Facebook Fever


Sekarang gak punya teman bukan masalah ternyata…Kalaupun ada teman-teman, ternyata orang lebih memilih teman2 dari dunia maya.  Orang sibuk dengan dunianya dan perhatian terhadap lingkungan sekitar mulai berkurang.

Sepertinya, orang akan lebih memilih si “Budi” di dunia maya, daripada jika si Budi itu ada di hadapannya.

Sesuatu yang pada dua puluh tahun yang lalu dianggap TIDAK MUNGKIN “Bagaimana mungkin menyatukan semua orang di dunia”, sekarang menjadi sangat mungkin…cuma menekan satu tombol dan buzzz..dunia di hadapan Anda.

Dan anehnya, kalau dulu orang mengagung2kan yang namanya Privacy, saat ini orang mengobral privacynya…lagi kesel tulis di Facebook (yang mana semua orang bisa mengetahuinya), lagi mau mandi, tulis, mau makan, tulis…Wah…

Gak cuma semua orang bisa mengetahuinya, semua orang bisa mengomentarinya. Hmm…saya lagi berpikir, apakah ini tidak membuka suatu budaya dan kebiasaan baru..kebiasaan usil dan mau tahu urusan orang??

Tapi, kalau saja facebook dipakai dengan benar, untuk saling menguatkan, bertukar informasi yang lebih berguna…pasti bakalan lebih ok..

Tapi segala sesuatu pasti ada akhirnya, dan ketika itu berakhir…akan mulai suatu babak baru. Kita lihat, setelah orang saling membuka privacy, apa yang akan terjadi kemudian?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s