Mengenal Kristus


Tanggal 8 Juli lalu saya membuat gambar kartun amatiran seperti ini:

image

Janganlah mengomentari arsiran yang berantakan, komposisi yang semrawut dan sudut pandang gambar yang tidak pas… Saya ingin kita sedikit mendiskusikan makna di balik gambar ini.

Saya mendapat beberapa teman (dan musuh) baru setelah beberapa tahun lalu memposting tulisan Gereja Bintang Lima (saya tidak akan menaruh linknya di sini, silahkan googling jika Anda penasaran)…karena tak sedikit yang menanggapi tulisan itu dengan pemikiran saya menyindir si anu atau si anu.

Saya harap gambar kali ini tidak dipermasalahkan seperti saat itu… Tidak ada maksud menyindir si anu atau si anu walau mungkin mereka menjadi sumber inspirasi saya (#ups).

Hal yang menarik adalah beberapa pendapat yang berbeda-beda dari beberapa orang yang diperlihatkan gambar itu.

Ada yang berpendapat bahwa maksud dari gambar itu adalah gereja kini tak lagi mengenal Yesus. Ada yang berpendapat bahwa Yesus tak lagi ditempatkan sebagai Yang Terhormat di gereja.

Pendapat seorang sahabat yang unik adalah “Yesus pun harus mengikuti aturan gereja”. Saya sangat menghargai pendapat itu karena unik dan tak terpikirkan oleh saya sebelumnya.

Seorang sahabat berpendapat “modernisasi menutup mata mereka yang ada di gereja sehingga Yesus bukan lagi yang terpenting… Buktinya mereka lupa mengajarkan satpam tentang Yesus”.

Pendapat yang sederhana adalah “gereja yang pakai alat-alat seperti itu pastilah gereja yang kurang beriman.” Saya tidak tahu apakah pendapat yang ini memiliki arti bahwa yang bersangkutan mengesampingkan Yesus yang tubuhnya sedang discan oleh petugas keamanan…

Baik, saya akan membahas gambar itu dari kacamata si pembuat yang amatiran ini…

Gambar itu menunjukkan seorang pria sedang diperiksa oleh petugas keamanan. Pria itu tampak berbeda, kontras dengan lingkungan sekelilingnya yang modern. Ya, saya bisa saja menggambar Yesus dengan kemeja dan jeans. Tapi saya rasa kostum Yesus di sini ingin saya tonjolkan untuk mengedepankan originalitas Yesus. Lagipula, kebanyakan mereka yang mengaku melihat Yesus melalui penampakan, melihat Dia berpakaian seperti itu.

Ya, gambar itu mengambil setting lobi sebuah gereja, dengan tulisan yang tampak ironis “Anda bukan orang asing”. Anda tahu kan kenapa saya katakan ironis?

Mungkin sebagian dari Anda ada yang bertanya “memang ada gereja seperti itu… Yang menaruhkan peralatan pengaman semacam itu?”. Oh ya, Saudara… Memang ada. Sepertinya tuntutan jaman menyebabkan gereja besar merasa memerlukan alat pengaman canggih, dengan body scanner dan bag scanner…

Tapi bukan alat-alat modern itu yang saya ingin tonjolkan… Namun sebuah kecenderungan yang kita harapkan jangan sampai itu terjadi…

Ketika di pintu masuk gereja, sambutan ramah persaudaraan digantikan dengan kecurigaan…

Ketika prosedur yang begitu rumit lupa memasukkan nama Kristus di dalamnya… Lupa mempertimbangkan pendapatnya… Lupa mengingat kasih-Nya… Bahkan melupakan-Nya

Ketika modernisasi membuat warga gereja melupakan bahkan menyingkirkan Kristus yang dianggap “old fashion”…

Ketika modernisasi membuat para pendeta berpikir merekalah bos dengan kekuasaan tanpa batas di gereja (Apakah Saudara memperhatikan ada tulisan parkir khusus pendeta di gambar itu)

Ketika iman kepada akal budi, logika dan peralatan canggih mengalahkan iman pada Sang Empunya Kehidupan sendiri…

Ya, sekarang memang akhir jaman bukan? Tapi saya berharap… Kita semua tetap mengenal Dia…

Yohanes 10:27 Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku,

Advertisements