Happy 63rd Birthday, Mama


Banyak puisi ditulis untuk para Ibu
Mulai dari puisi cinta hingga puisi rindu
Seolah semua kata di dunia
Tak cukup untuk melukiskan cinta Ibu

Aku mencintai Mama…
Bukan karena Mama melahirkanku…
Aku tak tahu saat itu…
Dan ku rasa Mama pun tak punya banyak pilihan…

Aku mencintai Mama…
Karena caranya membesarkanku,
Caranya mengajarkanku,
Caranya menghukumku,
Caranya menemaniku belajar,

Aku mencintai Mama…
Karena keteguhan hatinya,
Saat mendidikku,
Saat membelaku,
Saat mendisiplinku,

Aku mencintai Mama…
Untuk setiap waktu yang kami lewati,
Untuk setiap pertengkaran yang kami lalui,
Untuk setiap cerita yang kami bagi,
Untuk setiap kisah yang kami alami

Aku mencintai Mama…
Karena keputusannya untuk mencintai aku,
Karena keputusannya untuk tetap bersabar,
Walau aku menyebalkan,
…atau membangkang,
…atau kurang ajar,
…atau tidak tahu diri

Aku mencintai Mama
Yang mengajari aku tentang cinta

Selamat ulangtahun ke 62, Mama
Dan selamat hari Ibu…

Not Terimakasih untuk Cinta


Buat Anda yang membutuhkan….

Greissia's avatarKu Istimewa

Ada banyak yang minta not lagu ini.
Sebenarnya sudah ada di website ini (http://kuistimewa.com/more-song/terimakasih-untuk-cinta/), tapi mungkin tidak bisa ditemukan.

Berikut dilampirkan di sini. Mudah-mudahan membantu.

Terimakasih_untuk_Cinta_Melody-1

View original post

Happy 38th anniversary, Papa and Mama


Rumah adalah…
Tempat di mana Papa dan Mama berada
Tak peduli itu di mana
Tak peduli tempat itu seperti apa
Tak peduli panas atau hujan
Sepanjang kalian ada di dalamnya,
Itu adalah rumahku…

Keluarga adalah…
Cinta pertama yang pernah dimiliki seorang anak,
Cinta yang tak kan pernah hilang
Cinta yang tak tergantikan
Tak peduli konflik yang pernah terjadi
Tak peduli berapa banyak pertengkaran dan perdamaian
Sepanjang  kalian ada di dalamnya,
Hatiku masih memiliki cinta…

Orangtua adalah…
Sahabat terbaik yang dimiliki seorang anak…
Pemimpin yang dahulu terasa kejam tanpa perasaan…
Imam yang memperkenalkan Tuhan
Guru hebat yang mengajar tentang hidup

Tak peduli seperti apa orangtua yang lain
Bagi seorang anak,…
Orangtuanya yang terhebat
Orangtuanya yang terkuat
Orangtuanya yang selalu diandalkannya

Selamat merayakan ulangtahun pernikahan, Papa dan Mama
Terimakasih telah menjadi rumah bagiku
Terimakasih telah memberi keluarga penuh cinta
Terimakasih telah menjadi orangtua yang terhebat

Semoga segala kebaikan,
Semoga segala kemurahan,
Semoga segala berkat
Semoga umur panjang
…dari Bapa di Surga
Bersama Papa, Mama,
…. dan KITA.

Selamat Ulang Tahun ke-66, Papa


Kepemimpinan yang kau ajarkan adalah…
Kepemimpinan seorang ayah,
Meneladani, bukan menggurui…
Menasihati, bukan mengomeli…
Mengiringi, bukan menghalangi…

Semangat yang kau ajarkan adalah…
Semangat seorang pejuang,
Berusaha sampai bisa…
Bangkit setelah kalah…
Bekerja pantang menyerah…

Iman yang kau ajarkan adalah…
Iman yang hidup,
Dibuktikan melalui perbuatan…
Ditunjukkan melalui sikap hidup…
Dijaga, dan dipertahankan…

Kasih yang kau ajarkan adalah,
Mengasihi tanpa syarat,
Mengampuni saat disakiti…
Sabar saat dikecewakan…
Mengalah dan tak mencaci…

