Dari Balik Jeruji Besi


Waktu balita aku suka mendorong temanku
Saat mereka tak mau memberikan mainannya
Tapi orangtuaku hanya tersenyum melihatku
Mengatakan betapa lucunya aku
Ku kira mereka senang…

Waktu anak-anak aku suka memukul temanku
Saat mereka tak mau memberikan uang jajannya
Orangtuaku dipanggil ke sekolah
Tapi mereka membelaku
Mengatakan bahwa semua salah mereka
Dan sejak itu aku diberi uang lebih banyak

Yaaah, ku kira memang bukan salahku

Waktu remaja aku mulai mencoba rokok
Lama kelamaan minuman keras
Orangtuaku tahu saat aku suka mabuk
Tapi mereka hanya diam
Ku pikir mereka tidak keberatan

Ayahku selalu bilang
Bahwa dia terlalu sibuk
Karena itu aku harus bisa mengurus diriku sendiri
Harus bisa membela diriku dari apapun
Kalau aku memukuli orang…
Itu karena aku sedang mengurus diriku sendiri

Ibuku selalu bilang
Bahwa aku adalah anak kesayangannya
Dia tidak pernah marah padaku
Dia selalu menimpakan semua kesalahanku pada dirinya
Katanya itu karena dia terlalu sibuk bekerja

Teman-temanku selalu bilang
Hidup ini harus diisi dengan kesenangan
Dan kesenangan itu dapat diusahakan
Kesenangan itu membuat kita melupakan masalah
Dan mereka memberiku kesenangan dalam pil putih itu

Yaa…aku memang merasakan kesenangan
Membuatku lupa akan segalanya
walau menguras uangku…
bahkan uang orangtuaku

Tapi orangtuaku tak pernah marah
Mereka memberi apa yang aku minta
Terkadang memang aku mengancam mereka
Tapi mereka selalu memberi dengan diam
Aku pikir mereka tidak keberatan

Suatu saat aku sedang berpesta
Aku tak tahu apa yang terjadi
Polisi-polisi itu datang
Dan saat sadar aku ada di balik jeruji besi

Dari tuntutan yang dibacakan
Katanya aku mengacau di pesta
Menusuk beberapa orang
Sampai sekarat…

Seandainya saja waktu bisa berulang
Adakah yang bisa ku perbaiki?
tapi….di mana aku harus memulai
Memperbaiki semuanya?

Note:

Liat iklan di mana balita mengamuk dan mendorong temannya, merebut mainannya…Dan di belakangya suara presenter “lihatlah tingkah lucu buah hati Anda”…

Parents, kejahatan harus dicegah sejak dini… Setiap bayi dikandung dan lahir sebagai orang berdosa…punya kecenderungan untuk berbuat jahat…tugas kita adalah mengarahkannya sejak dini agar mereka mengetahui mana yang baik dan buruk….

Lebih baik mereka menangis saat balita…ketika Anda mendisiplin mereka….Daripada mereka menangis saat dewasa, sebagai korban kurangnya disiplin dari orangtua…

Hajarlah anakmu selagi masih ada harapan, tapi jangan engkau mengharapkan kematiannya

Amsal 19:18

GBU parents…

Akan ku katakan padamu, apa itu nasib


Akan ku katakan padamu apa itu nasib
Wahai orang-orang berkelas dengan mobil mewah

Akan ku katakan padamu apa itu nasib
Wahai orang-orang pandai dengan gelar selangit

Kau yang mengeluhkan nasibmu
Akan ku katakan apa itu nasib

Lahir di emperan…
Dengan ibu seorang anak berusia 12 tahun
Seorang yang bahkan tidak mengerti
Apa artinya gizi dan vitamin

Hidup tanpa tujuan…
Digendong kemana-mana
Di panas terik dan hujan
Oleh ibu yang masih belia

Nasib….

Akan ku katakan apa artinya nasib
Bukan aku yang mau dilahirkan seperti ini
Aku bahkan tidak tahu,
Mengapa ibuku memutuskan melahirkan aku
Siapa pria yang seharusnya kupanggil ayah
Yang tega menjadikan gadis belia itu ibuku

Kalau aku masih bertahan hidup
Itu karena ibu beliaku memasukkan sesuatu ke mulutku
Terkadang mie kering yang sudah dikulumnya dulu
Terkadang wafer yang sudah dibasahi dulu

Nasib…

Akan ku katakan apa artinya nasib
Aku bahkan tak bisa menolak
Ketika Ibu beliaku mengajariku berjalan
Melepasku ke jalan raya
Untuk mengulurkan tangan meminta receh
Aku tak punya pilihan

Saat malam tiba
Ibu beliaku mengumpulkan kardus dan kresek
Menghamparkannya dan menyelimutiku
Agar aku dapat bangun dengan selamat esok pagi
Dan dapat dijadikan alat mencari uang lagi

Nasib…

Aku tahu artinya nasib
Sesuatu yang tak dapat kuubah
Sesuatu yang tak dapat ku lawan

Seandainya saja ada yang bisa kulakukan
Seandainya saja ada yang memberi aku harapan
Seandainya saja aku bisa memilih
Aku pasti akan menentukan nasibku sendiri
Ah…seandainya saja…

Note:

Saat ini begitu banyak anak-anak dalam bahaya. berkeliaran sepanjang jalan untuk mencari uang yang pada akhirnya mereka gunakan untuk jajan dan bersenang-senang. Tidak…mreka tidak membutuhkan uang…mereka butuh seseorang yang menarik mereka, membukakan mata mereka dan memberitahukan arti hidup pada mereka… Menyadarkan mereka bahwa nasib mereka di tangan Tuhan….dan tangan mereka sendiri…