Key to your heart


I remember the old times
When we always argued about almost everything
When I turned my face and ran into my room
When I was too arrogant to admit that I was wrong

I remember the old times
When I saw you as my enemy
Closed my mouth and refused to talk to you
Had a fight between pride and shame
Waiting for you to talked to me first

I remember the old times
When you punished me and hit me
And heal me at night
Maybe you cried
Maybe you feel sorry
But I surely know…
…you love me

I remember the old times
When you promised us…
To take us to the restaurant
If we get achievement at school
You accompanied us when we studied
And you keep your promise

I keep making mistake day by day
And I am always forgiven
And always be loved

As I have key to going home everyday I want to…
I always have key to your heart…
Ups No… I always in your heart…
As you always in my heart
Happy mothers day, Mama
And happy 62th birthday…

Kasih tidak pemarah


Berapa menit waktu antara seseorang melihat ketidakberesan dan reaksi marah yang ditimbulkannya?

Saya perjelas…

Berapa lama waktu untuk seorang ibu marah melihat anaknya menumpahkan makanan atau minuman?
Berapa lama waktu seorang suami marah ketika istrinya menolak melakukan sesuatu? atau ketika anaknya mengganggunya saat bekerja?
Berapa lama waktu seorang istri marah ketika suaminya berbohong?
Berapa lama waktu seorang guru marah ketika muridnya tidak mengerjakan tugas?

Untuk kebanyakan kasus, waktunya sangat singkat…Tidak sampai hitungan detik…seolah-olah otak kita tidak mampu memproses kalimat “apa yang terjadi” atau “bagaimana seharusnya saya bereaksi”

Anda mungkin akan berkata, “marah kan tidak salah…Bahkan Yesus pun pernah marah”

Baik, mari kita lihat ayatnya lagi…”Kasih tidak pemarah”

Pemarah adalah ketika kita marah tanpa bisa dikendalikan
Marah adalah hasil dari keputusan kita karena melihat sesuatu tidak seharusnya dilakukan

Pemarah adalah ketika hal-hal kecil dalam kehidupan kita dapat memicu emosi kita
Marah adalah ketika sesuatu yang prinsip dilanggar

Pemarah adalah ketika kita memusatkan emosi kita pada diri sendiri…
Marah adalah keputusan yang kita ambil untuk memperbaiki orang yang kita kasihi…

Kasih tidak pemarah..

Kalau boleh saya terjemahkan…
Kasih tidak meluapkan emosi sesaat
Kasih tidak membiarkan hal-hal kecil merusak suasana
Kasih tidak memusatkan perhatian hanya pada diri sendiri

Jadi, lain kali ketika Anda marah, periksalah…
1. Apakah Anda memang harus marah?
2. Apakah Anda bisa mengendalikan kemarahan itu?
3. Apakah hal yang membuat marah itu sesuatu yang prinsip?
4. Apakah Anda marah untuk kebaikan orang lain?

Jika tidak, maka Anda bukan marah…Anda adalah pemarah 🙂

Kasih tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri


Masalah di dunia ini dapat disederhanakan dengan satu kalimat..
“Untung atau rugi”
Semua orang berusaha, bekerja dan berjerih lelah untuk mendapatkan keuntungan…
jika perlu dengan cara yang tidak benar
Bahkan untuk hal-hal sepele…

Lihat saja orang-orang yang tidak mau mengantri
Orang-orang yang melabrak lampu merah
Tukang becak (dan penumpangnya) yang berjalan melawan arah
Orang-orang yang membuang sampah sembarangan
Orang-orang yang mengambil dompet yang tercecer
Orang-orang yang korupsi

Manusia dilahirkan dengan suatu mekanisme pertahanan diri yang hebat
otak reptil, yang dimiliki oleh reptil, mamalia dan manusia memampukan mahluk hidup untuk memiliki insting mempertahankan diri

Insting mempertahankan diri inilah yang berkembang menjadi insting mencari keuntungan bagi diri sendiri

Firman Tuhan mengajar suatu hal yang luar biasa mengenai kasih…
Sesuatu yang tidak ditemukan di tips kesuksesan sekalipun

