tahukah kau….
ada saat-saat di mana mengikut Aku tidaklah mudah
ada saat-saat di mana setia padaKu terlihat merugikan
Aku ingin mereka yang tinggal di kemahKu
Dapat terus memegang sumpah walau rugi

Benar,…
Seringkali kesetiaan itu sesuatu yang berat
Dan saat kesulitan itu tiba,
Bukankah seharusnya mereka saling membantu…
Maksudku, mereka yang tinggal di rumahMu?

Ya, mereka harus menolong dengan tulus
Bukannya meminjamkan uang dengan riba
Atau menerima suap untuk orang yang tak bersalah

Aku mengerti…
Aku saja memilih orang-orang yang tinggal di istanaku
Apalagi Engkau

Lagipula kemahMu adalah kebenaran
Dan GunungMu itu kudus…

Ya, dan mereka yang tinggal di tempatKU
tidak akan goyah selama-lamanya

“Ga usah bawa-bawa Tuhan!!” (Maz 14)


Dalam sebuah kasus yang terjadi baru-baru ini, seorang kawan dalam keadaan terjepit berkata “Ga usah bawa-bawa Tuhan”. Saat itu keadaannya terjepit, baru melakukan kesalahan….dan ketika ditegur jawaban yang keluar dari mulutnya adalah seperti itu “Ga usah bawa-bawa Tuhan”

Saya akan melanjutkan pembahasan mengenai Mazmur, yang sempat terhenti di pasal 13. Mazmur 14 ini adalah nyanyian dari Daud…diawali dengan sebuah kalimat “Orang bebal berkata dalam hatinya, ‘tidak ada Tuhan'”…

Banyak sekali kata-kata “bebal” dalam Mazmur dan Amsal. Bebal berbeda dengan bodoh. Bebal itu berhubungan dengan sikap hati tidak mau menerima didikan, tidak mau menerima pengertian, menolak pengajaran, atau istilah sehari-harinya “ga bisa dibilangin”

Daud mengawali pasal ini dengan mengatakan bahwa orang bebal tidak peduli akan keberadaan Tuhan, akibatnya mereka bersikap sembarangan saja.

Seseorang tidak mengakui Tuhan karena beberapa kondisi:
1. Dia tidak ingin memiliki perasaan tertuduh ketika melakukan kesalahan
2. Dia tidak mau tunduk pada aturan yang ada
3. Dia memang dibesarkan tanpa Tuhan

Dalam kasus orang bebal ini (orang yang tidak mau diberitahu), sepertinya alasan satu dan dua merupakan alasan yang tepat dia tidak mengakui Tuhan. Seperti yang Daud kemudian katakan, mereka menyeleweng, bejat, dan tidak berbuat baik.

Seringkali kita terjebak dalam kesalahan-kesalahan kita. Kita pernah berada di persimpangan….dan tanpa sadar (atau mungkin dengan sadar), kita telah memilih jalan yang salah….sama seperti ketika kita di jalan tol, kita bingung pintu tol keluar mana yang benar. Jika keluar terlalu cepat maka kita dapat tersesat, namun jika terlewat, maka kita harus berputar balik.

Orang bebal, saat menyadari dirinya membuat kesalahan, kemudian ditegur, tidak memiliki kebesaran hati untuk berputar balik….Daud katakan, mereka menyeleweng dan bejat…

Daripada meminta maaf,  mereka malah memilih menyangkali diri
Daripada mengakui kesalahan, mereka malah memilih menantang Tuhan

Selanjutnya Daud berkata “Tidak sadarkah mereka…”

Pernahkah Anda merasa seperti yang dirasakan Daud? Orang bebal berlaku tidak adil terhadap Anda, dan Anda kemudian berpikir “apa mereka tidak sadar pada yang mereka perbuat?”

Ada tiga hal yang membuat Daud tidak habis pikir terhadap orang bebal:
1. Melakukan kejahatan
2. Memakan habis umat Tuhan
3. Tidak berseru kepada Tuhan

Terdengar familiar? apakah Anda pernah bertemu dengan orang seperti ini? Atau apakah Anda pernah mengalaminya? Anda dijahati, dimakan habis oleh orang-orang yang bebal?

