Yang terakhir…diselamatkan juga


Kepalanya terkulai
Sebentar lagi dia akan dihukum mati
“Tapi setidaknya, aku tak disiksa seberat dia”

Dia melihat ke sampingnya,
Seorang yang berbadan cukup besar
Tapi tampangnya sudah sangat hancur
Mukanya rusak
Kulitnya terkelupas di sana-sini
Tubuhnya benar-benar hancur

Dia berpikir sesaat
“Kesalahanku besar, tapi aku tak mendapat siksaan seperti itu
Apa yang sebenarnya dia lakukan” Continue reading

Yes, little light can make a difference


Yah, terang kecil dapat membuat perubahan yang besar
Membuat yang tak terlihat menjadi terlihat
Membuat yang putus asa memiliki sedikit harapan

Tanyakan kepada nelayan,
Terang itu telah membawanya kembali…
dengan selamat dan tak menubruk karang

Tanyakan kepada pengelana
Terang itu telah membuatnya melihat…
Masih ada jalanan di depan sana
Yang artinya, perjalanan masih panjang
Dan masih banyak yang dapat dilakukan

Yah, terang kecil dapat membuat perubahan besar
Ketika dapat menerangi sekitarnya
Dan menularkan cahayanya

Yah, terang kecil dapat membuat perubahan besar
Walaupun mungkin hanya muncul sebentar saja
Tapi cahayanya sudah memberikan arti
Menyalakan pelita yang padam,
Memberikan ketenangan
Menularkan harapan…

Ya, terang kecil dapat membuat perubahan besar

Dedicated to all Christian…
“Karena kota yang terletak di atas gunung TIDAK MUNGKIN tersembunyi”

Sampai berapa lama kami hidup


Kami tidak tahu apakah hidup itu
Kami tidak pernah minta untuk dilahirkan

Kami tidak tahu apakah harapan itu
Kami tidak pernah diberikan harapan sejak kami lahir

Kami tidak tahu apakah pintar itu
Kami tidak pernah diajar sejak kami kecil

Kami tidak tahu apakah arti istirahat
Kami tidak tahu apakah yang kami lakukan itu bekerja atau beristirahat

Kami tidak tahu apakah bahagia itu
Kami tidak pernah diberi sesuatu yang memang kami sukai

Kami tidak tahu apakah sedih itu
Kami tidak bisa membedakan mana kabar baik atau buruk

Yang kami tahu….
Kami lahir di jalanan,
di bawah puing-puing rumah tua
Dibungkus oleh kain tua dan ditutup dengan kertas koran

Yang kami tahu…
Kami tidur di trotoar
Beralaskan kardus
Diselimuti oleh kain tua ibu kami

Yang kami tahu…
Kami harus berjuang
agar besok pagi kami masih bisa bangun
Sedikit uang, untuk membeli gorengan

Suatu hari ada orang yang mendekati kami
Mengumpulkan kami dan memberi kami makanan enak
Makanannya seperti yang biasa kami lihat dari kaca
Ayam yang dibalut gorengan

Kami makan dengan lahap, karena kami tahu
Mungkin kami tidak akan bisa makan seperti itu lagi
Tapi sesudah itu…hidup kami biasa lagi…Apa gunanya?

Di hari lain, orang itu menjemput kami
Mengumpulkan kami dan membawa kami ke tempat yang bagus
Di tempat itu ada sesuatu yang dipasang di dinding dan mengeluarkan udara dingin

Di sana kami bernyanyi
Lagunya tak dapat kuikuti
Tapi tak apalah, yang penting kami senang
Kemudian ada seorang yang bercerita
tentang seorang yang mengasihi kami
Sesudah itu apa? kami pulang dalam kebingungan

Hari lain lagi kami dibagi-bagikan roti
entahlah..mungkin mereka ingin kami tetap hidup
Tapi untuk apa?

Kemudian ada juga yang mengajari kami membaca
Setelah itu…apa yang harus kami baca?