Kasih tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri saja

Kalau saya boleh menerjemahkan…
Kasih mendahulukan orang lain.
Kasih tidak egois
Kasih memperhatikan kepentingan orang lain

Hal ini pastinya sangat dimengerti seorang ibu…
Yang rela memakan kepala ayam, sementara seluruh keluarganya makan daging ayam

Hal ini pastinya sangat dimengerti seorang guru…
Yang rela mengorbankan waktunya untuk mengajar siswanya yang tertinggal

Hal ini pastinya sangat dimengerti seorang ayah
Yang banting tulang untuk makanan seluruh keluarganya…

Kasih tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri…

Jika Anda benar-benar memiliki kasih…dahulukan orang lain…

I Yohanes 3 : 16
“Demikianlah kita ketahui kasih Kristus, yaitu bahwa ia telah menyerahkan nyawa-Nya untuk kita, jadi kita pun wajib menyerahkan nyawa kita untuk saudara-saudara kita

Barangsiapa mempunyai harta duniawi dan melihat saudaranya menderita kekurangan tetapi menutup pintu hatinya terhadap saudaranya itu, bagiamanakah kasih Tuhan dapat tetap di dalam dirinya?”

Berita baiknya…

Tuhan sudah memberi contoh dengan tidak mencari keutungan bagi diriNya sendiri…
Karena begitu Ia sangat mengasihi kita….
Ia mendahulukan kepentingan kita mendapat hidup yang kekal…

Kalau kita mengasihi sesama kita…
Apa yang akan kita lakukan??

Kasih tidak melakukan yang tidak sopan


Apa yang terbayang pertama kali saat Anda mendengar judul di atas?

Oke…saya tebak…

Anda membayangkan seorang pemuda yang berusaha mengambil keuntungan dari gadisnya, bukan?

Bagaimana dengan seorang anak yang kurang ajar terhadap orangtuanya?
Atau seorang istri yang membentak suaminya di depan anak-anaknya?

Bagaimana dengan seorang cucu yang tidak peduli pada kakek neneknya?
Atau seorang suami yang memukul istrinya?

Betapa sedih melihat begitu banyak orang menyakiti orang yang dikasihinya

Berbicara tentang tidak sopan, kita sedang berbicara mengenai tiga aspek…
Perkataan…
Bahasa tubuh…
Dan perbuatan…

1. Perkataan
Tahukah Anda betapa perkataan Anda sangat berpengaruh terhadap kehidupan orang lain. Setiap kata-kata pedas dan tidak sopan yang Anda ucapkan dapat menyakiti hati anak, istri, suami, dan orangtua Anda…dan percayalah…itu lebih sakit daripada kata-kata yang sama yang diucapkan orang lain.

Kasih tidak mengatakan yang tidak sopan…
Kasih tidak mengeluarkan kata-kata kasar…
Kasih tidak mengeluarkan kata-kata pedas…
Kasih tidak memaki dan mengata-ngatai…

2. Bahasa tubuh

Bola mata yang berputar, melihat dari ujung mata, melihat dengan merendahkan…semua dapat dilakukan tanpa berkata-kata…hanya dengan bahasa tubuh..

Ada banyak bahasa tubuh yang tidak sopan. Meledek di belakang, memainkan mulut, menunjukkan jari tengah, mengangkat kaki, bersiul ketika orang lain bicara…dan banyak bahasa tubuh lain yang tidak seharusnya ditunjukkan

Kasih tidak melakukan yang tidak sopan

3. Perbuatan / sikap

Sering sekali kita menyakiti orang yang kita kasihi dengan sikap kita. Membanting pintu ketika dimarahi. Memukul, menampar, menggebrak meja, melemparkan barang

Kasih tidak melakukan yang tidak sopan

Baiklah, sepertinya kita harus mendefinisikan “sikap sopan”. Sikap sopan adalah sikap yang menunjukkan rasa hormat kita, baik pada diri sendiri maupun orang lain. Ketika kita bersikap sopan kita sedang menghormati diri sendiri dan orang lain.

