Domba di tengah serigala


Ini adalah pengalaman yang berharga… Pertama kalinya menginjakkan kaki di tempat yang baru buka jam 12 malam… Tempat di mana irama musik keras menghentak dan getarannya bisa membahayakan jantung siapa saja.

Bukan… Jangan salah sangka, saya bukan ke tempat itu karena stress atau sedang hang out… Saya ke tempat itu karena dua alasan. Pertama, kami ikut mewakili group angklung yang dikolaborasikan dengan DJ Performance malam itu. Alasan kedua adalah karena saya ingin tahu, seperti apa tempat hiburan malam itu…

Saya akan mulai bahas dari pakaian… Saya pakai baju dari bahan wol tebal dan celana panjang. Sama sekali bukan baju yang ideal untuk mengunjungi tempat seperti itu kan. Pertama masuk aja saya merasa salah kostum… Mereka yang datang memakai rok atau celana yang pendeeeeeek sekali… Entah bagaimana mereka bisa menganggap bahwa baju itu cukup panjang atau cukup pendek untuk menutupi daerah pribadi mereka.

Walau saya awalnya merasa salah kostum, tapi kemudian di dalam saya berpikir. Bagaimana kita menilai diri kita itu terlihat dari apa yang kita kenakan… Saya bukan datang sebagai Yoanna Greissia, wanita 30 tahun yang haus hiburan. Saya datang sebagai Yoanna Greissia, wanita 30 tahun yang (anggap saja) sedang mengadakan riset tanpa harus menjadi satu dari mereka…

Musik di dalam dimainkan sangat keras… Di dalam ruangan itu berjejalan anak muda yang badannya meliuk-liuk mengikuti irama musik…

Karena saya dianggap bagian dari pengisi acara, maka saya mendapat sofa di samping panggung… Tempat yang cukup strategis… Karena saya jadi bisa duduk dan berpikir.

Pemikiran pertama saya adalah, “apa yang mereka cari?”. Menurut Anda semua, apa yang mereka cari di tempat itu? Tidak ada live band (selain anggota nawawi yang akan bermain arumba di acara puncak, itu pun hanya 3 lagu), dan tidak ada bintang di atas panggung. Lantas, mereka mencari apa?

Pemikiran kedua saya adalah, “apa yang sedang mereka pikirkan saat tubuh mereka meliak-liku mengikuti musik?”. Rasanya sulit sekali saya menyelami jalan pikiran mereka… Tahu tidak, katanya ada frekuensi musik tertentu yang membuat otak tidak bisa berpikir jernih… Mereka yang terbiasa akan mengikuti saja irama musik itu seperti kerbau dicucuk hidungnya. Ah… Pembodohan!

Di tengah2 pikiran-pikiran saya, tiba2 datang seorang remaja putri, mungkin berusia 18 tahunan, duduk di samping saya, meletakkan kepalanya di sandaran sofa, dan tidur, atau pingsan, entah… Menurut beberapa teman sih, dia sedang mabuk, kebanyakan minum… Menurut kata mereka juga, gadis itu kemungkinan besar akan berakhir di ranjang bersama pacarnya, tanpa si gadis sadari…

Aha! Muncul pemikiran ketiga. Beberapa waktu yang lalu salah satu gereja mengadakan acara remaja yang intinya “say no to pornografi”. Hey pembina remaja, saya kasihtahu ya. Banyak anak muda tidak sadar dirinya sedang berjalan menuju pornografi…dan pornoaksi…

Mereka diajak teman ke suatu tempat, anggaplah tempat hiburan malam… Mencoba sedikit minum. Tidak tahu bagaimana cara minum agar tidak mabuk, kemudian mabuk berat, masuk ke dalam persetubuhan, merasa diri rusak, dan hancurlah hidupnya…

Cobalah sesekali mengunjungi tempat hiburan malam, wahai pembina remaja. Dan lihat apa yang sedang terjadi di dalam sana!

Bukankah Yesus bilang, kau kuutus seperti domba di tengah serigala. Masuklah ke kandang serigala itu! (Tapi pastikan Anda adalah domba juga!) Lihatlah dan pelajarilah, bagaimana caranya agar domba Anda tidak diterkam serigala. Ya, saya dengan sadar menganjurkan Anda pembina remaja, pergilah ke tempat hiburan malam, dan lihat sendiri seperti apa di sana, jika Anda merasa cukup dewasa.

Intinya bukan melarang mereka agar tidak pernah ke tempat hiburan malam. Tapi bagaimana caranya agar, jika saja suatu saat mereka harus masuk ke dalamnya, mereka tetap memegang teguh standar hidup yang benar sehingga apapun yang terjadi di sekeliling mereka, sedalam apapun mereka melangkah masuk, mereka tetap memegang standar itu.

Terimakasih buat Papa dan Mama yang mengajar saya begitu hebat sehingga saya tahu nilai saya. Tapi tahukah kalian, wahai pembina remaja… Tidak semua orangtua peduli mengenai nilai dan harga diri anak-anak mereka! Tugas Andalah itu.

Satu-satunya kunci adalah, ajari mereka tentang harga diri dan tujuan hidup! Tanpa itu, sekeras apapun kita berteriak “say no to pornografi” mereka akan mencari media lain untuk menghancurkan diri mereka.

Bagi saya, hari ini adalah pengalaman yang luar biasa. Di tulisan berikutnya mungkin saya masih membahas seputar dunia malam… Dalam bentuk berbeda… Tulisan ini, anggaplah sebagai jurnal…:)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s