Pasal ini diakhiri dengan cantik oleh Daud…

“Tuhan menyertai angkatan yang benar…
Tuhan adalah tempat perlindungan bagi mereka
Dan Tuhan akan memulihkan keadaan umat-Nya”

Syaratnya…tetap bersikap BENAR!!!

Benar-benar pasal yang cantik….namun sulit dilakukan…

Ketika berhadapan dengan orang bebal, yang menghimpit dan memakan habis kita… satu hal yang harus kita lakukan…TETAPLAH BENAR dan minta perlindungan Tuhan…bukan yang lain!!

Kamu dapat mengolok-olok maksud orang yang tertindas, tetapi TUHAN adalah tempat perlindungannya. Mazmur 14:6

 

The Best Teacher In the World


My mama is a very disciplined person
She taught me how to act right
To be honest, polite and quick
Yes…My mama is the best teacher ever

I’ve attended so many seminar about being a parents
And i always find that mama did right…
Even when she punished me, or beat me when i was a child
She did a right things…
She did what she must do as a mother

Yes…!!!
I tell you now…
what i do now…what person i  become
Is a masterpiece of a mother like my mama

She knows when to beat…and when to heal
She knows the meaning of praying hard
She knows how to become strong and gentle in a same time
She knows how to be a perfect mother

She said that she pray hard to have me…
And i know it is true
And now i always cry if i remember…
how bad i treat her in my childhood

And now….I know that in my home
I have some one
Who is waiting for me
Always ready to hear my stories
Laugh when i laugh
happy when i happy
and cry when i cry

If there’s a school of mother in this world
I am sure that my mama is the best teacher..ever….:)

 

 

Dedicated for all mother…espescially for my mother….You are my hero…

Yes!! My Father Pray for Me


When i was sick and feel so bad…
Yes, i know my father pray for me
And i know everything is gonna be okay

When i have problems and become so confuse
Yes, i know my father pray for me
And i know everything is gonna be oke

When i go faraway and feel so lonely
Yes, i know my father pray for me
And i know everything is gonna be fine

When i feel everything becoming so difficult
Yes, i know my father pray for me
And i know God will help me, and everything is gonna be ok

My father doesn’t have a big posture….he is not a giant
But he always pray for me…
And it is a powerful one…

He may never fight or beat someone
But i know he always stand in my side
And pray for me…
and everything is gonna be ok

He taught me how to trust God and believe in myself
he taught me how to stay calm
And most of all
He taught me how to pray

So, if someone try to hurt me
Or try to cheat on me
I know that everything will be ok
Because my father is praying for me….

 

 

dedicated for all father….GBU

Sampai kapan?


Aku memiliki Tuhan
Sangat aku puja,
sangat aku kasihi
Aku berjanji setia padaNya

Seringkali Dia tidak langsung menjawab doaku
Tapi aku puin tak bisa egois,
Aku pun sering tidak menaati firmanNya
Lagipula, Dia tahu yang terbaik untukku
Jadi aku memutuskan tetap setia padaNya
Bahkan walaupun hidupku berada dalam lembah kelam

Aku memiliki orangtua
Sangat aku banggakan
Sangat aku kasihi
Tanpa perlu berjanji,
Aku terikat seumur hidup dengan mreka
Karena mereka yang melahirkan aku

Seringkali kami tidak sepaham
Mamaku menjengkelkan hatiku
Papaku membuatku tidak sabar
Namun aku lebih sering membuat mreka jengkel đân tak sabar
Jadi aku memutuskan
Selama aku hidup,
Aku mengasihi, menghormati đân menaati mreka

Aku memiliki tujuan dalam hidup
Visi yang Tuhan berikan padaku
Aku berjanji pada Tuhan
Akan membuat impianNya tentang satu hal ini
Terwujud melalui aku

Terkadang hidup tidak mudah
Masalah membuatku berpikir
Apakah mreka layak mendapat perhatianku
Namun aku sudah berjanji pada Tuhan
Đân aku pun orang yang sulit
Namun Tuhan tetap mengasihi aku
Jadi aku memutuskan untuk melanjutkan misiku
Sampai visi Tuhan terjadi dalam hidupku

Aku memiliki teman-teman
Beberapa dari mereka menginginkan kemajuanku
Tidak sedikit yang senang saat aku mundur atau jatuh
Beberapa berjanji akan slalu menolong
Namun tidak sedikit menghindar ketika aku butuh pertolongan

