Lingkaran Setan


Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar istilah lingkaran setan, atau dalam bahasa Inggris disebut vicious cycle. Lingkaran setan didefinisikan sebagai keadaan atau masalah yang tidak memiliki ujung pangkal, sulit dicari penyelesaiannya. Sedangkan vicious cycle didefinisikan sebagai masalah yang membawa masalah lain.

Di negara Indonesia ini, kita melihat ada banyak sekali lingkaran setan. Contohnya saja di Kota saya, Bandung. Masalah lalu lintas di kota Bandung disebabkan oleh satu hal (selain banyaknya mobil Jakarta yang datang ke Bandung tiap akhir pekan), yaitu angkot (angkutan kota) yang seenaknya berhenti tidak pada tempatnya.

Seharusnya ada tempat pemberhentian khusus untuk angkot. Tapi kemudian jika hal itu diterapkan, masalahnya adalah, maukah para penumpang angkot berjalan kaki ke tempat pemberhentian angkot atau berhenti di tempat pemberhentian angkot dan berjalan kaki sedikit ke tempat tujuan? Saya rasa tidak! Masyarakat kita ini masih egois dan harus diatur oleh sistem.

Lagipula, demi mengejar setoran, walaupun dibuat pemberhentian angkot, jika ada calon penumpang yang memberhentikan angkot sembarangan, angkot pun akan langsung menukik ke kiri tanpa peduli ada mobil di belakang yang terganggu.

Masalahnya adalah angkot-angkot tersebut mengejar setoran. Adik saya kemarin mengatakan… mungkin jika supir-supir angkot tersebut diberi gaji dan bukannya setoran maka dia akan berhenti di tempatnya. Namun, jika supir itu masih menerima uang dan tidak ada sistem yang mengatur pemasukan dari penumpang, maka akhirnya akan muncul masalah baru: korupsi uang setoran!

Saya pikir, mungkin denda dapat menyelesaikan masalah. Setiap angkot yang berhenti sembarangan akan dikenakan denda yang cukup besar. Namun kelemahan dari ide ini adalah, siapa yang akan menunggui jalan dan mendenda supir-supir itu. Lagipula, di Indonesia ini, semua bisa diselesaikan dengan uang… kepentingan individu masih lebih tinggi daripada kepentingan umum. Denda 1 juta? Bayar saja polisi 500 ribu dan minta dia tutup mulut!

Mungkin ada yang memberi ide CCTV atau sistem chip? Sekali lagi, apakah bisa dijamin kedua alat tersebut tidak akan dirusak demi kepentingan individu?

Suatu lingkaran setan adalah keadaan yang menyebalkan. Pernahkah Anda mengalaminya? Ketika apa yang kita lakukan ternyata menimbulkan masalah, kemudian ketika kita ingin memperbaikinya, timbul masalah baru dan ketika masalah itu berusaha diselesaikan, timbul lagi masalah baru yang mungkin menyebabkan masalah di titik pertama tadi.

Saya beri contoh sebuah lingkaran setan kehidupan:

Dimulai dari perasaan tidak berharga yang menyebabkan seseorang tidak mau melakukan apa-apa, kemudian menghabiskan waktunya dengan internet dan TV hingga merasa sendiri dan terpisah dari dunia luar, kemudian melampiaskannya dengan makan dan minum berlebihan yang mengakibatkan kebencian pada diri sendiri yang berujung pada depresi dan kembali ke perasaan tidak berharga. LINGKARAN SETAN!

Dalam Alkitab, kita menemukan sebuah lingkaran setan. Saat manusia jatuh dalam dosa, kecenderungannya bukanlah menghadap Tuhan untuk mengaku dan minta pengampunan, melainkan merasa malu, dan terlalu kotor hingga bersembunyi dari Tuhan, seperti yang dilakukan Adam dan Hawa.

Sebenarnya, sejak Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, keturunannya memiliki kecenderungan seperti mereka, kecenderungan melakukan dosa, kemudian lari dan bersembunyi dari Tuhan. Hal ini akan membuat manusia semakin lama semakin jauh dari Sang Pencipta.

Saya menemukan ada dua lingkaran setan dalam dunia kekristenan, pertama adalah lingkaran setan dosa. Dosa menyebabkan manusia merasa malu dan terlalu kotor – perasaan malu dan terlalu kotor membuat manusia lari dari Pencipta – lari dari Pencipta artinya menghindari hubungan dengan Pencipta – menghindari hubungan dengan Pencipta artinya menjadi semakin jauh dengan Pencipta – menjadi semakin jauh dari Pencipta artinya kehilangan kekuatan dari Pencipta – kehilangan kekuatan dari Pencipta artinya semakin memiliki kecenderungan berbuat dosa.

