Apa bedanya?


Musik yang keras….Lampu yang luar biasa
Di sini ada…
tapi, di tempat aku biasa datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Orang berjingkrak-jingkrak mengikuti alunan musik
Di sini ada…
tapi, di tempat aku biasa datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Soundman yang hebat dan soundsystem yang dahsyat
Di sini ada…
tapi, di tempat aku biasa datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Tepuk tangan dari orang yang berada di bawah
Di sini ada…
tapi, di tempat biasa aku datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Pemimpin yang berbicara di depan orang yang dipimpinnya
Di sini ada…
tapi, di tempat ku bekerja juga ada
Lalu, apa bedanya?

Orang yang menyambut di depan pintu
Di sini ada…
tapi, di tempat biasa aku datang juga ada
Lalu, apa bedanya?

Tempat pengasuhan anak
Di sini ada…
Tapi di mall tempat aku belanja juga ada
Lalu, apa bedanya?

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku berkata
“Ya di sini berbeda,
Aku akan datang lagi minggu depan”

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa
kebutuhanku yang tak terpuaskan di tempat biasa
dipuaskan di sini
Aku akan datang lagi minggu depan

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa dikasihi
Aku akan datang lagi minggu depan

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa aku tak sendiri
Aku akan datang lagi minggu depan

Beritahu aku satu hal,
Yang bisa membuatku merasa diterima
Aku akan datang lagi minggu depan

Maafkan semua tuntutanku,
tapi aku benar-benar memerlukannya saat ini
Aku butuh dikasihi, dipuaskan, ditemani, diterima

Kalau itu tak ada di sini,
Lalu apa bedanya??

For: All God’s Warrior…God Loves you…

Kesempatan


Sayang sekali banyak kesempatan yang terlewat sejak kita masih kecil. Dengan atau tanpa kita sadari kita telah melewatkan banyak kesempatan sejak kita kecil. Kita kehilangan kesempatan ketika guru kita bertanya siapa yang bisa menjawab…kita tahu jawabannya, tapi kita malu…sampai kemudian seorang teman yang menjawab dan guru memberi penghargaan kepadanya.

“Ah, seandainya saja…”

Banyak sekali kalimat itu kita ucapkan. “Ah seandainya saja dulu…”, “Coba kalau…”…begitu banyak kesempatan kita lewatkan begitu saja.

Hal yang unik dari kesempatan adalah, ia lewat dengan cepat…seperti kisah dalam mitologi Yunani, sang Kairos. Memiliki rambut di kepala bagian depan sehingga siapa saja yang mau menangkapnya harus bersiap-siap.

Ironisnya jika ketika kita sedang siap-siap menangkap kesempatan itu, tiba-tiba ada sesuatu yang melompat di depan kita…wah, kalau udah gitu, what will you do? Apakah sesuatu itu harus disingkirkan? Hmm…

Apa yang harus ku jawab?


Aku berdiri di hadapan takhta itu
Di hadapanku berdiri Sang Maha Tinggi
Siap dengan pertanyaan-Nya

“Aku mempercayakan anak-anak itu di tanganmu
Apa yang sudah kau lakukan untuk mereka”

Aku terdiam,
Terus terang, aku guru sekolah minggu yang hebat
Anak-anak menyukaiku…

“Aku mendekor ruangan dengan sangat bagus,
Begitu banyak uang keluar untuk itu…
Aku menyiapkan sound system dan pencahayaan yang baik,
Aku menyiapkan alat musik dan lagu-lagu yang indah…”

Aku tersenyum puas,
Seolah aku melakukan semuanya dengan sangat baik…

“Itu saja?” Tanya-Nya, seolah tak puas..

“Eh, aku…tentu saja tidak” Jawabku,
“Aku menyiapkan permainan yang seru setiap minggu,
Aku membawakan cerita-cerita yang menarik,…”

“Apakah kau mengenal mereka?” Tanya-Nya
Menyentakkanku dari rasa banggaku..

“Tentu saja…aku mengetahui nama mereka satu persatu” Jawabku, masih merasa bangga

“Apakah kau mengenal mereka? Masalah mereka?” Tanya-Nya lagi

Aku terdiam…Mengingat-ingat
Aku ingat Willy sangat murung, tapi aku tak pernah bertanya mengapa
Aku ingat Lili pernah ingin bercerita, tapi aku sangat sibuk dengan absen, dan pekerjaanku

“Tapi aku membuat mereka senang setiap minggu kan?” Jawabku membela diri

“Apakah kau membawa mereka kepada-Ku” dengan nada rendah Dia bertanya

“Aku mengadakan acara Natal yang hebat kok…ratusan juta dikeluarkan untuk itu
Kau tentu tau kan? Dekorasinya benar-benar bagus. Bukankah kami berdoa untuk itu?
Kami juga mendesain ruangan kami dengan sangat indah, Kau dapat melihatnya kan?”

“Mereka suka bertemu denganku” jawabku
“Apakah mereka suka bertemu dengan-Ku?” tanya-Nya

“Mereka suka kok datang ke sekolah minggu” jawabku
“Apakah mereka suka datang ke hadirat-Ku?” tanya-Nya lagi

“Mereka melakukan perintahku” jawabku
“Apakah mereka melakukan kehendak-Ku” tanya-Nya

“Aku mempercayakan mereka ke tanganmu..
Apakah mereka sudah mengenal-Ku?
Sampai saat ini, aku belum menemukan nama mereka di Buku Kehidupan”

Aku terdiam tak tahu harus jawab apa…
Mengapa segalanya jadi terasa sia-sia
Apakah aku memperjuangkan sesuatu yang salah?

Ah, seandainya waktu bisa diulang…

Again…to all Sunday School Teacher…and also for me…
Selamat melayani…!!! You are God’s Warriors

Ajari kami untuk bersinar


Kalau kami terang,
Tunjukkan pada kami bagaimana caranya bersinar…
Bagaimana caranya bertahan di kegelapan…

Kalau kami terang,
Tunjukkan pada kami…
Bagaimana caranya menerangi sekeliling kami…

Kalau kami terang…
Ajari kami untuk tetap menyala…
Di manapun kami berada…

Terlalu gelap di luar sana
Terlalu banyak yang berkata,
“terangmu tak berguna, padamkan saja”
“kami sudah biasa dalam kegelapan,”

Kami ragu,
Apakah kami harus tetap menyala? Tapi bagaimana?

Kami hanyalah terang-terang kecil…
Dengan tanggungjawab yang besar.
Siapa yang harus kami mintai tolong
Ajari kami…
Ajari kami…
Ajari kami…

Kalau kami terang,
Ajari kami untuk bersinar…
Tak peduli seberapa gelap sekeliling kami…
Tak peduli berapa banyak angin yang menerpa..
Tak peduli apa yang harus kami sinari…

Kepada siapa kami harus meminta…?
Ajari kami untuk tetap bersinar

To..all sunday school teacher….keep on spirit…!!! God loves you all