Sebenarnya apa itu hidup?
Apa itu harapan?
Apa itu menjadi pintar?
Apa arti bekerja dan beristirahat?
Apa itu bahagia?
Apa itu sedih?

Adakah yang dapat memberitahu kami…
Untuk apa kami hidup? Apakah kami masih punya harapan?
Untuk apa kami menjadi pintar? Apa ada gunanya?

Aku pernah mendengar tentang Tuhan…
Betapa Dia mengasihiku

Tapi siapa itu Tuhan? Apakah kami dapat melihatnya?
Bagaimana kami dapat percaya
Jika mereka yang kami lihat saja tidak dapat mengasihi kami

Aaaah, berapa lama lagi kami hidup?
Mungkin masih 50, atau 60 tahun lagi
Harus dengan apa kami mengisinya?
Apakah dengan duduk di pinggir jalan ini setiap hari?

—-
Ps:Untuk seluruh pelayan anak…Sometimes, kita harus keluar dari kotak di mana kita melayani…
Layani dengan tulus….mereka akan melihat Tuhan dalam hidupmu,dan akan lebih mudah merasakan kasih….tanpa Saudara harus susah-susah meyakinkan mereka bahwa Tuhan itu mati untuk mereka…

Pray for Children in Indonesia….!!!!

Terang yang tersembunyi


Hey, kita diberi terang oleh seorang Raja
Katanya kita anak-anak terpilih
Dapatkah kalian bayangkan
Rumah kita akan menjadi terang

Raja itu berkata, “Aku adalah terang dunia”
Hmm, dunia itu terlalu besar
Bukankah kalian berpikir begitu?

Lagipula banyak orang jahat di sana
Yang tidak pantas mendapatkan terang

Raja itu berkata, “Kamulah terang dunia”
Dan dia memberikan terang itu…
Hmm, dunia itu terlalu besar
Bukankah kalian berpikir begitu?

Lagipula banyak orang jahat di sana
Yang tidak pantas mendapatkan terang

Baiklah kita memanggil teman-teman kita
Yang juga diberi terang
Mengumpulkannya dalam satu gedung
Menyalakan terang bersama-sama
Dan melihat keindahannya

“Kamu adalah terang dunia”

Ah, diamlah…dunia terlalu besar
Bagaimana jika terang kami berkurang

“Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi”
Ya…ya, orang pasti melihat kami….

Tapi kami tidak akan membagikan terang itu

TIDAK!!!

“Lagipula orang tidak menyalakan pelita dan menaruhnya di bawah gantang”

Hmm, kalau memang kami perlu menutupi terang kami
Akan kami lakukan…agar rumah kami semakin terang
Dan semakin terang

Ah, tidaaak..Mengapa makin lama terang kita makin meredup

Kita harus berinvestasi untuk membuat terang kita tetap menyala
Ayo, beli peralatan yang mahal
Tak apalah, agar terang ini tetap menyala

Bangun fasilitas di sekitar rumah ini
Agar orang di luar tidak menganggu rumah kita
Dan terang kita tetap menyala
Beri mereka sedikit uang agar mereka tenang

“Kamu adalah terang dunia”

Ah diamlah…dunia ini terlalu besar

Apa bedanya?


Musik yang keras….Lampu yang luar biasa
Di sini ada…
tapi, di tempat aku biasa datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Orang berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan musik
Di sini ada…
tapi, di tempat aku biasa datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Soundman yang hebat dan soundsystem yang dahsyat
Di sini ada…
tapi, di tempat aku biasa datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Tepuk tangan dari orang yang berada di bawah
Di sini ada…
tapi, di tempat biasa aku datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Pemimpin yang berbicara di depan orang yang dipimpinnya
Di sini ada…
tapi, di tempat ku bekerja juga ada
Lalu, apa bedanya?

Orang yang menyambut di depan pintu
Di sini ada…
tapi, di tempat biasa aku datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Tempat pengasuhan anak
Di sini ada…
Tapi di mall tempat aku belanja juga ada
Lalu, apa bedanya?

