Terdengar indah


Terdengar indah diucapkan
Tapi sulit dilakukan

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

Bagaimana jika diganti menjadi…
Kasihilah orang seagamamu seperti dirimu sendiri
Atau
Kasihilah orang yang sudah pindah ke agamamu seperti dirimu sendiri 

Untuk apa susah-susah Continue reading

Anggur baru dan kantong tua


Anakku,
Apa yang akan ku katakan akan sulit kau mengerti
Tapi aku akan mencoba membuatmu mengerti
Karena apa yang ku sampaikan sangat penting

Apakah kau pernah melihat tarzan ke kota
Dia akan mengacak-acak apa yang dia lihat
Karena dia tidak tahu apa fungsinya
Seandainya saja dia tahu,
Dia tidak akan berbuat begitu…
Dia harus tahu…. itu kuncinya Continue reading

Tidak Cukup Hanya Merdeka!!


Anakku
Apakah kau mendengar teriakan itu?
MERDEKA!!! Kata-kata yang sering diucapkan setahun sekali
MERDEKA!!! Kata-kata yang menjadi pemersatu bangsa
MERDEKA!!! Kata-kata yang dikumandangkan sejak jaman dulu

Tahukah kau anakku,
Jaman dulu bangsa ini dijajah bangsa asing
Mereka memperbudak bangsa ini
Mereka mengambil hasil bumi dari tanah ini
Mereka menguasai air dan tanah bangsa ini

Ah…aku sendiri tidak mengalaminya
Kakek dan kakek dari ayahku yang mengalaminya
Katanya mereka berjuang
Katanya mereka memerangi penjajah
Entah dengan cara apa
Hingga akhirnya mereka bisa membawa kemerdekaan
dan meneriakkan kata-kata MERDEKA!!
Yang akhirnya diserukan setahun sekali

Begini anakku,
Bangsa yang besar adalah bangsa yang ingat pada sejarah masa lalu
Tapi satu hal harus kau ketahui dengan baik
Bangsa yang besar tidak hidup pada masa lalu
Bangsa yang besar ditentukan oleh sikapnya hari ini

Hanya meneriakkan kata MERDEKA!!!
Dan kemudian berpikir mengenai penjajahan masa lalu
Adalah tanda bahwa kita masih hidup pada masa lalu

Meneriakkan kata MERDEKA!!!
Dan memikirkan bahwa saat ini kita masih dijajah
Adalah tanda bahwa kita masih ingin dijajah
Walau dikatakan bahwa kita dijajah oleh kebiasaan buruk dan korupsi

Merdeka adalah keadaan!!
Bukan tindakan!!

Meneriakkan kata MERDEKA!!!
Padahal kita masih dijajah
Sama seperti hidup di tengah-tengah makanan
Tapi memiliki bibir yang terjahit

Anakku, hari ini ku katakan padamu
Tidak cukup hanya MERDEKA!!
Kita harus meneriakkan lebih dari itu

Target tidak dipasang supaya kita sembarang menembak
Target tidak dipasang hanya supaya kita semangat
Target dipasang…
Namun yang terpenting adalah
Bagaimana kita membidikkan anak panah kita

Tidak cukup hanya meneriakkan kata MERDEKA, anakku
Bangsa ini membutuhkan lebih dari kemerdekaan
Bangsa ini membutuhkan KEMAJUAN!!
Bangsa ini membutuhkan semangat
Bangsa ini membutuhkan sikap pejuang

Lain kali orang lain berteriak MERDEKA!!!
teriakkan satu kata anakku: MAJU!!!
Dan berjanjilah dalam hatimu
Kau akan melakukan sesuatu
Untuk kemajuan bangsa ini

Beda prinsip


Ayah jelaskan padaku,
Ada yang tak kumengerti
Apa yang kau nasihatkan
Berbeda dengan apa yang mereka katakan

Katamu kita harus berbuat baik pada siapa saja
Mengasihi orang lain seperti diri sendiri

