Pendidikan dan pembodohan


Setuju gak sama remedial berkali2?? Kalau Anda adalah murid, pasti Anda menjawab “SETUJUU”. Tapi bagaimana dengan guru?

Masalahnya, murid sekarang tidak melihat remedial sebagai suatu kesempatan untuk memperbaiki nilai. Tapi sebagai peluang untuk mendapat nilai jelek

Pemerintah pun seakan tidak mengerti akan dunia remaja. Mengusulkan remedial dengan alasan ‘yang penting semua siswa kompeten’

Mengerti gak mereka kalau itu justru menumbuhkan mentalitas “seadanya” dalam diri murid-murid… Kebanyakan murid akan melihat remedial sebagai kesempatan untuk dapat nilai buruk, daripada kesempatan untuk memperbaiki nilai.

Bagaimana dengan “nasib” guru. Dengan para siswa yang berpikir bahwa “gak belajar pun bisa remedial, dan kalau remedial masih jelek, masih ada remedial lagi”, guru-guru akan dicap sebagai tenaga kerja tidak kompeten yang tidak bisa mengajar karena semua nilai anak-anak jelek.

Padahal, para siswa pun (well, gak semua tapi sebagian besar) tidak terlalu mempedulikan nilai mereka…toh bisa remedial.

Remaja sekarang tidak diajar untuk mengerti arti dari KONSEKUENSI. Terlalu banyak penyelamat, terlalu banyak kesempatan…

Hmm, apa jadinya dunia pendidikan sekarang… Sepertinya, pemerintah harus bijaksana. Ketika menentukan suatu metode pendidikan, harus tau juga bagaimana itu semua dilihat dari sudut pandang REMAJA.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s