Saat berusia 15 tahun, Abraham Lincoln menulis 116 ayat mengenai kewarganegaraan. Hal itu yang menjadikan Amerika menjadi negara yang sopan. Menyapa pada orang, berdiri saat ada orang lain masuk ruangan, tidak meninggalkan meja makan saat orang lain masih makan, tidak berbicara dengan nada tinggi.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda menghormati orang yang Anda kasihi? Berlakulah sopan…Setidaknya,…lakukan untuk menghormati diri Anda sendiri.

Kasih tidak memegahkan diri


Bagaimana rasanya melihat orang lain lebih beruntung dari kita?
Rasanya buruk sekali bukan?!!
Bahkan jika orang lain tersebut adalah saudara kita…

Lalu bagaimana rasanya melihat orang lain tidak seberuntung kita?
Jujur saja!! Rasanya senang kan..
Bahkan jika orang lain tersebut adalah saudara kita

Itulah sebabnya Rasul Paulus membuat keseimbangan ini

“Kasih tidak cemburu…
Tapi kasih juga tidak memegahkan diri…”

Kalau saya boleh menerjemahkannya…
Kasih ikut senang bersama mereka yang senang…
Dan mau membantu mereka yang kurang beruntung…

Ketika kita memiliki kasih…kita tidak akan berbahagia ketika melihat orang lain tidak beruntung

Ketika kita memiliki kasih…kita akan membantu mereka yang tidak beruntung..

Ada sebuah kisah mengenai seorang Raja yang menjadi sama seperti binatang
Alasannya sepele…Dia melihat apa yang dimilikinya dan merasa dalam hatinya bahwa semua yang ia miliki adalah karena kebesarannya…

Seketika itu juga dia kehilangan ingatannya dan menjadi seperti binatang
Makan rumput…dengan rambut terurai dan kuku seperti kuku elang

Saya ngobrol dengan seorang psikolog…mungkinkah seorang yang memegahkan diri dapat menjadi gila…

Dia menjawab “Gila dapat disebabkan ketika seseorang menyadari bahwa dirinya atau apa yang dia miliki ternyata tidak seperti yang dia pikirkan sebelumnya…”

Ketika seseorang memegahkan dirinya atau meninggikan dirinya…dan suatu saat menyadari bahwa ternyata dia tidak seperti yang dia pikirkan…maka besar kemungkinan dia akan menjadi gila…

Kasih membuat kita tidak memegahkan diri…
Apapun yang kita peroleh, kita miliki adalah karena jasa orang-orang yang ada di sekitar kita…

Ketka kita memiliki kasih…kita juga memiliki kerendahan hati…

Kasih tidak cemburu


Kalau dengar kata cemburu, apa yang pertama kali terlintas dalam benak Anda?

Seseorang menjadi cemburu ketika ada orang lain yang memiliki sesuatu yang lebih bagus dari dirinya..

Seseorang juga bisa menjadi cemburu ketika orang lain memiliki apa yang diinginkannya…

Di kalangan remaja dan pasangan, cemburu adalah ketika pasangannya ‘melirik’ ke lain hati…atau ada orang yang ‘main-main’ dengan pasangannya. Tapi intinya sama, ia melihat orang lain lebih baik dari dirinya…

Setiap orang pernah merasa cemburu…bahkan seorang anak pun pernah merasa cemburu…Ketika papanya menghabiskan waktu dengan anak lain. Atau ketika mamanya membandingkannya dengan anak lain…

Cemburu adalah sesuatu yang mematikan…menghabiskan energi dan membutakan mata. Ketika kita menjadi cemburu, kita tidak bisa berpikir jernih. Ketika kita menjadi cemburu kita dapat melakukan segala hal buruk yang tidak dapat dibayangkan sebelumnya. Ketika kita menjadi cemburu, kasih hilang…

Sebelum melangkah lebih jauh…Kita definisikan dulu yuk apa maksudnya cemburu di sini. Cemburu adalah ketika kita merasa kesal, tidak suka, bahkan benci…ketika kita melihat ada orang lain yang lebih baik dari kita.