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku berkata
“Ya di sini berbeda,
Aku akan datang lagi minggu depan”

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa
kebutuhanku yang tak terpuaskan di tempat biasa
dipuaskan di sini
Aku akan datang lagi minggu depan

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa dikasihi
Aku akan datang lagi minggu depan

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa aku tak sendiri
Aku akan datang lagi minggu depan

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa diterima
Aku akan datang lagi minggu depan

Maafkan semua tuntutanku,
tapi aku benar-benar memerlukannya saat ini
Aku butuh dikasihi, dipuaskan, ditemani, diterima

Kalau itu tak ada di sini,
Lalu apa bedanya??

For: All God’s Warrior…God Loves you…

Apa yang harus ku jawab?


Aku berdiri di hadapan takhta itu
Di hadapanku berdiri Sang Maha Tinggi
Siap dengan pertanyaan-Nya

“Aku mempercayakan anak-anak itu di tanganmu
Apa yang sudah kau lakukan untuk mereka”

Aku terdiam,
Terus terang, aku guru sekolah minggu yang hebat
Anak-anak menyukaiku…

“Aku mendekor ruangan dengan sangat bagus,
Begitu banyak uang keluar untuk itu…
Aku menyiapkan sound system dan pencahayaan yang baik,
Aku menyiapkan alat musik dan lagu-lagu yang indah…”

Aku tersenyum puas,
Seolah aku melakukan semuanya dengan sangat baik…

“Itu saja?” Tanya-Nya, seolah tak puas..

“Eh, aku…tentu saja tidak” Jawabku,
“Aku menyiapkan permainan yang seru setiap minggu,
Aku membawakan cerita-cerita yang menarik,…”

“Apakah kau mengenal mereka?” Tanya-Nya
Menyentakkanku dari rasa banggaku..

“Tentu saja…aku mengetahui nama mereka satu persatu” Jawabku, masih merasa bangga

“Apakah kau mengenal mereka? Masalah mereka?” Tanya-Nya lagi

Aku terdiam…Mengingat-ingat
Aku ingat Willy sangat murung, tapi aku tak pernah bertanya mengapa
Aku ingat Lili pernah ingin bercerita, tapi aku sangat sibuk dengan absen, dan pekerjaanku

“Tapi aku membuat mereka senang setiap minggu kan?” Jawabku membela diri

“Apakah kau membawa mereka kepada-Ku” dengan nada rendah Dia bertanya

“Aku mengadakan acara Natal yang hebat kok…ratusan juta dikeluarkan untuk itu
Kau tentu tau kan? Dekorasinya benar-benar bagus. Bukankah kami berdoa untuk itu?
Kami juga mendesain ruangan kami dengan sangat indah, Kau dapat melihatnya kan?”

“Mereka suka bertemu denganku” jawabku
“Apakah mereka suka bertemu dengan-Ku?” tanya-Nya

“Mereka suka kok datang ke sekolah minggu” jawabku
“Apakah mereka suka datang ke hadirat-Ku?” tanya-Nya lagi

“Mereka melakukan perintahku” jawabku
“Apakah mereka melakukan kehendak-Ku” tanya-Nya

“Aku mempercayakan mereka ke tanganmu..
Apakah mereka sudah mengenal-Ku?
Sampai saat ini, aku belum menemukan nama mereka di Buku Kehidupan”

Aku terdiam tak tahu harus jawab apa…
Mengapa segalanya jadi terasa sia-sia
Apakah aku memperjuangkan sesuatu yang salah?

Ah, seandainya waktu bisa diulang…

Again…to all Sunday School Teacher…and also for me…
Selamat melayani…!!! You are God’s Warriors

Ajari kami untuk bersinar


Kalau kami terang,
Tunjukkan pada kami bagaimana caranya bersinar…
Bagaimana caranya bertahan di kegelapan…

Kalau kami terang,
Tunjukkan pada kami…
Bagaimana caranya menerangi sekeliling kami…

Kalau kami terang…
Ajari kami untuk tetap menyala…
Di manapun kami berada…

Terlalu gelap di luar sana
Terlalu banyak yang berkata,
“terangmu tak berguna, padamkan saja”
“kami sudah biasa dalam kegelapan,”

Kami ragu,
Apakah kami harus tetap menyala? Tapi bagaimana?