Hidup yang kau ajarkan adalah,
Selalu bersyukur…
Selalu berusaha…
Selalu berdoa…
Selalu melakukan yang terbaik…
Tunduk pada Sang Khalik,
Hormat pada sesama,
Mengasihi semua orang

Menjadi Papa adalah spesialismu,
Seahli penjunan membuat periuk…
Seahli arsitek merancang rumah…
Seahli pianis memainkan lagu indah…

Selamat ulang tahun, Papa
Menjadi anakmu adalah kebanggaan
Kehormatan, dan kebahagiaan…
I love you, Papa

Jika tak mencinta, tolong jangan membenci


Jika kau tak bisa mencinta,
Setidaknya jangan membenci…

Jika kau tak bisa membangun,
Setidaknya jangan menghancurkan…

Jika kau tak bisa mencipta,
Setidaknya jangan membunuh…

Jika kau tak bisa mendoakan,
Setidaknya jangan mengutuki…

Jika kau tak bisa percaya,
Setidaknya jangan apatis…

Jika kau tak bisa mendukung,
Setidaknya jangan mencaci…

Jika kau tak bisa melakukan apa-apa
Setidaknya hargai mereka yang sedang berusaha…

Maju terus Pak Presiden,…
Satu tahun sudah kau bekerja…
Masih ada empat tahun…

Abaikan mereka yang membenci,
Teruslah maju membangun negeri,
Kami tahu kau pasti lelah,
Tapi kami tetap berdoa,
Tuhan bersamamu

#1TahunJokowiJK

Ahok: Antara Daniel dan Gembala


Tulisan saya kali ini mungkin agak membosankan bagi Anda yang tidak terlalu menyukai tulisan-tulisan serius dan rohani. Tapi sudah lama saya ingin menulis ini, dan saya akan berusaha menulisnya secara singkat dan tidak terlalu membosankan. Baik, mari kita mulai…

image

Ahok, yang memiliki nama panjang Basuki Tjahaja Purnama, mendadak disorot beberapa bulan belakangan. Dia adalah Warga Negara Indonesia keturunan Tionghoa yang berhasil merebut hati sebagian besar etnis di tanah air, tak terbatas golongan, ras atau agama tertentu.

Saya tak perlu membahas gaya berkomunikasinya yang blak-blakan dan spontan, kita semua mengetahuinya. Saya juga tak perlu membahas kiprahnya di dunia politik, Anda bisa langsung melihat buktinya di ibukota dan tulisannya di blog pribadinya.

Saya ingin membahas mengenai filosofi yang ia percayai… Bukan sekedar Tuhan yang ia sembah, tapi gaya hidup yang dia tunjukkan.

Ahok adalah manusia yang mengetahui tujuan hidupnya. Dalam salah satu kesaksiannya ia mengatakan sebuah kalimat yang menginspirasi dan sangat saya sukai:

Charity itu seperti orang Samaria yang baik hati, ia menolong orang dianiaya. Sedangkan Justice, kita menjamin orang di sepanjang jalan dari Yerusalem ke Yerikho tidak ada lagi yang di rampok dan dianiaya.  Hal ini yang memicu saya untuk memasuki dunia politik.

Memang tak semua orang memiliki panggilan “Justice”. Kebanyakan Warga Negara Tionghoa atau yang beragama Kristen di Indonesia berpikir bahwa charity sudah cukup bagi mereka. Sebagian melakukannya agar tokonya tidak diganggu preman, sebagian agar dapat pahala, sebagian dengan tujuan ‘keagamaan’ tertentu. Jarang sekali yang melakukannya karena belas kasihan. Tapi sudahlah, tak salah memberi bagi yang membutuhkan, bukan?

Hanya sedikit saja orang Kristen seperti Ahok yang mampu mengenali panggilan untuk berpolitik. Bukan untuk urusan agama, tapi panggilan kemanusiaan, untuk keadilan.

