Sering denger istilah “buat kebaikan kamu”? Yah, istilah itu sering banget dipake orangtua yang mencoba memilihkan “jalan hidup” buat anak-anaknya. “Nak, kamu kalau sudah besar nanti jadi dokter yah, soalnya papa dulu pengen jadi dokter tapi nda kesampaian”. Lah, kalau anaknya ternyata lebih berbakat di musik gimana?
Pertanyaannya sekarang adalah, sampai umur berapa sih orangtua bisa menentukan pilihan untuk anak-anaknya? Bagaimana mereka bisa tahu apa yang sebenarnya diinginkan anak-anaknya kalau mereka tidak memberikan kesempatan pada anak-anaknya untuk berkarya dan bicara.
Saya kenal orangtua, bahkan banyak orangtua yang terobsesi agar anaknya jadi pintar (mungkin seperti dirinya). Guru les dipanggil, anak-anaknya diawasi setiap jam “heh, kamu lagi belajar gak?”. Pertanyaan saya, apakah itu ekspresi kasih buat anaknya, atau buat dirinya sendiri? Mana yang lebih diutamakan, anak pintar agar orangtua bangga, atau kebahagiaan anak-anaknya?
Saya jadi bertanya-tanya, apakah orang – orang besar didukung oleh orangtuanya saat mereka memutuskan untuk menjalani kehidupannya.
Jangan2 orangtua cuma tinggal ‘nebeng’ bangga, waktu ternyata anaknya berhasil..
Hmm, tulisan saya kali ini agak keras ya…tapi emang orangtua kadang-kadang perlu waktu untuk berpikir, dan bercermin…