Tapi kata mereka,
Berbuat baiklah pada mereka yang berbuat baik
Bodoh kalau tetap berbuat baik pada orang jahat

Katamu kita harus menolong semua orang
Dengan ketulusan hati dan tidak mengharap imbalan
Jangan sampai tangan kirimu tau apa yang diberi tangan kananmu

Tapi kata mereka,
Berbuat baiklah agar mereka merasa hutang budi
Dan suatu saat akan membalas kebaikanmu
Dan usahakan mereka tahu bahwa kau memberi

Katamu kita harus mengatakan apa yang sebenarnya
Apapun resikonya
Apapun kondisinya
Karena kejujuran adalah sesuatu yang mulia
Dan integritas menunjukkan harga diri

Tapi kata mereka,
Katakan apa yang mereka ingin dengar
Pastikan reputasimu selamat
Dan kau mendapat posisi setinggi mungkin

Katamu kita tidak boleh membalas dengan kejahatan
Yang berbuat jahat sama kita
Katamu kita harus membalasnya dengan kebaikan
Justru itu akan menumpukkan bara api ke atas kepalanya

Tapi kata mereka,
Jangan diam saja kalau diperlakukan tidak baik
Lawan, dan balaskan dendammu
Pastikan lawanmu jatuh

Katamu yang terpenting adalah hubungan
Dengan Tuhan
Dengan sesama
Dan bukan uang dan kekayaan

Tapi kata mereka
Hubungan bisa dibeli
Kebaikan orang bisa dibeli
Dengan setumpuk uang dan kekayaan

Jelaskan padaku ayah
Terlalu banyak perbedaan antara apa yang kau ajarkan
Dan apa yang mereka katakan…

 

Wahai Tuhan yang Benar


Sejak aku lahir sampai sekarang,
Orangtua dan para tetua kampungku selalu mengajarku
ada kuasa di atas sana yang lebih besar
Kuasa yang melampaui manusia

Untuk kuasa itu, sesembahan harus dibuat
untuk kuasa itu pula, upacara harus dilakukan

Seringkali aku bertanya pada ibu
Kuasa itu berwujud seperti apa?
Apakah raksasa yang kejam?
Atau semacam roh halus melayang-layang

Tapi ibu tidak tahu, nenek tidak tahu, tidak ada yang tahu
Yang ibu tahu, kuasa itu yang mendatangkan hujan
Yang ibu tahu, kuasa itu yang membuat matahari
Yang ibu tahu, kuasa itu yang membuat kami tetap hidup

Seringkali juga aku bertanya pada ibu
Memangnya darimana Ibu tahu
kalau Kuasa itu menyukai sesembahan kami
kalau kuasa itu akan menerima upacara yang kami buat
tari-tarian kami dan nyanyian kami

Tapi ibu tidak tahu, nenek tidak tahu, tidak ada yang tahu
Yang ibu tahu, kuasa itu menyembuhkan
Saat aku sakit keras, ibu berdoa
“Yang terhormat Tuhan yang Benar
Pencipta semesta, sembuhkan anakku”
Dan katanya aku sembuh

Aku sendiri bingung
Itu karena obat dukun atau karena kuasa itu

Tapi hari ini aku ada di sini
di puncak bukit tertinggi di tempatku
Aku akan berteriak pada kuasa itu

Wahai Tuhan yang Benar
Pencipta semua yang aku lihat
Yang dihormati Ibuku, nenekku turun temurun
Yang disembah orang-orang di kampungku

Wahai Tuhan yang Benar
Batara Tunggal, Sang Hyang Kersa
Kau yang satu dan berkuasa
Kau yang Menguasai Jagat

Wahai Tuhan yang Benar
Tunjukkan padaku siapa dirimu

Jika Kau memang penuh kasih
Seberapa besar kau mengasihi kami
Jika Kau memang ada
Sebutkan namaMu padaku