Apa yang dilakukan Ahok mengingatkan saya pada seorang tokoh di Alkitab, minoritas yang menjadi pemimpin karena integritas dan rekam jejaknya. Tepat!! Dia adalah Daniel, warga jajahan yang memiliki spirit of excellent. Sikap hidup yang sempurna, standar kebenaran yang tinggi.

Apa yang terjadi pada Daniel? Ia dibenci rekan sejawatnya karena menjadi pejabat yang tidak bersedia korup dan mengikuti gaya kerja yang lain.

Apa yang terjadi pada Daniel? Ia hampir berakhir di gua singa, lolos dari mulut singa-singa lapar yang mendadak kenyang saat melihatnya.

Alkitab tak menjelaskan mengapa ia dibenci. Saya rasa menjadi kesayangan raja pun ada alasannya. Mengapa raja menyayangi Daniel? Atau,… Apakah ia dibenci karena ia adalah minoritas yang berhasil naik ke tingkat atas?

Mungkin ia dibenci karena sebagai minoritas ia lebih disukai banyak orang daripada rekan-rekannya…

Apa yang terjadi pada Daniel? Prinsip hidupnya membuat ia dikenal sebagai orang benar dan Tuhannya Daniel dikenal sebagai Tuhan yang benar.

Bagaimana dengan kita di tempat kerja? Apakah kita menghargai waktu dengan baik? Apakah kita tepat waktu saat datang di pagi hari dan saat setelah istirahat siang? Apakah kita menolak kompromi dengan kecurangan-kecurangan kecil? Apakah kita menolak menerima suap walau itu tiket ke luar negeri?

Apakah kita sudah bisa seperti Daniel? Jika tidak, jangan harap Anda mendapatkan kepercayaan lebih, dan jangan harap Anda menjadi iklan dari Tuhan yang Benar.

Hal kedua yang saya ingat dari gaya kepemimpinan Ahok adalah gaya gembala. Melalui program dan realisasinya, ia memberi rumput hijau dan air tenang, mengobati dan melindungi…

Saya bahkan berpikir gaya kepemimpinan ini yang jarang kita temui di gereja saat ini.

Penggembalaan tipe Ahok adalah membuka line telepon pribadi dan akunnya di media sosial untuk mendengar keluh kesan warganya dan memberi solusi yang tepat.

Bandingkan dengan banyak Pendeta yang menjadikan dirinya public figure di media sosial, menuai like sebanyak mungkin orang, namun hanya memposting fotonya jalan-jalan, eh… kunjungan kerja, eh…pelayanan ke luar negeri.

Bandingkan dengan banyak pendeta besar yang fokus pada dirinya sendiri, mimpi menjadi motivator tingkat dunia dengan hanya posting teori kalimat-kalimat bijak namun tak menggubris permintaan pertemanan atau sapaan jemaatnya, apalagi permohonan konsultasi atau minta didoakan.

Jadi kalau saya ditanya, kenapa Ahok disukai? Saya akan menjawab… Karena ia menerapkan prinsip kerja Daniel dan gaya kepemimpinan gembala.

Ngomong-ngomong, bagaimana prinsip kerja Anda? Jika Anda pemimpin, bagaimana gaya kepemimpinan Anda?

Nb: sebenarnya saya sudah lelah membahas segala sesuatu tentang Pendeta-pendeta itu,… Tapi ketika ada pembanding yang hebat, saya tergelitik untuk mengangkatnya lagi, hehe…

Ketika Karya mendahului Pembuatnya


Akhir tahun 2014 yang lalu, seorang teman lama menelepon saya dan mengatakan bahwa teman baiknya membutuhkan karya saya untuk albumnya. Dia katakan bahwa temannya tersebut kebetulan memainkan lagu saya di pernikahan adiknya, dan menyukai melody lagu tersebut. Selanjutnya tanggal 23 Desember saya menerima sebuah email dari temannya tersebut yang isinya sebagai berikut:

Dear Greissia
Greetings! My name is Yenn, a friend and brother of Christian Chandra.
Recently I was in Bandung attending the wedding of Sunty, brother of
Christian. During the wedding, I was asked to play on the violin a song
that you wrote, “Thank You Father and Mother.” I really liked the melody
and thought if I could add new Chinese lyrics to your melody and record
it on our ministry’s mandarin album for next year. Christian gave me
your email so that I can write this letter to you.

