Waktu kecil kau melihat,
Orang tuamu adalah sosok sempurna
Mempercayai setiap perkataannya,
Menantikan setiap janjinya,
Menanyakan segala hal yang tak kau pahami,
Membelanya di depan teman-temanmu,
Menutup mata akan kekurangannya
Kemudian kau menjadi remaja,
Orang tua adalah musuhmu,
Kau mendengar dan membantahnya,
Kau katakan “tidak setuju” pada kata-katanya,
Kau berhenti menanyakan pendapat mereka,
Kau mencari-cari kekurangan mereka,
Saat kau dewasa, pandanganmu berubah
Orang tuamu tak sempurna,
Sebenarnya sejak dulu juga tidak,
Tak ada manusia yang sempurna,
Tapi kau mencoba memahaminya,
Mereka sudah tua,
Kamu mulai menoleransinya,
Tak ada manusia yang sempurna
Papa yang dahulu adalah pahlawanmu,
Mungkin mulai kau lihat sebagai orang tua egois yang hanya mementingkan pandangannya sendiri saja,
Tapi kau memakluminya,
Bisa membedakan antara sayang dan toleransi,
Karena tak ada manusia yang sempurna
Mama yang dahulu terlihat kuat,
Mungkin sekarang terlihat lemah
Dengan perasaan serapuh porselen
Tapi kau memakluminya,
Karena tak ada manusia yang sempurna,
Lagi pula saat kau di usiaku,
Kau akan mulai berpikir mengenai usia tua,
Mungkin suatu saat kita menjadi seperti itu di mata anak-anak kita,
Karena tak ada manusia yang sempurna
Tapi kasih menutupi segala sesuatu