Ketika perasaan itu menyergapmu


Ketika kau masih sangat muda, 
katakanlah masih kanak-kanak, 
hidup terasa amat panjang…
tak pernah sekalipun berpikir 
…tentang kematian,
…kapan maut akan menjemput

Ketika kau masih sangat muda, 
katakanlah masih anak-anak,
Kau bahkan tak mengerti makna kematian…
Mengapa orang dewasa menangis,
Saat yang terkasih harus pergi
Bukankah mereka memang sudah tua,
dari kau lahir sudau seperti itu

Saat kau masih sangat muda,
katakanlah masih remaja,
Hidup adalah kesenangan,
untuk apa menghitung hari-hari
untuk apa memikirkan kematian
Toh hidup harus dinikmati
Walau terkadang tugas sekolah membebani

Saat kau dewasa,
dan tiba-tiba menghadapi kenyataan,
Bahwa mereka yang kau kasihi…
Satu persatu meninggalkanmu
Maka perasaan itu akan menyergapmu

Ketika mereka yang kau kenal sejak kecil
Mereka yang dulu muda, 
Mereka yang dulu begitu bersemangat,
Mereka yang dulu kuat dan sehat,
Tiba-tiba berasa di penghujung hidupnya,
Maka perasaan itu akan menyergapmu

Ketika kau melangkah di lantai dingin
Menuju sebuah peti berbentuk kotak
Dan mereka yang kau kenal sejak kecil,
Berbaring tak berdaya di sana
Memakai pakaian indah khas kematian
Dengan kaus kaki putih dan sarung tangan,
Maka perasaan itu akan menyergapmu

Gurumu yang dahulu mengajarmu,
Tantemu yang dahulu tersenyum melihatmu,
Pamanmu yang dahulu bermain bersamamu,
Bapak pendeta yang dahulu berdoa untukmu
Ketika kau melihat mereka di peti,
Maka perasaan itu akan menyergapmu

Dan seluruh ayat-ayat itu berlompatan keluar,
Ajari kami menghitung hari-hari kami,
Hidup manusia seperti asap,
Untuk segala sesuatu ada waktunya,
Hidup seperti gelanggang pertandingan,

Kemudian, kau akan mulai menyadari
Bahwa tidak ada yang kekal,
Bahkan hidupmu sendiri…
…suatu saat akan berakhir
Entah dengan cara apa

Kau akan menyadari,
Bahwa sesungguhnya kehidupan ini tidaklah panjang
Waktu yang kau miliki sedang berlari
Dan kau sedang tergopoh-gopoh mengejarnya
Memintanya berhenti sesaat saja

Kau akan menyadari,
Bahwa makna kehidupan,
Bukanlah kesenangan yang kau dapat saat hidup
Tapi kenangan yang kau tinggalkan
Dan jejak-jejak yang kau buat

Kau akan menyadari,
Bahwa kau tak bisa menawar kehidupan
Sekali Pencipta memanggilmu,
kau tak bisa menolak
dan tubuhmu akan terbaring di peti itu
Sementara jiwamu… 
ke mana jiwamu akan pergi?

Kau akan menyadari,

Bahwa jika kematian adalah kepastian,
Maka kehidupan patut dimaknai
Karena hidup adalah Kristus,
dan mati adalah keuntungan

teruntuk: para kekasih yang mengakhiri pertandingan dengan baik…sampai bertemu lagi di Rumah Kristus…

Advertisements