Surat untuk Ibu Pertiwi


Ibu Pertiwi,
Memang benar, nenek moyang kami datang dari jauh, sebagian dari mereka menghindar dari keadaan buruk di tanah asal mereka dan datang padamu mencari perlindungan. Sebagian lagi datang dengan barang dagangan, berharap menjalin hubungan baik dengan anak-anakmu, Ibu.

Kami tak tahu alasan mereka datang, yang kami tahu, mereka melahirkan kami di tanahmu, Ibu. Dengan sadar mereka membiarkan kami diadopsi olehmu, mengatakan pada kami bahwa inilah tanah air kami dan kami harus mencintai tanah ini, berjuang untuk kemajuan bangsa ini.

Ibu Pertiwi, salahkah kami jika berusaha lebih keras, belajar lebih giat dan bekerja lebih gigih untuk mendapat simpatikmu. Kamu hanya tidak ingin dibeda-bedakan dan dianggap anak tiri olehmu, Ibu. Karena cerita dari masa kecil kami mengatakan bahwa ibu tiru itu kejam dan itu menakutkan bagi kami. Kami ingin kau menyayangi kami, walau kami dianggap anak adopsi.

Jika ada yang bertanya siapa ibu kami, yang kami kenal hanya dirimu, Ibu Pertiwi. Kami tak mengenal tanah yang lain, bangsa yang lain, negara yang lain selain Indonesia, kesayanganmu. Jika ada saudara kami yang mengunjungi tanah nenek moyang kami, percayalah, di sana kami hanya turis. Karena kami berkebangsaan Indonesia dan tanah yang kami tahu hanya Indonesia dan Ibu yang kami kenal hanya Ibu Pertiwi, dan bendera yang kami sayangi hanya merah putih, dan lagu kebangsaan yang kmi banggakan adalah Indonesia Raya.

Ibu, dalam pertandingan olahraga manapun, air mata kami akan mengalir, ketika lagu Indonesia Raya dikumandangkan di kancah Internasional, tak pernah sebersitpun terpikir untuk membela negara nenek moyang kami. Kami hanya mengasihimu, Ibu…dan berdoa pada Tuhan untuk kejayaanmu.

Di luar negeri dan di manapun kami berada, saat ada orang yang menanakan asal kami, dengan bangga kami akan menjawab, “Indonesia, negeri yang indah dengan penduduk yang ramah. Negeri yang kaya dengan budaya yang melimpah. Negeri yang elok dengan pemandangan yang indah.” Dan kemudian kami akan mengajaknya untuk melihat-lihat negeri kami. Apakah kami salah, Ibu?

Permintaan kami hanya satu, sayangilah kami… Kami yang kau adopsi, yang lahir dan besar di negeri ini, yang belajar dan bertumbuh di negeri ini, yang begitu mencintai bahasamu. Tolong jangan bedakan kami dengan anak-anak kandungmu karena percayalah, kami memiliki cinta yang sama…Cinta untuk Ibu Pertiwi, Indonesia.

Yang menyayangimu,
Anakmu

Advertisements