Wahai Tuhan yang benar
Penguasa semesta…
Sebelum habis usiaku
Biarkan aku mengenalmu
Agar aku bisa menunjukkan pada Ibuku,
Agar aku bisa menunjukkan pada nenekku
Agar aku bisa menunjukkan pada orang-orang kampungku
Seperti apakah Engkau…
Dan apa yang Engkau sukai…
Apakah Engkau menerima sesembahan kami atau tidak

Wahai Tuhan yang benar…
Jawablah doaku

didedikasikan untuk seluruh misionaris di Indonesia…God Bless You, Warrior!!

ps

Masih banyak suku di Indonesia yang belum mengenal siapa Tuhan yang Benar itu….Setiap hari mereka hidup, melakukan ritual agamawi, tapi mereka tidak mengenal siapa Tuhan yang Benar…

Di Indonesia ada banyak sekali Suku Bangsa yang masih menganut agama keturunan.

Bukan KKR yang diperintahkan Tuhan Yesus untuk dilakukan gereja, tapi

“Pergilan, jadikah SEMUA BANGSA murid-Ku”

Saat ini ada lebih dari 740 suku dan etnis di Indonesia…

Bukan KKR yang diperintahkan Tuhan Yesus untuk dilakukan gereja, tapi

“Dan Injil Kerajaan ini akan diberitakan di seluruh dunia menjadi kesaksian bagi semua bangsa, sesudah itu barulah tiba kesudahannya.”

Mari tidak hanya berdoa bagi bangsa ini, tapi melakukan sesuatu…Agar Nama Tuhan Yang Benar dimuliakan…

Seperti anak-anak


Kalau kau melihat anak-anak bermain
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Pakaian mereka kotor
Mereka sedang berlari-lari
Beberapa merebut milik temannya
Dan tak perlu menunggu lama sampai ada yang menangis

Kalau kau melihat anak-anak bermain
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Mereka akan memainkan peran
Masak-masakan, sekolah-sekolahan

Kau kau melihat anak-anak sedang diam
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Mata mereka menjelajah
Beberapa memainkan air liur
Tangan mereka menggapai-gapai tidak bisa diam

Kalau kau melihat anak-anak merasa sedang ditinggal sendiri
Di manapun…
Kau akan melihat banyak persamaan
Pertama-tama mereka tidak akan sadar
Setelah sekian lama mata mereka menjelajah mencari yang mereka kenal
Ketika tidak ada seorang pun yang mereka kenal,
Mereka akan mulai menangis

Namun jika kau lihat orang dewasa… Continue reading

Saat kau dewasa


Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat…
Bahwa banyak orang hidup dalam kepura-puraan
Mereka mengatakan sesuatu yang tidak benar-benar mereka maksudkan…
Atau melakukan sesuatu yang tidak benar-benar mereka inginkan…

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat
Bahwa benar atau salah tidaklah mutlak
Semuanya abu-abu….
Memenuhi hukum relativitas…

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat
Bahwa harga diri itu adalah
Seberapa tebal bulu domba yang kau pakai
Tak peduli seberapa panjang taring serigalamu

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat…
Bahwa bagi mereka semua…
Mobil mewah lebih berharga dari ketulusan
Uang banyak lebih berharga dari kejujuran

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat
Bahwa reputasi akan lebih penting dari integritas
Bahwa pendapat orang lain akan menjadi sangat penting
Lebih penting dari pendapat orangtuamu…

Anakku, saat kau dewasa kau akan melihat
Bahwa bagi dunia, integritas dan sikap adanya
Adalah kebodohan dan sesuatu yang naif
Bahwa kau tak bisa bertahan hidup dengan modal kejujuran

Tapi, anakku…
Saat kau dewasa nanti….
Dan menghadapi semua yang kukatakan…
ingatlah satu hal…
Yang akan ku ajarkan padamu

Sesulit apapun kehidupan nantinya…
Seberat apapun hidup yang akan kau jalani…
Sebesar apapun masalah yang kau hadapi

Ingatlah anakku…

Bahwa pemberani adalah
Mereka yang dapat menerima diri mereka sendiri
Mereka yang menerima apa yang tak dapat diubah
Dan berjuang untuk memperbaiki apa yang dapat diubah

