Peristiwa berdarah itu


Tengah malam itu 47 tahun yang lalu, terjadi pembunuhan berdarah. Enam perwira tinggi, juga beberapa orang lainnya dibunuh dengan kejam.

Peristiwa berdarah itu untuk beberapa tahun dituduhkan kepada Partai Komunis Indonesia sebagai biang keladi. Saat saya masih sekolah pun, pelajaran Sejarah menyebutkan bahwa PKI adalah dalang dibalik semua ini, dan Soeharto adalah pahlawannya.

Nama Tuhan menjadi obyek yang harus dibela oleh bangsa yang mengaku ber-Tuhan, tidak mau menjadikan negara ini komunis dan tanpa Tuhan.

Baru kemudian setelah saya lulus SMA, sejarah yang sudah berlalu ini diungkit, dan kebenaran dinyatakan berbeda dengan yang selama ini diyakini.

Soeharto dan CIA disebut-sebut adalah dalang dibalik peristiwa ini. Walau akhirnya Soeharto yang menumpas PKI, tapi kemudian dikatakan PKI hanya umpan, kambing hitam dari suatu aksi perebutan kekuasaan.

Film tentang PKI pun tak lagi dipertontonkan pada anak sekolah, guru-guru sejarah bingung dengan materi yang mereka ajarkan. Jika mereka tidak mempelajari sejarah, maka sejarah berbalik akan memanipulasi mereka.

Enam jenderal itu adalah korban, pion yang dimainkan untuk kemenangan sang raja. Mati dijadikan umpan darah oleh mereka yang haus tahta.

Ade Irma Suryani, gadis kecil itu, menjadi korban dari mereka yang haus kekuasaan. Seharusnya beliau sudah besar sekarang, berkarya dan mengukir prestasi gemilang. Namun Tuhan begitu mengasihi dia, memanggilnya di usia begitu muda. Meninggalkan taman ade irma suryani yang dibuat untuk mengenangnya.

Kami, adalah korban sejarah, menghafal begitu banyak nama dan kisah, menonton kisah sadis lubang buaya, untuk kemudian menemukan, semuanya rekayasa. Kemudian mulai meragukan sejarah yang menjadikan bangsa ini seperti sekarang.

Tapi apapun skenario dari kisah ini, peristiwa berdarah itu tetap terjadi. Sejarah tetap mencatat, bahwa suatu dini hari yang dingin di Indonesia terjadi pembunuhan sadis atas perwira tinggi yang mencintai bangsa. Hanya karena kepentingan golongan yang tak beradab.

Dan, apakah sejarah berulang…?

Apakah bangsa ini adalah bangsa yang tidak mau belajar dari sejarah?

Bagaimana dengan sweeping yang dilakukan sekelompok ormas dengan mengatasnamakan agama? Pemukulan, pembunuhan, aksi teror hingga bom bunuh diri dengan nama Jihad.

Wahai pembela Tuhan, apakah salah Tuhanmu sehingga Ia perlu dibela? Sebegitu tak berdayakah Dia sehingga perlu dibela manusia berdosa dan fana?

Apakah peristiwa G30S PKI berulang? Sekelompok orang dengan pentungan dan kesadisan tinggi dijadikan kambing hitam oleh penguasa dan aparat? Atau apa yang sebenarnya terjadi?

Akankah darah pemuda bangsa harus dikorbankan untuk kepentingan tahta dan kekuasaan?

Akankah anak-anak akan dihadapkan lagi pada kebingungan dan keraguan pada sejarah?

Suatu pertanyaan dan bahan perenungan yang sulit, bukan?

Advertisements

One thought on “Peristiwa berdarah itu

  1. You post interesting content here. Your website deserves much bigger audience.
    It can go viral if you give it initial boost, i
    know very useful tool that can help you, just search in google: svetsern traffic tips

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s