Kasut Kerelaan Memberitakan Injil


Hari ini kita akan membahas mengenai kasut kesiapan memberitakan Injil. Dalam perjanjian lama, sandal adalah bagian dari pelindung tubuh yang harus dilepaskan saat hendak menghadap Tuhan. Sandal atau pelindung kaki merupakan sesuatu yang dicap kotor dan tidak layak memasuki tempat yang bersih.

Jika Anda tahu sopan santun, Anda akan melepaskan sandal / sepatu saat bertamu ke rumah orang lain, kecuali si empunya rumah mengijinkan Anda mengenakan sepatu / sandal Anda.

Walau begitu, pelindung kaki ini tetap merupakan sesuatu yang harus dipakai untuk melindungi seseorang. Di jalan yang berbatu, Anda akan aman mengenakan sepatu. Demikian juga jika Anda berjalan di lumpur atau semak-semak. Sepatu / kasut / sandal membuat kita merasa nyaman berjalan di tempat yang tidak nyaman.

Saya katakan nyaman karena efek dari mengenakan pelindung kaki sebenarnya adalah untuk kenyamanan daripada keamanan. Saya beri contoh. Anda bisa berjalan di hutan dan tidak terluka walaupun tanpa alas kaki, akibatnya mungkin Anda harus berjalan dengan lebih lambat karena berhati-hati. Dengan alas kaki yang baik, Anda akan berjalan dengan riang tanpa takut sesuatu akan menusuk atau mengotori telapak kaki Anda.

Ada banyak jenis alas kaki untuk berbagai aktivitas. Kasut seorang wanita tua tentu berbeda dengan kasut prajurit. Sepatu olahragawan tentu berbeda dengan sepatu berhak tinggi yang dikenakan model. Seorang prajurit harus benar-benar memilih sepatu yang nyaman dan awet untuk dapat dikenakan dengan nyaman selama peperangan. Bayangkan apa jadinya jika kasut yang dikenakan prajurit tidak nyaman dan membuat kaki lecet? Ya, hal kecil yang sungguh tidak menyenangkan.

Itulah mengapa kasut menjadi salah satu perlengkapan yang disebutkan dalam The Armor of God. Anda tidak bisa pakai sembarang kasut, prajurit!! Anda harus mengenakan kasut khusus untuk berperang yang nyaman, aman digunakan dan membuat Anda bisa melangkah dengan ringan tanpa takut terjatuh, dalam hal ini KASUT KESEDIAAN UNTUK MEMBERITAKAN KABAR BAIK.

Ketika Tuhan Yesus hendak naik ke Surga (yang kita rayakan hari ini), tugas yang ia berikan kepada murid-murid-Nya adalah untuk pergi sampai ke ujung dunia, memberitakan kabar baik mengenai Kerajaan Surga. Dengan kata lain, tugas yang diemban setiap orang percaya yang mau dianggap sebagai murid Kristus adalah untuk memberitakan kabar baik mengenai Kerajaan Surga. Ya!! Termasuk Anda dan saya.

Namun dalam prakteknya, memberitakan kabar baik mengenai Kerajaan Surga adalah sesuatu yang tidak mudah untuk dilakukan. Selalu ada saja perasaan tidak nyaman atau takut yang membuat kita tidak berani melangkah. Jangankan memberitakan kabar baik mengenai Kerajaan Surga, tidak bersikap kompromi dengan dunia saja merupakan hal yang sulit dilakukan.

Mengenakan kasut membuat kita berani melangkah. Namun seperti yang telah saya katakan tadi, untuk berperang kita tidak boleh mengenakan sembarang alas kaki. Lalu, kasut apa yang harus kita kenakan? Benar sekali! Kasut kesediaan memberitakan Kabar Baik.

Lalu, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan Kasut kesediaan memberitakan kabar baik?

Dalam gambar yang terdapat di awal artikel tertulis “…feet fitted with readiness that comes from the gospel of peace”. (Kaki dilengkapi dengan kesiap sediaan yang berasal dari Injil damai sejahtera). Kesiap sediaan itu berasal dari Injil Damai Sejahtera. Artinya kesediaan untuk memberitakan Injil kita peroleh ketika kita sudah merasakan sendiri Kabar Baik itu.

Anda mungkin sedikit bingung dengan penjelasan saya. Baik, akan saya rangkumkan dengan singkat. Anda harus benar-benar mengenal Kristus dan Kabar Baik yang Dia bawa sebelum Anda pergi memberitakan Injil. Anda harus benar-benar merasakan dulu Kabar Baik dari Kristus sebelum Anda menceritakannya pada orang lain. Seorang saksi yang baik adalah dia yang benar-benar melihat dan merasakan apa yang ia saksikan.

Pertanyaannya, bagaimana kita bisa mengenal Kristus dan Kabar Baik yang dia bawa? Bagaimana kita bisa merasakan Kabar Baik itu? Bagaimana kita menjadi saksi yang baik? Sederhana, belajar mengenal Kristus lebih dekat melalui Firman-Nya dan belajarlah mensyukuri setiap anugerah yang kita terima. Belajarlah melihat kebaikan Tuhan dalam setiap kejadian hidup kita, dan saksikan itu pertama-tama pada keluarga, saudara, teman dekat, teman kantor barulah ke ujung bumi.

Selamat merayakan Kenaikan Kristus dan lihatlah kaki Anda, apakah sudah terpasang Kasut Kesediaan Memberitakan Injil di sana?

Advertisements