Bahwa pemenang sejati adalah
Mereka yang tahu siapa dirinya
Mereka yang tahu apa tujuan hidupnya
Dan berjuang untuk mencapai tujuan itu
Dengan cara yang benar

Bahwa pahlawan adalah
Mereka yang dapat memberi kebaikan pada orang lain
Bukan hanya menerima kebaikan dari orang lain

Dan mereka yang beruntung adalah
Mereka yang dapat tetap memiliki integritas
Walau mempertaruhkan reputasi

Anakku, saat kau dewasa nanti
Ingatlah…
Apa yang telah kubangun sejak kau kanak-kanak
Apa yang telah kuajarkan hari demi hari

Bahwa benar tetap akan benar,
Bahkan seandainya tak ada seorang pun di dunia yang melakukannya

Dan salah tetap akan dikatakan salah,
Bahkan seandainya semua orang melakukannya

Ingatlah anakku….

Investasi termahal


Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
Lebih besar dari gedung sekolah yang mahal
Lebih besar dari gaji orangtua selama bertahun-tahun
Lebih besar dari gaji seumur hidup dari guru yang terbaik
Lebih besar dari biaya royalti seorang programmer
Lebih besar dari air mata dan keringat seorang pendeta
Lebih besar dari kurikulum yang didatangkan dari negara manapun

Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
Mata…yang dapat memancarkan harapan dan bukan kemarahan
Telinga…yang siap mendengar bahkan cerita yang sepele skalipun
Mulut…yang siap mengajar, tertawa, dan marah pada porsi yang tepat, waktu yang tepat
Tangan…yang siap membantu, dan menepuk bahu
Kaki…yang siap berjalan bersama mereka

Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
Kesabaran…bahkan ketika mereka melakukan kesalahan yang sama ratusan kali
Kemurahan hati…bahkan ketika kita harus memberikan hal terakhir yang kita miliki
Hikmat…bahkan ketika kita dalam keadaan terjepit dan sangat lelah
Kesetiaan…bahkan ketika mereka tidak mempercayai kita
Ketekunan…bahkan ketika tidak ada dasar lagi tuk berharap

Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
Keteguhan hati… untuk terus melakukannya sampai akhir
Penyangkalan diri…untuk terus melakukan apa yang benar

Membina karakter anak membutuhkan investasi yang sangat besar
waktu…
hati…
pikiran…
HIDUP…

Kalau dipikir-pikir…bukankah itu yang sudah Tuhan lakukan bagi kita?

untuk semua pelayan anak…God Bless You

Istana kesayangan (Anak Raja 3)


Kami memiliki sebuah istana
Pemberian seorang Raja
Sang Raja menitipkan istana ini pada kami
Agar kami dapat menampung banyak orang
Dia memang terlalu royal

Buat dia, kasih itu segalanya
Buat kami, kemewahan lebih penting

Buat dia, jangkau sebanyak mungkin orang
Buat kami, eksklusifitas itu keren

Buat dia, jadikan setiap orang anak-anakku
Buat kami, hanya relasi dan teman-teman kami

Sebenarnya lahan untuk istana ini cukup besar
Tapi untuk apa membuat istana besar-besar
Lebih baik kita perindah yang sudah ada

Continue reading

6 hari dalam seminggu


Hari Senin…
Duuuh, malasnya kembali ke tempat kerja,
Setumpuk pekerjaan…
Teman-teman yang menyebalkan
Jalanan yang macet
Jadi…aku bersantai seharian…

Hari Selasa…
Rutinitas…
Rapat, klien, pekerjaan
Aku melihat di meja sampingku
Benar-benar menyebalkan…

Dia selalu terlihat murung
Kelihatannya ada masalah
Ah, biarlah…itu masalahnya
Apa urusanku

Hari Rabu…
Atasanku memanggilku
Katanya aku menelantarkan kerjaanku

lanjutkan membaca “6 hari dalam seminggu”…