Beberapa hal dalam hidup tidak layak mendapat perhatian
Bahkan seandainya pun mendapat perhatian
Akan membuat kita tidak memperhatikan hal-hal yang lebih penting

Teman-teman yang membuatmu harus menentang Tuhan
Teman-teman yang dapat membuat orangtuamu kecewa
Teman-teman yang dapat membuat talentamu tak berkembang
Teman-teman yang dapat membuat misimu berantakan
Teman-teman yang dapat membuat visimu kabur…

Mereka mungkin bertanya,
“di mana komitmen mu utk jadi temanku dulu”
“Apakah ternyata aku tak bisa pegang kata-katamu”
“Kamu ternyata bukan orang yang setia”

Hatiku hancur membayangkan ketidaksetiaanku pada temanku
Tapi hatiku akan lebih hancur kalau hati Tuhanku hancur karna aku

Hatiku hancur membayangkan kesedihan temanku
Tapi hatiku akan lebih hancur kalau hati orangtuaku hancur karena aku

Hatiku hancur membayangkan kekecewaan temanku
Tapi hatiku akan lebih hancur kalau misi yang kumiliki gagal

Jadi sekarang bagaimana?
Pilihan seseorang tergantung pada prioritas hidupnya

Walaupun kesetiaan berarti tetap memegang komitmen pada masa sukar,
Aku tak dapat setia pada suatu keputusan yang salah, bukan?

Beda prinsip


Ayah jelaskan padaku,
Ada yang tak kumengerti
Apa yang kau nasihatkan
Berbeda dengan apa yang mereka katakan

Katamu kita harus berbuat baik pada siapa saja
Mengasihi orang lain seperti diri sendiri

Tapi kata mereka,
Berbuat baiklah pada mereka yang berbuat baik
Bodoh kalau tetap berbuat baik pada orang jahat

Katamu kita harus menolong semua orang
Dengan ketulusan hati dan tidak mengharap imbalan
Jangan sampai tangan kirimu tau apa yang diberi tangan kananmu

Tapi kata mereka,
Berbuat baiklah agar mereka merasa hutang budi
Dan suatu saat akan membalas kebaikanmu
Dan usahakan mereka tahu bahwa kau memberi

Katamu kita harus mengatakan apa yang sebenarnya
Apapun resikonya
Apapun kondisinya
Karena kejujuran adalah sesuatu yang mulia
Dan integritas menunjukkan harga diri

Tapi kata mereka,
Katakan apa yang mereka ingin dengar
Pastikan reputasimu selamat
Dan kau mendapat posisi setinggi mungkin

Katamu kita tidak boleh membalas dengan kejahatan
Yang berbuat jahat sama kita
Katamu kita harus membalasnya dengan kebaikan
Justru itu akan menumpukkan bara api ke atas kepalanya

Tapi kata mereka,
Jangan diam saja kalau diperlakukan tidak baik
Lawan, dan balaskan dendammu
Pastikan lawanmu jatuh

Katamu yang terpenting adalah hubungan
Dengan Tuhan
Dengan sesama
Dan bukan uang dan kekayaan

Tapi kata mereka
Hubungan bisa dibeli
Kebaikan orang bisa dibeli
Dengan setumpuk uang dan kekayaan

Jelaskan padaku ayah
Terlalu banyak perbedaan antara apa yang kau ajarkan
Dan apa yang mereka katakan…

 

Dari Balik Jeruji Besi


Waktu balita aku suka mendorong temanku
Saat mereka tak mau memberikan mainannya
Tapi orangtuaku hanya tersenyum melihatku
Mengatakan betapa lucunya aku
Ku kira mereka senang…

Waktu anak-anak aku suka memukul temanku
Saat mereka tak mau memberikan uang jajannya
Orangtuaku dipanggil ke sekolah
Tapi mereka membelaku
Mengatakan bahwa semua salah mereka
Dan sejak itu aku diberi uang lebih banyak

Yaaah, ku kira memang bukan salahku

Waktu remaja aku mulai mencoba rokok
Lama kelamaan minuman keras
Orangtuaku tahu saat aku suka mabuk
Tapi mereka hanya diam
Ku pikir mereka tidak keberatan

