Pedang Roh


Sampailah kita pada pembahasan terakhir, PEDANG ROH. Berbeda dengan perlengkapan senjata lain, Paulus menjelaskan apa yang dia maksud dengan pedang Roh, yaitu FIRMAN TUHAN.

Jika ikat pinggang merupakan lambang kesiap sediaan, baju zirah, perisai dan ketopong merupakan perlindungan, perisai dapat digunakan untuk pertahanan diri, pedang digunakan untuk menyerang lawan.

Manusia mendapatkan serangan pada perasaan dan pikirannya. Karena manusia adalah mahluk yang berakal budi, maka serangan tersebut seringkali berupa kata-kata yang digunakan untuk melemahkan kita, seperti “aku tidak berguna”, “untuk apa aku percaya Tuhan”, atau “Tuhan tidak mengasihi aku”. Kata-kata yang dapat melemahkan iman kita membuat roh kita semakin padam.

Serangan yang membahayakan roh ini tidak bisa dibiarkan, harus dilawan agar kita tidak “kelelahan secara roh” karena terus menerus bertahan. Bagaimana cara melawannya? Tuhan tahu bahwa kita tidak dapat melawan tipu muslihat Iblis hanya dengan kata-kata yang berasal dari pemikiran kita yang begitu dangkal, karena itu ketika Ia menjadi manusia, secara khusus ia memberikan contoh bagaimana  “berperang” melawan Iblis.

Ketika Iblis melakukan serangan demi serangan, Yesus melawannya bukan dengan emosi, bukan dengan berteriak-teriak, bukan dengan menangis dan menjerit pada Bapa. Dia melawannya dengan FIRMAN TUHAN. Bukankah apa yang Iblis lakukan pada Yesus dilakukannya juga pada kita?

  1. Ia menyerang kita dengan pemikiran bahwa berkat jasmani adalah segalanya. Bahwa jika Tuhan tidak memberikan berkat jasmani, maka artinya Ia tidak memberkati kita. Lucunya saat ini bahkan kotbah-kotbah Minggu di gereja seolah-olah mendukung pernyataan Iblis ini, “datang pada Tuhan AGAR diberkati secara finansial” menjadi tajuk utama kotbah Minggu. Apa yang Yesus lakukan dengan serangan ini? “Ada tertulis manusia hidup bukan dari roti saja, melainkan dari setiap Firman yang keluar dari Tuhan”
  2. Ia menyerang kita dengan pemikiran bahwa kekuasaan adalah segalanya. Bahwa yang terpenting adalah memiliki kedudukan dan dihormati oleh semua orang. Apakah saat ini Anda berpikiran seperti itu juga? Hati-hati, mungkin Iblis yang membisikannya kepada Anda. Apakah di gereja Anda sedang bersaing memperebutkan kursi majelis agar dihormati jemaat? Hati-hati, mungkin si jahat yang meniupkan ide itu di kepala Anda. Apa yang Yesus lakukan dengan serangan ini? “Ada tertulis, hanya Tuhan yang pantas disembah”
  3. Ia menyerang kita dengan pemikiran untuk mempertanyakan kekuasaan Tuhan, mengancam Tuhan agar melakukan apa yang kita inginkan. Seringkali kita sering berpikiran begitu bukan, mengancam Tuhan melakukan apa yang kita inginkan atau mempertanyakan kekuasaan-Nya, “kalau benar Engkau Tuhan, maka….”. Apa yang Yesus lakukan dengan serangan ini? “Ada tertulis, jangan mencobai Tuhan.”

Lalu pertanyaannya, persiapan seperti apa yang kita butuhkan sebelum mengangkat pedang roh dan menggunakannya?

  1. Kenali Firman Tuhan. Firman Tuhan berisi apa yang Tuhan inginkan, buku panduan untuk siapa saja yang percaya pada Tuhan. Ketika kita melawan Iblis, kita butuh mengetahui bagaimana cara melawannya dengan kata-kata yang Tuhan inginkan. Caranya? Dengan mengenali Firman Tuhan dan mengimaninya.
  2. Jaga hubungan dengan Roh Kudus. Ketika Anda menjadikan Firman Tuhan sebagai pedang, Anda membutuhkan kuasa Roh Kudus untuk membuatnya berfungsi dengan  baik. Ini bukan sesuatu yang instan, Anda butuh hubungan setiap hari. Mengapa Kristus tidak berteriak kepada Bapa ketika mendapat serangan Iblis? Karena Dia sudah melakukannya setiap hari. Sekarang adalah waktunya menyerang, berdoa dan berhubungan dengan ROH KUDUS adalah persiapan yang dilakukan tiap hari!

Kita sudah menyelesaikan pelajaran tentang The Armor of God, bagaimana kita harus mengenakan ikat pinggang kebenaran yang berarti menunjukkan kesiap sediaan kita melakukan apa yang benar dengan motivasi yang benar, bagaimana kita harus mengenakan baju zirah keadilan yang berarti menjaga hati kita dengan ketulusan dan kemurnian hati, bagaimana kita harus mengenakan kasut kerelaan memberitakan Injil,  bagaimana kita harus mengangkat perisai iman untuk menghindari serangan spiritual dari si Iblis, bagaimana kita harus mengenakan ketopong keselamatan yang berarti melindungi pikiran dan logika kita dengan harapan keselamatan dari Tuhan dan bagaimana kita harus mengenal Firman Tuhan dan berhubungan dengan Roh Kudus untuk dapat menyerang Iblis dengan Pedang Roh.

Sekarang, kita sudah dapat melihat diri kita, sudahkah kita menjadi prajurit yang mengenakan perlengkapan yang lengkap?

Advertisements