I belong to a ministry called New Heart. You can find more information
about our ministry at http://www.NewHeartMusic.org

Each year, we will produce a worship CD of original songs and lyrics
that we pray will become a blessing to the church. We are currently
working on a new Mandarin album for 2015. The recording will begin next
month. I am the producer of the CD and I realized that your melody is
very different from the more Chinese-oriented melodies that we had in
the past, and will love to include it in our album, with your permission
of course.

As we are a non-profit Christian organization that rely on donation from
brothers and sisters to operate (about 70% of our income is from
donation), we ask for your gracious permission to donate to our ministry
the right of the copyright of the song, together with the arrangement,
recording, and production rights for three years. We will definitely
list you as the composer on our CD and songbooks.

I have attached a standard form that we send to our composers. Please
let me know if you have any question.

Thanks so much.

In his Name
Yenn

Singkatnya, beliau meminta ijin saya untuk dapat menggunakan melodi lagu Terima Kasih untuk Cinta (atau yang biasa dikenal Terimakasih Papa dan Mama) untuk dapat digunakan dalam albumnya yang berbahasa Mandarin, dengan penyesuaian tema lagu dan bahasa.

Awalnya saya agak keberatan mengingat lagu tersebut akan diterjemahkan dalam bahasa Mandarin dengan arti yang jauh berbeda dengan aslinya. Maksud saya… saya pikir melody lagu Terima Kasih untuk Cinta sangat pas untuk sebuah lagu terimakasih bagi orang tua. Saya tidak dapat membayangkan jika makna dari lagu tersebut diubah menjadi sebuah lagu rohani. Bukannya tidak mungkin, namun saya masih berpikir bahwa sebuah lagu rohani seharusnya memang diawali dengan niat membuat lagu rohani, jika Anda paham maksud saya.

Namun ketika beliau mengatakan dalam email berikutnya bahwa lagu tersebut hanya dinyanyikan di USA, Taiwan, Singapura dan Malaysia dan saya melihatnya juga sebagai kesempatan untuk menyimpan karya di negara-negara yang jauh itu, maka akhirnya saya memberi mereka ijin dengan kondisi saya dapat menuliskan tentang kesempatan tersebut di sini.

Sebagian dari Anda tentu bertanya-tanya mengenai maksud saya.. Saya sangat mengenal bangsa ini dan walau mereka sering bangga dengan prestasi bangsanya di kancah internasional, namun mereka lebih mempercayai orang asing dibanding orang mereka sendiri. Maksud saya, jika suatu saat Anda mendengar lagu saya dinyanyikan dalam bahasa Mandarin (atau mungkin Inggris) dan dinyanyikan bukan oleh orang Indonesia, maka Anda akan berpikir bahwa saya adalah seorang plagiator yang menggunakan melody orang lain…

Saya sangat menghargai Dr. Yenn atas etika dan sopan santun yang luar biasa, dengan gaya tulisan yang sangat baik dan permohonan ijin yang jelas diberikan secara tertulis (berbeda dengan yang sering saya alami dengan produser-produser album rohani Indonesia….yang walau sama-sama minta “gratisan” namun cara dan gaya bahasa mereka membuat saya ilfil duluan).

Beliau memberikan update mengenai album tersebut dan memberi saya notasi serta teks lagu tersebut (setelah penyesuaian) yang sama sekali tidak saya mengerti.. (Namun kemudian saya meminta terjemahannya dalam bahasa Inggris dan beliau memberikannya)

(Anda bisa mengklik nya di –> Jesus I Thank You)

Akhirnya, 29 Mei 2015 saya menandatangani surat ijin penggunaan lagu tersebut, kontrak

dan baru saja minggu yang lalu teman lama yang saya ceritakan di awal artikel memberikan CD tersebut kepada saya.