Ayahku selalu bilang
Bahwa dia terlalu sibuk
Karena itu aku harus bisa mengurus diriku sendiri
Harus bisa membela diriku dari apapun
Kalau aku memukuli orang…
Itu karena aku sedang mengurus diriku sendiri

Ibuku selalu bilang
Bahwa aku adalah anak kesayangannya
Dia tidak pernah marah padaku
Dia selalu menimpakan semua kesalahanku pada dirinya
Katanya itu karena dia terlalu sibuk bekerja

Teman-temanku selalu bilang
Hidup ini harus diisi dengan kesenangan
Dan kesenangan itu dapat diusahakan
Kesenangan itu membuat kita melupakan masalah
Dan mereka memberiku kesenangan dalam pil putih itu

Yaa…aku memang merasakan kesenangan
Membuatku lupa akan segalanya
walau menguras uangku…
bahkan uang orangtuaku

Tapi orangtuaku tak pernah marah
Mereka memberi apa yang aku minta
Terkadang memang aku mengancam mereka
Tapi mereka selalu memberi dengan diam
Aku pikir mereka tidak keberatan

Suatu saat aku sedang berpesta
Aku tak tahu apa yang terjadi
Polisi-polisi itu datang
Dan saat sadar aku ada di balik jeruji besi

Dari tuntutan yang dibacakan
Katanya aku mengacau di pesta
Menusuk beberapa orang
Sampai sekarat…

Seandainya saja waktu bisa berulang
Adakah yang bisa ku perbaiki?
tapi….di mana aku harus memulai
Memperbaiki semuanya?

Note:

Liat iklan di mana balita mengamuk dan mendorong temannya, merebut mainannya…Dan di belakangya suara presenter “lihatlah tingkah lucu buah hati Anda”…

Parents, kejahatan harus dicegah sejak dini… Setiap bayi dikandung dan lahir sebagai orang berdosa…punya kecenderungan untuk berbuat jahat…tugas kita adalah mengarahkannya sejak dini agar mereka mengetahui mana yang baik dan buruk….

Lebih baik mereka menangis saat balita…ketika Anda mendisiplin mereka….Daripada mereka menangis saat dewasa, sebagai korban kurangnya disiplin dari orangtua…

Hajarlah anakmu selagi masih ada harapan, tapi jangan engkau mengharapkan kematiannya

Amsal 19:18

GBU parents…

Akan ku katakan padamu, apa itu nasib


Akan ku katakan padamu apa itu nasib
Wahai orang-orang berkelas dengan mobil mewah

Akan ku katakan padamu apa itu nasib
Wahai orang-orang pandai dengan gelar selangit

Kau yang mengeluhkan nasibmu
Akan ku katakan apa itu nasib

Lahir di emperan…
Dengan ibu seorang anak berusia 12 tahun
Seorang yang bahkan tidak mengerti
Apa artinya gizi dan vitamin

Hidup tanpa tujuan…
Digendong kemana-mana
Di panas terik dan hujan
Oleh ibu yang masih belia

Nasib….

Akan ku katakan apa artinya nasib
Bukan aku yang mau dilahirkan seperti ini
Aku bahkan tidak tahu,
Mengapa ibuku memutuskan melahirkan aku
Siapa pria yang seharusnya kupanggil ayah
Yang tega menjadikan gadis belia itu ibuku

Kalau aku masih bertahan hidup
Itu karena ibu beliaku memasukkan sesuatu ke mulutku
Terkadang mie kering yang sudah dikulumnya dulu
Terkadang wafer yang sudah dibasahi dulu

Nasib…

Akan ku katakan apa artinya nasib
Aku bahkan tak bisa menolak
Ketika Ibu beliaku mengajariku berjalan
Melepasku ke jalan raya
Untuk mengulurkan tangan meminta receh
Aku tak punya pilihan

Saat malam tiba
Ibu beliaku mengumpulkan kardus dan kresek
Menghamparkannya dan menyelimutiku
Agar aku dapat bangun dengan selamat esok pagi
Dan dapat dijadikan alat mencari uang lagi

Nasib…

Aku tahu artinya nasib
Sesuatu yang tak dapat kuubah
Sesuatu yang tak dapat ku lawan