Cemburu itu bersaudara dengan sombong…Ketika kita sombong, kita tidak mengijinkan ada orang lain yang lebih baik dari kita, dan kita menjadi cemburu…

Cemburu juga bersaudara dengan minder…Ketika kita minder, kita tidak yakin dengan diri kita, akibatnya kita berpikir orang lain selalu mendapatkan lebih dari kita…

Kali ini kita belajar sebuah berita baik … KASIH TIDAK CEMBURU…. Kasih membiarkan orang yang dikasihinya mendapat yang lebih baik, memiliki yang lebih baik, dan menjadi lebih baik dari dirinya.

Seorang ibu tidak mungkin menjadi cemburu ketika anaknya ternyata memiliki kesempatan kuliah hingga S1 atau S2 atau S3 sementara dia dulu hanya sampai tamat SD…

Tapi berita kurang baiknya… Cemburu itu bawaan dasar manusia…dibutuhkan usaha keras…dan keputusan untuk tidak cemburu.. Dan itu sulit…

Seorang adik akan cemburu ketika kakaknya dihadiahi mobil sementara dia tidak…Atau seorang kakak akan menjadi cemburu ketika adiknya dimanja oleh orangtuanya

Pertanyaannya BAGAIMANA?

Saya akan berikan beberapa tips melawan rasa cemburu….

  1. Saat melihat orang lain mendapatkan lebih baik, atau memiliki lebih baik, ingatlah…bahwa kita itu unik…karena itu Tuhan memberikan kita berkat yang unik, berbeda satu dengan yang lain..
  2. Selalu ingat, Tuhan tahu yang terbaik untuk kita, sesuai kesanggupan kita
  3. Ingatlah bahwa kesempatan akan datang ketika kita mencari. Daripada menghabiskan waktu merenungi apa yang sudah dimiliki orang lain, lebih baik fokus mengusahakan sesuatu yang sudah Tuhan siapkan untuk kita

Tapi satu hal yang paling harus diingat adalah…Kasih itu keputusan….Tidak cemburu itu adalah keputusan…itu adalah suatu kualitas surgawi…Jika Anda manusia, Anda benar-benar harus mengambil keputusan sulit ini…TIDAK CEMBURU…

Kasih itu Sabar


 

“Aku tidak punya waktu untukmu, maaf”
Kasih itu sabar…

“Tidakkah kamu tahu, aku hanya ingin kamu sedikit saja memperhatikan aku”
Kasih itu sabar…

“Lagi-lagi kau menumpahkan makanan…di mana matamu”
Kasih itu sabar…

“Sulit sekali mengajarimu, apa kau tidak punya otak”
Kasih itu sabar…

“Mama…bukankah aku sudah bilang agar mama tidak mencampuri urusanku”
Kasih itu sabar…

“Dia sangat keras kepala, aku sudah memberitahunya berkali-kali”
Kasih itu sabar…

Banyak alasan untuk menjadi tidak sabar dengan orang-orang dekat kita bukan? Bahkan lucunya, kita justru menjadi lebih tidak sabar dengan orang-orang dekat kita…

Seorang guru mungkin sabar mengajari muridnya…tapi anaknya?
Seorang suami mungkin sabar menghadapi tuntutan rekan kerja…tapi tuntutan istri?
Seorang anak mungkin sabar menghadapi omelan boss…tapi omelan orangtua?
Orangtua mungkin sabar kalau anak tetangga memecahkan vas…tapi kalau anak sendiri?
Seorang istri mungkin sabar jika orang lain atau boss sibuk ketika dihubungi, tapi suami sendiri…?

Haha…makin kita dekat dengan seseorang, tuntutan kita terhadap orang itu makin besar bukan…
Dan kita lupa bahwa orang dekat kita itu juga manusia…
Akhirnya…begitu orang dekat itu tidak dapat memenuhi tuntutan kita…ngamuklah kita…tidak sabar…

Karena itu kesabaran diletakkan pada urutan pertama kasih…
Kasih itu sabar….dan itu adalah K E P U T U S A N…

Jangan ada orang miskin di antara kita


Sekelompok anak-anak bermain peran

Pemimpin mereka membagikan peran yang ada “Kalian jadi orang miskin, aku dan dia jadi orang kaya” katanya

“Ingat, orang miskin selalu di bawah penguasaan orang kaya, kau harus menderita dan siap diperlakukan apa saja” lanjutnya…

Permainan peran itu berlangsung cukup seru. Diakhiri dengan penderitaan orang miskin karena dipekerjakan tanpa imbalan yang setimpal.