Kami hanyalah terang-terang kecil…
Dengan tanggungjawab yang besar.
Siapa yang harus kami mintai tolong
Ajari kami…
Ajari kami…
Ajari kami…

Kalau kami terang,
Ajari kami untuk bersinar…
Tak peduli seberapa gelap sekeliling kami…
Tak peduli berapa banyak angin yang menerpa..
Tak peduli apa yang harus kami sinari…

Kepada siapa kami harus meminta…?
Ajari kami untuk tetap bersinar

To..all sunday school teacher….keep on spirit…!!! God loves you all

Aku mencari Tuhan…di gedung mewah itu


Aku merindukan Tuhan….dan memutuskan untuk mencari-Nya
Aku masuki gedung gereja yang megah…
Dekorasi yang mewah…
Peralatan yang Mahal

Aku merindukan Tuhan….dan memutuskan untuk mencari-Nya
Aku berdiri di tengah jemaat-Nya

Suara musik terdengar menghentak…
Tak bedanya dengan yang biasa kudengar…
Di panggung nampak seorang …
Ah, aku bahkan tak tahu bagaimana menyebutnya
Dia berjingkrak dan melompat, sesekali melihat pada pemimpinnya yang berdiri di depan
dengan wajah berharap dan memohon…

Aku tak tahu siapa pemimpin yang berdiri di depan itu,
Mungkin dia adalah tangan kanan Tuhan.
Apakah pendapat dan seleranya begitu penting sehingga semua orang di depan melihat kepadanya?

Aku merindukan Tuhan…dan memutuskan untuk mencari-Nya
Aku duduk di tengah jemaat-Nya
Tak dapat kupejamkan mataku,
Lampu-lampu begitu temaram, gemerlapan, tampak begitu mewah
Kulihat sekelilingku, berbagai ekspresi ada di sana

Aku merindukan Tuhan….dan memutuskan untuk mencari-Nya
Aku bersiap untuk menyembah dan mendengar suara-Nya
Entah kenapa telingaku hanya menangkap hentakan musik yang keras
dan sesekali lengkingan gitar listrik yang memekakan telinga
juga suara rendah yang seolah menggetarkan jantungku…

Aku merindukan Tuhan…
Aku merindukan jemaatNya…

Tapi kemudian aku sadar..
Mungkin Tuhan tidak hanya dapat ditemui di gedung yang mewah itu…
Kalau memang Dia tidak berubah..
Kehadiran-Nya pastilah tidak dibatasi tempat dan waktu

Aku masih merindukan Tuhan…
Tapi kini…Aku akan mencari-Nya di tempat lain…
Aku akan mencari-Nya di tatapan anak-anak terlantar…
Aku akan mencari-Nya di penjara…
Aku akan mencari-Nya di panti jompo…
Aku akan mencari-Nya di rumah pesakitan..

Dan di tengah keheningan…
Aku akan memejamkan mataku,
berbicara padaNya..dan menantikan Dia berbicara padaku..
Dan kudengar Dia berkata,

“Baiklah kita bekerja bersama, kau dan Aku
Baiklah hatimu melekat dengan hati-Ku
Baiklah tanganmu menjadi tangan-Ku
Dan baiklah kakimu menjadi kaki-Ku
Dan kau akan menemukan-Ku”

Aku mencari Tuhan…
Dan kini sudah kudapati Dia…
Bukan di gedung itu…tapi di jalanan…

(Matius 25:31-46)

Sudah Lunas?