Seandainya saja ada yang bisa kulakukan
Seandainya saja ada yang memberi aku harapan
Seandainya saja aku bisa memilih
Aku pasti akan menentukan nasibku sendiri
Ah…seandainya saja…

Note:

Saat ini begitu banyak anak-anak dalam bahaya. berkeliaran sepanjang jalan untuk mencari uang yang pada akhirnya mereka gunakan untuk jajan dan bersenang-senang. Tidak…mreka tidak membutuhkan uang…mereka butuh seseorang yang menarik mereka, membukakan mata mereka dan memberitahukan arti hidup pada mereka… Menyadarkan mereka bahwa nasib mereka di tangan Tuhan….dan tangan mereka sendiri…

Wahai Tuhan yang Benar


Sejak aku lahir sampai sekarang,
Orangtua dan para tetua kampungku selalu mengajarku
ada kuasa di atas sana yang lebih besar
Kuasa yang melampaui manusia

Untuk kuasa itu, sesembahan harus dibuat
untuk kuasa itu pula, upacara harus dilakukan

Seringkali aku bertanya pada ibu
Kuasa itu berwujud seperti apa?
Apakah raksasa yang kejam?
Atau semacam roh halus melayang-layang

Tapi ibu tidak tahu, nenek tidak tahu, tidak ada yang tahu
Yang ibu tahu, kuasa itu yang mendatangkan hujan
Yang ibu tahu, kuasa itu yang membuat matahari
Yang ibu tahu, kuasa itu yang membuat kami tetap hidup

Seringkali juga aku bertanya pada ibu
Memangnya darimana Ibu tahu
kalau Kuasa itu menyukai sesembahan kami
kalau kuasa itu akan menerima upacara yang kami buat
tari-tarian kami dan nyanyian kami

Tapi ibu tidak tahu, nenek tidak tahu, tidak ada yang tahu
Yang ibu tahu, kuasa itu menyembuhkan
Saat aku sakit keras, ibu berdoa
“Yang terhormat Tuhan yang Benar
Pencipta semesta, sembuhkan anakku”
Dan katanya aku sembuh

Aku sendiri bingung
Itu karena obat dukun atau karena kuasa itu

Tapi hari ini aku ada di sini
di puncak bukit tertinggi di tempatku
Aku akan berteriak pada kuasa itu

Wahai Tuhan yang Benar
Pencipta semua yang aku lihat
Yang dihormati Ibuku, nenekku turun temurun
Yang disembah orang-orang di kampungku

Wahai Tuhan yang Benar
Batara Tunggal, Sang Hyang Kersa
Kau yang satu dan berkuasa
Kau yang Menguasai Jagat

Wahai Tuhan yang Benar
Tunjukkan padaku siapa dirimu

Jika Kau memang penuh kasih
Seberapa besar kau mengasihi kami
Jika Kau memang ada
Sebutkan namaMu padaku

Wahai Tuhan yang benar
Penguasa semesta…
Sebelum habis usiaku
Biarkan aku mengenalmu
Agar aku bisa menunjukkan pada Ibuku,
Agar aku bisa menunjukkan pada nenekku
Agar aku bisa menunjukkan pada orang-orang kampungku
Seperti apakah Engkau…
Dan apa yang Engkau sukai…
Apakah Engkau menerima sesembahan kami atau tidak

Wahai Tuhan yang benar…
Jawablah doaku

didedikasikan untuk seluruh misionaris di Indonesia…God Bless You, Warrior!!

ps

Masih banyak suku di Indonesia yang belum mengenal siapa Tuhan yang Benar itu….Setiap hari mereka hidup, melakukan ritual agamawi, tapi mereka tidak mengenal siapa Tuhan yang Benar…

Di Indonesia ada banyak sekali Suku Bangsa yang masih menganut agama keturunan.

Bukan KKR yang diperintahkan Tuhan Yesus untuk dilakukan gereja, tapi

“Pergilan, jadikah SEMUA BANGSA murid-Ku”

Saat ini ada lebih dari 740 suku dan etnis di Indonesia…

Bukan KKR yang diperintahkan Tuhan Yesus untuk dilakukan gereja, tapi

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Mari tidak hanya berdoa bagi bangsa ini, tapi melakukan sesuatu…Agar Nama Tuhan Yang Benar dimuliakan…