Kompromi


​Untuk kalangan sendiri…

Saya tidak dapat berkata bahwa ini hasil pemikiran saya. Dalam perjalanan saat kami ke Bangkok, saat kepala saya sedang beristirahat dari memikirkan yang berat-berat, sesuatu dalam hati saya dengan jelas meminta saya menuliskan hal ini. Saya seperti mendapat pelajaran satu sesi dari dalam hati saya.

Saya merasa Tuhan ingin saya menuliskan tentang ini dan saya tidak bisa menolaknya. Tulisan ini hanya untuk kalangan sendiri, artinya hanya untuk mereka yang percaya bahwa Yesus sudah mati dan menyelamatkan hidup mereka.

Baik, saya akan mulai…

Di Sekolah Minggu kita sering mendengar cerita mengenai tiga anak muda pemberani yang tidak kompromi bernama Sadrakh, Mesakh dan Abednego…

Tiga pemuda Ibrani yang menolak tunduk menyembah pada patung Raja saat diperintahkan…

Tiga pemuda Ibrani yang berani mengambil resiko dimasukkan ke dapur api dari pada membuat hati Tuhan sedih…

Tiga pemuda Ibrani yang tidak beralasan “Tuhan melihat hati. Badanku membungkuk pada patung raja tapi hatiku untuk Yahweh yang Maha Besar” agar tidak dihukum mati..

Tiga pemuda Ibrani yang terlalu percaya bahwa Tuhan tidak akan melupakan mereka dan terlalu percaya bahwa Tuhan memiliki kekuasaan tak terbatas…

Tiga pemuda Ibrani yang tidak kompromi…

Tiga pemuda Ibrani yang mendapat kehormatan berpesta bersama Tuhan di dapur api yang panasnya luar biasa…

Saya pernah mengetahui dengan pasti mengenai seorang pendeta besar dari sebuah gereja BESAR (ada yang protes karena saya selalu menggunakan istilah Gereja Bintang Lima) yang menggunakan istilah “penginjilan kontekstual” yang kurang lebih berarti “gunakan kebiasaan agama lain untuk perlahan-lahan menceritakan tentang Kasih Tuhan”.

Sebuah gaya penginjilan yang lebih mirip kompromi dari pada menginjil: gunakan tattoo agar dapat bergabung dengan orang bertattoo, atau masuk dan sembahyang di tempat ibadah agama lain dengan cara seperti mereka tak apa asalkan hati tetap pada Yesus.

Saya agak kuatir dengan gaya kontekstual seperti ini. Pertama, seperti yang saya pernah tulis: jika Anda domba, janganlah gunakan bulu serigala untuk menyamar. Anda tidak akan pernah tahu apakah bulu itu suatu saat dapat dilepas atau malah menempel di badan Anda. Tuhan tidak mengajar mengenai “domba yang menyamar” tapi “domba yang diutus ke tengah-tengah serigala”

Tuhan Yesus memberi contoh yang luar biasa mengenai hal ini. Dia tidak menyamar menjadi orang Farisi untuk dapat masuk ke lingkungan agamawi Yahudi. Atau menyamar sebagai pria hidung belang ketika bergaul dengan pelacur. Dia tetap memegang kebenaran Firman Tuhan dan dikenal sebagai Orang Benar.

Kedua, jika Tuhan menerima gaya kontekstual seperti ini, dia tidak akan menghargai Sadrakh, Mesakh dan Abednego sebesar itu hingga turun langsung menemani mereka di dapur api.

Ketiga, walau Tuhan melihat hati, tapi iman tanpa perbuatan adalah mati! Anda boleh berkata beriman pada Tuhan, tapi perbuatan Anda harus menunjukkanya. Anda berkata bahwa Anda menyembah Tuhan yang sama dengan Dia yang menyertai bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, Anda harus menyembah Dia dengan cara bagaimana Dia ingin disembah dan memanggil-Nya dengan cara bagaimana Dia ingin dipanggil.

Dalam kitab Wahyu sudah disebutkan apa saja yang akan terjadi di akhir jaman, termasuk para penyesat, penggunaan chip dan lain-lain. Dengan otak modern kita, suatu kompromi akan dibenarkan: “Tuhan kan penuh kasih, tak mungkin dia membiarkan anaknya menderita seperti ini hanya karena menolak tanda 666 di tangan atau dahi mereka”

Saudara, dulu kita berpikir bahwa ancaman terbesar dari gereja adalah terorisme atau nabi-nabi palsu, atau ajaran-ajaran sesat seperti gereja setan. Namun sekarang kita tahu bahwa ancaman terbesar dari gereja adalah HUMANISME.

Saat PGI mengeluarkan Surat Pernyataan Sikap mengenai LGBT, kita tahu bahwa humanisme telah menguasai gereja dengan luar biasa. Rasa nyaman telah menggantikan Standar Firman Tuhan. Anggapan yang salah dan tak seimbang mengenai Kasih Tuhan telah menutup sifat Keagungan Tuhan. Kemanusiaan menjadi kompromi kita terhadap standar Firman Tuhan.

Kita mendengar transgender bersaksi bahwa hidupnya terasa lebih baik dan hatinya lega setelah berganti kelamin, kemudian tanpa sadar kita mulai meragukan Tuhan dan berpikir “Tuhan menginginkan anak-anakNya merasa nyaman. Jika dia memang nyaman seperti itu, mengapa tidak?”. Kemanusiaan dan humanisme menjadi kompromi kita terhadap standar Firman Tuhan.

Pendeta yang humanis berkata bahwa penyembahan pada Tuhan harus mengikuti jaman. Di jaman modern (bahkan paska modern), di mana “orang-orang” mulai tidak suka berada di gereja dalam waktu lama, maka gereja harus menyesuaikan diri dengan memangkas waktu ibadah, menggunakan rundown sebagai pengganti liturgis, mengingatkan pendeta yang bicara terlalu lama, memotong waktu penyembahan… semua agar jemaat merasa nyaman, persetan dengan apa yang Tuhan inginkan!

Pendeta yang humanis berkata bahwa di jaman paska modern, indera manusia menjadi sesuatu yang mendominasi keputusan-keputusanya, bukan lagi aturan atau tradisi turun temurun. Maka dibuatlah gedung gereja dan dekorasi yang memuaskan mata jemaat, sound system hebat yang memuaskan telinga jemaat, sistem pendingin ruangan, karpet, bangku empuk yang memuaskan jemaat. Tak peduli di mana Tuhan akan bertahta, pilihlah Worship Leader cantik atau tampan dengan gerakan gemulai dan keahlian menghibur yang luar biasa… semua agar jemaat tertarik untuk datang. Persetan apakah Tuhan dipuaskan atau tidak.

Pendeta yang humanis mulai kompromi terhadap kebenaran Firman Tuhan karena mengikuti perkembangan jaman dan apa yang kebanyakan orang pikirkan.

Saudaraku, kompromi terhadap Firman Tuhan merupakan bahaya bagi kehidupan kekristenan kita, terutama kompromi yang dibungkus dengan anggapan yang salah tentang Kasih Tuhan.

Kompromi terhadap Firman Tuhan merupakan ancaman bagi kehidupan kekristenan kita, terutama kompromi yang dibalut dengan kemanusiaan dan humanisme.

Semoga Tuhan Yesus memberi kita hikmat yang melampaui segala akal untuk melihat tanda-tanda jaman, tetap berpegang pada Firman Tuhan dan tidak kompromi terhadap Standar Tertinggi yang sudah ditetapkan bagi kita.

Advertisements