Sudah beberapa hari tidak makan….
Hanya ingin makan enak,
di restoran enak,
memesan seperti orang-orang itu…

Sudah beberapa hari tidak makan…
Ingin rasanya makan di bawah AC,
Dengan sumpit…
Di atas nampan yang mengeluarkan asap dan bau yang harum

Tapi aku tak punya pakaian yang pantas…
Aku tak punya sepatu yang bagus…
Yang aku tahu, aku lapar…
Dan ingin seperti orang-orang itu…

Jadi kumasuki restoran yang mewah…
Pelayannya datang, dengan tatapan curiga…
“Mau memesan bu?” tanyanya..”Pesan apa?”

Aku begitu bingung melihat restoran itu..
Makanannya tak kukenal..
Tapi orang-orang itu terlihat menikmatinya..
Jadi asal saja kutunjuk..

Kukira, itu sudah cukup.Aku hanya ingin makan
Tapi, aku ditanya lagi, “Apa lagi…?” Masih dengan tatapan curiga
jadi kutunjuk lagi beberapa makanan…
“Minumnya bu?”
Kutunjuk gambar minuman berwarna pink yang terlihat enak…

Sudah beberapa hari tidak makan,
Aku hanya lapar…
Ingin makan enak, seperti orang-orang itu…

Kunanti makananku…
Tak kunjung datang…
Ku lihat pelayannya
Semua menatapku…Curiga

Ku tatap udara di depanku…

Aku hanya ingin makan enak,
seperti orang-orang itu…

Tiba-tiba makananku datang…
Waaah, nampan panas mengeluarkan asap yang harum
Sumpit, mangkuk dan peralatan makan yang tak kukenal

Aku tak peduli,
Ku makan semua, dengan tanganku…
Ku minum habis minuman pink itu…

Aku mau makan enak, di hari terakhirku…
Hidup begitu susah….Begitu rumit…
Aku tak sanggup lagi menjalaninya…

Semua sudah habis…
Aku akan dipermalukan untuk terakhir kali…
tapi aku tak peduli…toh hidupku akan segera berakhir…

“Sudah lunas bu” Kata pelayannya
“Apa?” aku tak percaya

“Sudah lunas, semua sudah dibayar. Oleh Bapak dan Ibu yang tadi baru keluar”

Aku menatap tak percaya, pelayan itu tersenyum…

“Semua sudah lunas?” ulangku…”Lunas”

Ku berjalan pulang ke rumahku…
Tidak, aku tak akan mengakhirinya hari ini…
Mungkin masih ada harapan.

Aku akan mencoba menatanya lagi…
Lagipula, masih ada kebaikan yang harus kubalas…
Jika bukan pada Bapak dan Ibu tadi…
AKu akan membalasnya pada orang lain…

Tidak, aku tak akan mengakhirinya hari ini…

Base on true story? Maybe…:)

Kecil sih, tapi berdampak BESAR


Mengunjungi rumah sakit,
Mendengarkan sedikit keluh kesah mereka
Mendoakan mereka
Kecil sih, tapi berdampak BESAR…

Mengunjungi tenda penampungan
Menghibur anak-anak…
Bercanda bersama mereka
Kecil sih, tapi berdampak BESAR…

Menemani mereka yang tidak punya teman
Berbicara dan mendengarkan mereka
Tertawa bersama mereka
Kecil sih, tapi berdampak BESAR…

Untuk memiliki pengaruh,
seringkali tidak dibutuhkan uang yang banyak
juga tidak dibutuhkan gedung mewah dan peralatan mahal

Untuk memiliki pengaruh,
hanya diperlukan sedikit kasih, yang disirami kemurahan hati…
juga belaskasihan dan kerelaan

Untuk memiliki pengaruh,
memang diperlukan pengorbanan,
terkadang tidak terlihat dan diabaikan
tak dianggap dan diremehkan
Tapi balasannya adalah jiwa-jiwa…

Pengaruh berbicara tentang mengubahkan hati
Pengaruh berbicara tentang menjadi orang yang berarti bagi orang lain
Pengaruh berbicara tentang terang di antara kegelapan

Lebih baik tindakan kecil, berdampak BESAR
Daripada tindakan-tindakan besar, tapi tidak berdampak