Sangat puas dengan profesionalitas, dan hasil rekaman yang luar biasa. Saya menyukai enam belas lagu dalam album ini… dengan musik yang indah dan vokal yang menakjubkan…

Jika Anda seorang composer, Anda akan paham maksud saya… lebih memuaskan ketika karya Anda disandingkan dengan karya-karya indah lain (walau itu berarti karya Anda tidak menonjol di album itu) daripada jika karya Anda disandingkan dengan karya-karya lain yang tak indah (walau itu berarti karya Anda menonjol, dapat menjadi yang terbaik dalam album itu).

Enosiophobia: antara input, kritik dan cela


Saya dan adik saya suka bergosip, seperti umumnya wanita lain (atau mungkin lebih tepatnya berdiskusi, seperti umumnya saudara lain). Kali ini kami membicarakan sesuatu mengenai ‘benteng’. Bagaimana seseorang mungkin membangun benteng yang indah, tinggi dan tebal dalam dirinya, melindungi kesempitan pikiran yang ada di balik benteng itu.

Bagaimana seseorang yang membangun benteng itu sesungguhnya ingin menyembunyikan gubug reyot yang ada di balik benteng itu. Gubug reyot berisi kebebalan dan pikiran naif.

Anda bingung dengan isi gosip kami? Ya, seiring pertambahan usia kita jadi suka membicarakan sesuatu yang cukup berat, bukan? Setidaknya lebih berat dari masalah si anu patah hati atau si itu yang punya mobil baru.

Orang-orang pembangun benteng membutuhkan benteng-benteng itu agar orang lain tidak mengetahui betapa rapuhnya mereka. Mereka tidak ingin orang lain mengetahui betapa reyotnya bangunan yang ada di dalam.. Karena toh biasanya benteng yang tebal dan tinggi untuk melindungi rumah yang indah dan megah.

Para pembangun benteng takut orang lain menilai dirinya, apalagi mengkritiknya. Sebelum orang lain sempat menilai dirinya, mereka dengan sukacita menceritakan dirinya, biasanya lebih dari yang sebenarnya. Hiperbola adalah nama tengah mereka.

Para pembangun benteng begitu takut hingga mereka tak lagi bisa membedakan masukan, kritik, juga cela. Bagi mereka ketiganya sama saja. Sama-sama merupakan serangan; dan setiap serangan harus dilawan.

Apa Anda bisa membedakan masukan, kritik dan cela. Saya akan memberi contoh untuk membedakannya. Masukan adalah ketika seseorang yang peduli padamu memberitahumu bagaimana agar lebih baik, seperti teori baru mengupas kentang atau teknik bicara di depan umum yang lebih menarik.

Mungkin juga dia memberitahu jika ada sesuatu yang tidak pas seperti dasi yang miring atau akun media sosial yang dibajak.

Kritik adalah ketika seseorang yang peduli padamu mengoreksimu untuk sesuatu yang salah yang telah kau lakukan… Seperti jika kau bicara terlalu kasar atau terlalu cepat… Atau jika kau mengambil keputusan yang salah…

Cela adalah ketika seseorang tak menyukaimu, atau membencimu, atau   iri padamu menjadikan perbuatanmu sebagai alasan untuk membunuh karaktermu. Kebanyakan adalah perbuatanmu yang salah… Tapi mereka yang berniat mencelamu akan selalu memiliki alasan tak peduli apa perbuatanmu. Mereka sesungguhnya tak peduli pada perbuatanmu. Satu-satunya yang mereka pedulikan adalah bagaimana menjatuhkanmu.

Masih ingat si pembangun benteng? Mereka tidak suka ada yang menganggu teritorial mereka yang kecil dan reyot. Mereka menganggap bahwa masukan dan kritik sekecil apapun sebagai cela yang membahayakan. Karena itulah mereka membangun benteng dan memolesnya agar terlihat indah…

Mereka menutupi kebodohan dengan kata-kata nan indah dan mencegah kritik dengan mengatakan bahwa semuanya baik… Menutup telinga terhadap masukan… Dan menjadi pahit karena celaan…

Ada istilah khusus untul orang-orang seperti itu: Enosiophobia, yaitu ketakutan berlebihan akan kritik. Ketakutan ini begitu besar hingga mereka cenderung menghindari relasi yang dekat dengan orang lain yang lebih pintar atau pandai dari dirinya.