Kita hidup di jaman ketika manusia mulai menjunjung tinggi humanisme dan apatis terhadap hubungan dengan Pencipta. Ke gereja seminggu sekali hanya menjadi semacam syarat bahwa mereka sudah melakukan kewajibannya sebagai orang Kristen. Di luar itu, manusia merasa tidak membutuhkan Tuhan. Hal ini kemudian menimbulkan semacam lingkaran setan kedua yang tak berhenti : Tidak ada kebutuhan akan Tuhan – Tidak ada kebutuhan berarti tidak ada kerinduan – Tidak ada kerinduan berarti tidak ada doa –  tidak ada doa berarti tidak ada hubungan dengan Tuhan – tidak ada hubungan dengan Tuhan berarti tidak ada kebutuhan akan Tuhan.

Lingkaran setan ini bergulir terus membawa manusia semakin jauh dari Tuhan.

Lewat tulisan ini saya hanya ingin mengatakan bahwa sebenarnya Tuhan Yesus sudah memutuskan lingkaran setan pertama. Dosa kita sudah ditanggung-Nya, tidak ada alasan untuk merasa takut karena Dia berkenan menemui kita. Ketika menusia lari dari Pencipta dan tak tahu ‘jalan pulang’, Dia menghampiri manusia ke dunia dan membayar lunas setiap hutang dosa manusia.

Masalahnya sekarang adalah lingkaran setan yang kedua, ketika manusia merasa tidak butuh Tuhan. Hal ini mungkin terjadi karena mereka tidak dapat menemukan Tuhan dalam setiap hari yang mereka jalani. Mereka merasa masalah mereka terlalu besar untuk dibagi dengan Tuhan, atau tidak sabar untuk menyerahkan setiap masalah kepada Tuhan.

Tuhan tidak pernah memaksa kita. Ketika kita memutuskan tidak membutuhkannya, maka Dia menghormati pilihan kita. Dia sudah pernah menghampiri kita sekali dan jika kita tetap membuang muka dari-Nya, maka Dia tidak memaksa. Mungkin Dia akan mengingatkan kita sekali atau dua kali, tapi kemudian jika kita memutuskan tetap berbalik dari Dia, suatu saat kepekaan kita akan hilang, ketika kepekaan kita akan Tuhan hilang, suatu saat kita akan merasa depresi, ketika kita merasa depresi…wah, lingkaran setan yang ketiga!

Melalui tulisan ini saya ingin mengingatkan pada diri saya sendiri dan pada pembaca sekalian. Sampai kapanpun lingkaran setan itu akan mengejar kita jika kita tidak memutuskan untuk menghentikannya. Rasa putus asa dan depresi karena jauh dari Tuhan tidak perlu terjadi ketika kita menyadari bahwa Kristus telah memutuskan lingkaran setan yang pertama dan menyadari bahwa kita yang bertanggungjawab memutus lingkaran setan yang kedua.

Dalam memutus lingkaran setan kedua, mungkin kita akan mengalami kesulitan untuk menciptakan kebutuhan akan Tuhan ketika sehari-hari kita terbiasa untuk tidak melibatkan Tuhan. Anda dapat memutuskan lingkaran setan kedua dengan mengambil satu langkah penting:

Carilah TUHAN selama Ia berkenan ditemui; berserulah kepada-Nya selama Ia dekat! (Yesaya 55:6)

Langkah penting itu adalah membiasakan diri untuk BERDOA! Saya menambahkan ‘membiasakan diri’ sebelum kata “berdoa” karena saya sadar bahwa berdoa sekali saja mungkin tidak akan membawa dampak apapun. Jika Anda membiasakan diri untuk berdoa, Anda akan melatih diri Anda untuk peka pada keinginan Tuhan. Ketika Anda membiasakan diri untuk berdoa, Anda akan merasa rindu untuk mempelajari keinginan Tuhan melalui Firman-Nya. Ketika Anda membiasakan diri untuk berdoa, maka kebutuhan akan Tuhan mulai timbul dalam hati Anda.

Ada banyak lingkaran setan di sekitar kita yang tidak bisa kita selesaikan. Namun hari ini kita bisa mengambil keputusan untuk memutuskan lingkaran setan terbesar dalam hidup kita. Setelah Kristus memutuskan lingkaran setan pertama, tugas kita memutuskan lingkaran setan kedua… Kecuali kalau Anda berharap Kristus turun lagi dan mati sekali lagi untuk Anda!

 

 

Advertisements