Saya bertanya dalam hati… dari mana anak-anak ini mendapat kesan, bahwa orang kaya boleh menindas orang miskin dan bahwa orang miskin tidak boleh melawan dan hanya boleh pasrah…

Suatu hari saya mendengar seorang berkata, “miskin itu dosa” Saya mengulanginya pada teman saya, seorang muslim yang taat Dia berkata,”Miskin itu tidak dosa…bodoh yang dosa. Tahukah kamu siapa orang paling miskin sedunia yang pernah tercatat”

Saya tidak menjawab,…Dalam agama saya memang dikatakan bahwa Yesus memilih untuk menjadi miskin agar kita menjadi kaya…

Tapi saya tidak mengatakannya,..saya bertanya, “siapa?” Teman saya menjawab, keterlaluan kalau kamu gak tau. Orang yang paling miskin sedunia adalah Yesus. Muhammad tercatat nomor 3″

Dia melanjutkan, “Tapi Yesus miskin karena dia memilih untuk menjadi demikian, walau sebenarnya Dia bisa untuk tidak menjadi miskin” Saya terdiam, hati saya seolah beku, tidak bisa menjawab…

Saya pernah masuk ke suatu ibadah yang mengatakan, “Miskin itu tanda bahwa seseorang berdosa dan belum bertobat.” dan sebuah slogan dipasang besar-besar ‘Jangan ada orang miskin di antara kita’

Can you imagine my sister and brother in Christ… Terpampang di gedung gereja , di ruang ibadah “Jangan ada orang miskin di antara kita”

Saya tidak mempermasalahkan makna yang terkandung di dalamnya Mungkin Saudara dapat berkata bahwa itu makna kiasan…

Terbayangkah oleh Saudara apa yang terjadi Jika ada seorang miskin,…lapar dan haus (baik dalam arti jasmani maupun rohani) masuk dalam gedung itu???

Well, ini hanya bahan pemikiran… Apakah miskin itu dosa? Church, apa yang sudah kita lakukan?? Apakah kita sedang menanamkan pemikiran pada anak-anak kita bahwa orang miskin selalu ditindas, dan orang kaya memegang kendali?

“Barangsiapa menyesatkan anak-anak, sebaiknya ikatkan batu kilangan, lemparkan ke laut” Church, apa yang harus kita lakukan pada “orang miskin”??

Kecil sih, tapi berdampak BESAR


Mengunjungi rumah sakit,
Mendengarkan sedikit keluh kesah mereka
Mendoakan mereka
Kecil sih, tapi berdampak BESAR…

Mengunjungi tenda penampungan
Menghibur anak-anak…
Bercanda bersama mereka
Kecil sih, tapi berdampak BESAR…

Menemani mereka yang tidak punya teman
Berbicara dan mendengarkan mereka
Tertawa bersama mereka
Kecil sih, tapi berdampak BESAR…

Untuk memiliki pengaruh,
seringkali tidak dibutuhkan uang yang banyak
juga tidak dibutuhkan gedung mewah dan peralatan mahal

Untuk memiliki pengaruh,
hanya diperlukan sedikit kasih, yang disirami kemurahan hati…
juga belaskasihan dan kerelaan

Untuk memiliki pengaruh,
memang diperlukan pengorbanan,
terkadang tidak terlihat dan diabaikan
tak dianggap dan diremehkan
Tapi balasannya adalah jiwa-jiwa…

Pengaruh berbicara tentang mengubahkan hati
Pengaruh berbicara tentang menjadi orang yang berarti bagi orang lain
Pengaruh berbicara tentang terang di antara kegelapan

Lebih baik tindakan kecil, berdampak BESAR
Daripada tindakan-tindakan besar, tapi tidak berdampak