Anak Raja


Sekelompok orang mengaku anak Raja
Diam di sebuah gedung megah
Bergaul dengan sesama anak Raja

Anak Raja mengaku memiliki terang
Bersama-sama tinggal dalam satu rumah
Terang, bersama-sama dengan terang

Anak Raja mengaku memiliki dampak
ingin seperti garam yang memberikan rasa
berkumpul bersama-sama dalam gedung mewah
Saling memberi dampak satu sama lain

Di luar gedung mewah itu
sekumpulan orang mencari jawaban
mencari terang
mencari garam

Anak Raja melihat dari balik jendela
“Kasihan mereka,” katanya
“jangan bergaul dengan mereka,
mereka kotor…beda status dengan kita”

Anak Raja melihat dari balik jendela
“Pasti mereka hanya butuh uang,
berikan saja dan suruh mereka cepat-cepat pergi
Jangan berkumpul di dekat istana kita”

Anak Raja melihat dari balik jendela
“Terang harus berkumpul dengan terang,
Biar saja mereka dalam gelap,
yang penting kita tidak terpengaruh”

Masalahnya adalah,…
Anak Raja tak dapat membedakan
Kapan terang harus memenuhi buli-buli
Dan kapan terang harus menerangi gelap

Masalahnya adalah…
Anak Raja tak tahu,
bahwa ada yang lebih penting dari sekedar uang
Bahwa menjadi berkat tidak sama dengan memberi uang

Andai kata mereka tahu,
Terang tidak ada gunanya kalau dinyalakan dan ditaruh di bawah gantang
Bahwa garam tidak berguna jika tidak mengasinkan

Sekelompok Anak Raja berkumpul dalam gedung mewah
Berpesta dan bernyanyi..
Menanti kedatangan Raja…

Ah, andai mereka tahu

Ketika seseorang di persimpangan


Aku berdiri di persimpangan yang bernama,… “keputusan”
Di kiriku terbentang jalan lebar, mudah dan mulus bernama “reputasi”
Di kananku terbentang jalan sempit, terlihat sulit bernama “integritas”

Mana yang harus kupilih saat kedua jalan ini tiba-tiba berpisah
Andai saja kedua jalan ini menyatu seperti sebelumnya…
Saat integritas menentukan reputasi,
Atau reputasi berarti didapat karena integritas

Tiba-tiba saja kedua jalan itu berpisah
Dan kini aku dihadapkan dengan pilihan yang sulit

Jalan reputasi begitu terlihat begitu ramai,
kelihatannya hampir semua orang yang dihadapkan dengan persimpangan itu memilihnya

Jalan integritas begitu sepi
Sedikit sekali, hampir tidak ada orang yang memilihnya

Ah, mungkin akhir jalan ini akan sama
Siapa yang tahu kalau aku mengorbankan integritas dan memilih reputasi
Tidak ada orang yang melihat kalau aku berbohong sedikit atau menipu sedikit
Tidak ada yang tahu kalau sebenarnya aku berpura-pura
Yang penting jalan ini mudah,
dan nama baikku selamat, setidaknya saat ini

Tidak akan ada yang tahu…
Atau…benarkah tidak ada yang tahu??
Bagaimana dengan diriku sendiri? Aku tahu
Bagaimana dengan Dia, yang melihat segala ciptaan? Dia tahu

Di sisi kanan jalan reputasi terbentang sebuah poster besar dan menarik
“No Body Knows”

Di sisi kanan jalan integrity terbentang sebuah poster
“God knows”

Di sisi kiri jalan reputasi terbentang sebuah poster besar bertuliskan
“You are the one who choose”

Di sisi kiri jalan integrity terbentang tulisan “CHARACTER”

Di depan jalan reputasi terbentang tulisan “praise from men”

Di depan jalan integrity terbentang tulisan “praise from heaven”

Ah, aku bertanya pada diriku sendiri
Tak ada yang melihat, apakah aku akan tetap berkata benar
Tak ada yang melihat, apakah aku akan tetap berbuat benar
Tak ada yang melihat, apakah aku tetap dapat memilih integritas??

to be continued

Note:
Suatu saat dalam kehidupan,
Kita akan menemukan, saat-saat dimana reputasi kita harus dipertaruhkan demi integritas
Tetap ingat..
Benar tetap BENAR walaupun tidak ada yang melihat
Benar tetap BENAR walaupun tidak ada orang yang melakukannya