
Anakku,
Orang bijak berkata,
Hidup manusia itu seperti uap
Sebentar kelihatan lalu lenyap
Ada juga yang berkata,
Bahwa hidup manusia seperti bunga di padang
Ketika angin melintas
Hilanglah ia
Tempatnya tak mengingatnya lagi Continue reading

Anakku,
Orang bijak berkata,
Hidup manusia itu seperti uap
Sebentar kelihatan lalu lenyap
Ada juga yang berkata,
Bahwa hidup manusia seperti bunga di padang
Ketika angin melintas
Hilanglah ia
Tempatnya tak mengingatnya lagi Continue reading

Anakku,
Hari pertama selalu menyenangkan, bukan?
Hari pertama sekolah…
Hari pertama liburan…
Hari pertama bekerja…
Hari pertama ditahun baru
Hari pertama memberi harapan,
Untuk melakukan apa yang benar
Dari awal sampai akhir,
Tanpa salah…
Tanpa cacat… Continue reading
Entah sejak kapan begitu banyak pro kontra mengenai Hari Natal. Sebagian gereja menolak merayakan Natal karena menurut mereka Natal merupakan budaya pagan, dan bahkan Yesus sendiri tidak meminta pengikut-Nya untuk merayakan kelahiran-Nya. Sebagian gereja lagi merayakannya besar-besaran, menghabiskan dana ratusan juta untuk dekor dan hadiah sekolah minggu.
Mana yang benar?
Sebelum abad ke 4, hari raya utama gereja adalah Paskah. Namun sejak abad ke 4, gereja (saat itu dikuasai Katolik Roma) memutuskan untuk merayakan kelahiran Yesus. Namun karena Alkitab tidak memberi tanggal pastinya, maka Paus Julius 1 memutuskan 25 Desember sebagai hari Natal. Diyakini bahwa Paus melakukannya karena mengadopsi perayaan pagan untuk menghormati Saturnalia dan merayakan ulangtahun Mithra, dewa matahari.
Mau tahu ceritanya? Mari terus lanjutkan membaca… Continue reading

Anakku,
Kau sudah remaja sekarang
Sudah bukan anak kecil lagi
Di wajahmu mulai terlihat jerawat
Tubuhmu mulai berkembang
Kau mulai menghabiskan waktu lama di depan cermin Continue reading
Anakku,
Banyak orang meributkan tentang hari terakhir
Sejak beberapa tahun yang lalu,
Orang membicarakan hal ini
“Kiamat sudah dekat” kata mereka
Beberapa pemuka agama berusaha bernubuat
Tanggal ini, tanggal itu
Bulan ini, bulan itu
Mereka menentukan hari dan tanggal
Padahal, tak seorang pun tahu kapan harinya
Aku berpikir tentang hari istimewa
Hari di mana aku menjadi tokoh utama
Tersenyum dan merasa puas
Aku memikirkan hari itu
Ketika aku merasa bahagia
Ketika aku melepaskan bebanku
Ketika aku melepas salibku
Ketika aku merasa tugasku selesai
Hari istimewa itu,
Di mana Penciptaku menyambutku,
Mempersilahkanku masuk,
Tersenyum dan merangkulku
Sambil berkata, “baik sekalu perbuatanmu…”
Anakku,
Jadi seperti apa kau sekarang,
Adalah hasil dari apa yang terjadi di masa lalu
… didikan kami
… keputusan kami
… keputusanmu
Jangan salah mengerti,
Tuhan memiliki rencana indah untukmu
Tapi di dunia ini berlaku hukum sebab akibat
Sebagian orang menyebutnya hukum tabur tuai
Sebagian orang menyebutnya karma
Aku menyebutnya tanggungjawab dan konsekuensi
Anakku,
Kau bertanya padaku,
“Mengapa kita harus berbuat baik”
Pertanyaan yang pintar
Aku akan mencoba menjelaskannya
Sebagian orang berbuat baik untuk dapat masuk Surga
Mereka pikir perbuatan baik akan dapat menghapus dosa
Tapi manusia ini mahluk berdosa, anakku
Sejak lahir gen dosa ini sudah melekat
Anakku, tahukah kau
Bahwa apa yang sudah terlewat tak dapat diulang
Sama seperti sejarah hanya dalam bayangan
Apa yang terucap tak kan dapat ditarik
…akan menggoreskan pedih
…atau menebarkan senyum
Anakku,
Hidup ini bukan panggung sandiwara
Kau bukanlah satu-satunya tokoh utama
Kau bukanlah korban dari suatu skenario yang kejam
Kau bukanlah tokoh protagonis yang dikelilingi tokoh-tokoh antagonis
… mengelilingimu siang dan malam
… melawanmu dan menentangmu
… memikirkan keburukan untukmu