Ketakutan ini juga mencakup takut akan mendapat penilaian buruk dari orang lain sehingga ia mati-matian memoles diri, menjaga sikap, melatih kata-kata manis dan memakai topeng.

Ketakutan ini juga mencakup takut jika apa yang mereka lakukan akan menjadi fitnah… Oh ya!! Begitu sering bukan kita mendengar “mencegah fitnah” atau “bisi piomongeun” (takut diomongin orang)

Bukankah saya pernah menulis ini sebelumnya…? Orang-orang Enosiophobia memanggul keledai di pundak mereka karena kuatir penilaian buruk dari orang lain…

Ngomong-ngomong, apa penyebab Fobia ini?  Enosiophobia disebabkan karena beberapa faktor. Faktor paling banyak yang jadi penyebab adalah penolakan sejak anak-anak. Penolakan membuat seseorang takut melakukan kesalahan, dan takut melakukan kesalahan membuat seseorang rentan akan teguran dan kritik.

Faktor berikutnya adalah seringnya dibanding-bandingkan sejak kecil. Benteng dibuat agar tak ada yang tahu seperti apa dirinya sebenarnya… Agar tak ada yang dapat membandingkannya dengan siapapun.

Lalu bagaimana?

Jika Anda mengalami gejala penyakit sosial ini… Ada beberapa tips bagaimana Anda dapat mengobatinya…
1. Terima keadaan dirimu
2. Akui tiap kelalaian atau kesalahan
3. Terima dan hargailah masukan.
4. Pertimbangkan kritik
5. Abaikan celaan
6. Mulailah mengembangkan diri

Bukankah…
“kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak?” Amsal 24:6

Jadi tunggu apalagi… Hancurkan dinding itu, perbaiki bagian dalamnya…

Hanya oleh Percaya


Here one song from the Witnesses… Hope you like it… For more info, please send your mail to contact@greissia.com

Hanya oleh Percaya.m4a by greissia, voc: Yedida Dina #np on #SoundCloud
https://soundcloud.com/greissia/yedida-dina-hanya-oleh

Ketika Kau dihukum Mati


image

Ketika kau dihukum mati,
Ada orangtua yang berduka,
Ada kekasih yang patah hati,
Ada teman-teman yang kehilangan

Ketika kau dihukum mati,
Ada harapan bahwa kau akan lebih baik
…dalam kehidupan selanjutnya
Setidaknya Tuhan berbelas kasihan

Ketika kau dihukum mati,
Ada penyesalan mendalam…
…dari orangtua yang menangis
Kalau saja dulu mereka lebih peduli,
Kalau saja dulu mereka lebih tegas,
Kalau saja dulu…

Ketika kau dihukum mati,
Ada penyesalan mendalam…
…dari kekasih yang bersedih
Kalau saja mereka tahu,
Kalau saja ada yang dapat dilakukan,
Kalau saja…

Ketika semuanya selesai,
Ketika hidupmu berakhir,
Kehidupan mereka yang kau kasihi terus berjalan
Disertai harapan…
Semoga saja kematianmu tak sia-sia

Mudah-mudahan saja…
Kematianmu dijadikan pelajaran
Bahwa hidup ini berharga,
Terlalu berharga untuk disia-siakan…
Bahwa setiap orang berharga,
Terlalu berharga untuk menyakiti sesama…

Bahwa anak-anak mereka berharga,
Terlalu berharga untuk diabaikan…
Dan kekasih mereka berharga,
Terlalu berharga untuk disakiti…

Nasi sudah menjadi bubur,
Palu hakim telah diketuk,
Senapan telah dibidik…

Ketika kau dihukum mati….
Ah, semoga saja kau beristirahat dalam damai, Saudaraku
Terkadang, kematian satu atau beberapa orang…
…diperlukan untuk menyelamatkan kehidupan

Semoga Tuhan menyelamatkan jiwamu…
Ketika hukum tak dapat memberimu pengampunan…

Bandung, 29 April 2015
Pk. 01.25, satu jam setelah eksekusi mati…