Waspada Gosip! (Mazmur 17)


Setelah sekian lama akhirnya melanjutkan lagi apa yang saya pelajari dari Mazmur.

Seseorang pernah menceritakan pada saya inti dari suatu seminar mengenai integritas. Dalam seminar itu dikatakan bahwa salah satu pelajaran yang harus dilakukan peserta adalah menjadi saksi yang baik. Artinya, menceritakan hanya apa yang dilihat, dengan tidak menambahkan asumsi sedikitpun kepada apa yang dilihatnya.

Saya beri contoh, sesuatu yang sensitif,  ketika ada seseorang melihat seorang pria dan wanita di depan sebuah kamar hotel di tempat wisata, misalnya. Pria dan wanita itu bukan suami dan istri dan orang tersebut merasa berkewajiban untuk mengatakan sesuatu, sayangnya bukan kepada orang yang bersangkutan, tapi pada orang lain. Bagaimana cara orang tersebut biasanya menyampaikan? Continue reading

Karena Setiap Orang Berbeda


Aku belajar bahwa…
Setiap orang berbeda
Diciptakan dengan keunikannya sendiri

Kau menemukan keteguhan hati di satu orang
Kau menemukan kedamaian di orang lainnya

Kau menemukan kerja keras dan ketelitian di satu orang
Kau menemukan kecerobohan dan kesenangan di orang lainnya

Ketika kau bertemu dengan seseorang,
Jangan mengharapkan apapun
Jangan menyamakannya dengan siapapun
Karena setiap orang berbeda Continue reading

Perjuangan


Apa yang kau tahu tentang perjuangan
Hai kau orang-orang berkelas dengan mobil đân rumah mewah?
Kau yang lahir dengan harta đân uang di sekelilingmu
Apa yang kau tahu tentang perjuangan?

Ayahmu mungkin tahu
Ketika ia merintis usaha sedikit demi sedikit
Tapi kau…
Apa yang kau tahu?

Bagaimana kau bisa mengajari kami arti berjuang
Kalau kau sendiri tak pernah melakukannya
Tak ada sesuatu yang perlu diperjuangan
Tak ada sesuatu yang perlu doa untuk mendapatnya
Keluarkan dompet đân semua beres
Keluarkan kartu đân semua terbayar
Apa yang kau tahu tentang perjuangan? Continue reading

Domba Terhilang


Aku adalah domba terhilang
Tidak tahu kapan aku mulai tersesat
Yang ku tahu tiba-tiba aku tidak lagi bersama kerumunanku

Aku berusaha mencari jalan menuju gembalaku
Kembali ke kerumunanku
Kembali ke kandangku
Bersama teman-temanku

Tapi aku tak bisa
Semakin aku berusaha
Semakin jauh aku tersesat

Aku benar-benar tak sanggup
Semakin aku mencari
Semakin aku tak tahu aku ada di mana

Aku menanti gembalaku
Tak kunjung datang
Apakah dia sadar kalau aku hilang
Apakah dia sadar kalau satu dombanya tak di tempat Continue reading

My 30th birthday


Dulu saat aku kecil
Aku kira hidup ini pertunjukkan
Di mana aku bintang utamanya
Papa dan mama tertawa dan bangga
Melihat aku membaca dan menulis

Dulu saat aku kecil
Aku kira hidup ini permainan
Di mana aku ada di dalamnya
Semua orang tertawa dan senang
Tidak ada tempat bagi kesedihan

Kemudian aku beranjak remaja
Aku mulai memiliki pandangan baru tentang hidup
Bahwa hidup itu persaingan
Orang berlomba-lomba mendapat tempat pertama…
Orang berlomba-lomba menjadi pemenang…
Orang berlomba-lomba menjadi yang terdepan…
Dan mereka yang terdepan, terkaya, terhebat akan mendapat semuanya

Saat aku dewasa
Aku mulai memiliki pandangan baru tentang hidup
Bahwa hidup lebih dari sekedar itu
Hidup itu perjuangan
Banyak orang memperjuangan kehidupan
Banyak orang melakukan berbagai cara agar tetap hidup

Hari ini, ulangtahunku yang ke 30
Aku menyadari bahwa hidup bukan pertunjukkan biasa
Tapi seperti papan reklame berjalan Continue reading

Berdiri di sebelah kananku (Maz 16)


Kembali ke Mazmur,  saya akan melanjutkan dengan Mazmur 16.

Ada satu kalimat dalam Mazmur 16  yang membuat saya teringat kisah lucu yang terjadi dalam pernikahan sepupu saya belum lama ini. Dari situ juga saya baru mengerti arti dari posisi berdiri mempelai pria dan wanita. Saya baru mengerti bahwa ketika pengantin memasuki gereja untuk diberkati, posisi pengantin pria ada di sebelah kanan dan pengantin wanita ada di sebelah kiri… Entah apa maksudnya.

Namun setelah diberkati, maka kedua mempelai harus meninggalkan gereja dengan posisi terbalik… pengantin pria di sebelah kiri dan pengantin wanita di sebelah kanan. Continue reading

Untuk Siapa


Tuhan,
Ketika aku melakukan sesuatu di rumah-Mu
Aku sering bingung,
Untuk siapa aku melakukannya

Apakah untuk para pemimpin
Yang melihat dengan mata besar
Menginginkan semuanya sesuai seleranya
Tak boleh meleset sedikitpun

Ataukah untuk jemaat-Mu
Yang datang dengan begitu banyak harapan
Begitu banyak masalah
Begitu banyak latar belakang
Tak mungkin memuaskan semuanya

Ataukah untuk diriku sendiri Continue reading

Terdengar indah…tapi sulit


Terdengar indah diucapkan
Tapi sulit dilakukan

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”

Bagaimana jika diganti menjadi…
Kasihilah orang seagamamu seperti dirimu sendiri
Atau
Kasihilah orang yang sudah pindah ke agamamu seperti dirimu sendiri 

Untuk apa susah-susah Continue reading

Kalau Harga Satu Jiwa Begitu Penting


Kalau harga satu jiwa begitu penting
Mengapa meributkan bentuk bangunan gereja
Dan bukan siapa yang harus ada di dalamnya

Kalau harga satu jiwa begitu penting
Mengapa meributkan supir mobil gereja
Dan bukan siapa yang diangkut di dalamnya

Kalau harga satu jiwa begitu penting
Mengapa meributkan sound system dan volume
Dan bukan suara yang dikeluarkan melaluinya

Kalau harga satu jiwa begitu penting
Mengapa meributkan tatanan rambut dan pakaian saat di panggung
Lebih daripada teladan dan sikap hidup Continue reading

2011 in review


The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 5,600 times in 2011. If it were a NYC subway train, it would take about 5 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.