Mengubahkan hidup


Gadis cilik itu menengadah ke langit. “Sebentar lagi hujan,” batinnya. Dia tahu kapan akan hujan. Bau tanah dan suhu udara yang meningkat membuatnya yakin bahwa hujan sedang dalam perjalanannya. Ini artinya dia harus segera mencari tempat berteduh yang tidak hanya melindunginya dari air hujan, tapi juga dari angin dingin yang datang bersamaan dengan hujan.

Hari ini tempat tinggalnya tidak sama dengan kemarin. Sejak ibunya meninggal karena tergilas truk, dia tidak memiliki siapa-siapa lagi dan memutuskan tidak lagi menjadi gelandangan menetap seperti saat ibunya masih ada.

Dulu, saat ibunya ada, mereka selalu tidur di alun-alun kota. Tapi tempat itu sekarang hanya mengingatkannya pada ibunya, dan dia tidak suka. Dia memutuskan untuk pergi kemana kakinya membawanya. Tidur di tempat nyaman pertama yang dilihatnya. Terkadang di emperan toko roti, yang mana artinya dia harus bangun pagi-pagi sekali sebelum diusir pemilik toko. Terkadang di kolong jembatan layang, jika udara tidak terlalu dingin. Continue reading