Baju Zirah Keadilan


Bantu aku menjaga hatiku Tuhan,
Dengan segala kewaspadaan
Untuk tetap bersikap saleh
Untuk tidak goyah dan timpang
Untuk tidak serong dari jalanmu

Bantu aku menjaga hatiku Tuhan
Dengan kebenaran firman-Mu
Mengenakan baju zirah kesalehan
Melindungiku dari panah si Iblis
… dari perasaan ingin menang sendiri
… dari perasaan iri hati
… dari perasaan takut
… dari perasaan depresi

Bantu aku menjaga hatiku Tuhan
Agar aku dapat tetap berdiri teguh
Menjelang hari-hari akhir

Kemarin kita sudah membahas mengenai Ikat Pinggang Kebenaran. Sesuai janji saya, hari ini kita akan membahas BAJU ZIRAH KEADILAN.

Baju zirah diterjemahkan dalam bahasa Inggris sebagai Breastplate atau logam pelindung dada. Baju Zirah melindungi jantung pahlawan dari kemungkinan terkena panah atau tombak. Jaman sekarang mungkin Baju Zirah dimodifikasi menjadi rompi anti peluru bagi polisi.

Intinya adalah, baju zirah melindungi jantung seseorang dari bahaya senjata. Dengan baju zirah (atau jaman sekarang rompi anti peluru), seorang pejuang memasuki medan perang dengan lebih berani karena dia terlindungi.

Tanpa baju zirah, seorang prajurit akan merasa ketakutan (mungkin juga sombong berlebihan karena merasa hebat), terkena panah dan mati!

Saya tidak mengerti mengapa heart (jantung) diterjemahkan menjadi hati (lever) dalam bahasa Indonesia. Entah karena pengucapat hati lebih mendekati heart, entah karena hati terdengar lebih imut dibanding jantung. Kesalahan penerjemahan ini membuat beberapa konteks tulisan menjadi lebih sulit dijelaskan.

Dalam dunia ini, Iblis tidak menyerang kita dengan gigi taringnya yang panjang atau menakut-nakuti kita di malam hari dengan kedatangan manusia serigala atau kuntilanak. TIDAK!! Kalaupun Anda mungkin pernah didatangi mahluk-mahluk halus itu dan ketakutan, percayalah, itu bukan senjata rahasia Iblis.

Senjata rahasia Iblis adalah perasaan yang ditembakkan tepat ke jantung kita (baik, silahkan terjemahkan “hati” jika Anda keberatan). Perasaan itu kurang lebih seperti takut, putus asa, ingin menang sendiri, malas, egois, iri hati, dengki, dan perasaan-perasaan lain yang dapat menjauhkan kita dari Kasih Karunia Bapa di Surga.

Perasaan-perasaan ini buruk karena tidak hanya akan menjauhkan kita dari Bapa, namun dapat membuat kita menjadi seorang pecundang dalam kehidupan, seseorang yang kalah bahkan sebelum pergi berperang. Untuk melindungi kita dari perasaan-perasaan yang dapat membuat kita kalah, kita membutuhkan BAJU ZIRAH KEADILAN.

Bahasa Inggris menggunakan istilah Breastplate of Righteousness. Righteousness dapat diterjemahkan sebagai keadilan, namun sebenarnya saya lebih suka “kesalehan” atau “kebajikan”. Saleh dapat juga diterjemahkan sebagai Kemurnian Hati. Seorang yang saleh berusaha menjaga hatinya agar selalu murni, benar dan tulus. Seorang yang saleh menjunjung tinggi kebenaran. Seorang yang saleh memiliki kedekatan khusus dengan Pencipta, karena seorang yang saleh ingin mengetahui apa kehendak Penciptanya.

Ketika kita mengenakan Baju Zirah Kesalehan, kita sedang melindungi hati kita dari perasaan yang salah, atau perasaan yang tidak seharusnya kita miliki. Baju zirah kesalehan melindungi hati kita dari pikiran kotor yang masuk, keinginan melakukan apa yang jahat dan keinginan untuk melakukan apa yang tidak Tuhan sukai. Ketika kita mengenakan Baju Zirah Kesalehan artinya kita menjaga hati kita dengan segala kewaspadaan agar hati kita senantiasa murni, karena dari situlah terpancar kehidupan (Amsal 4:23)

Kalau Ikat Pinggang Kebenaran merupakan komitmen kita untuk melakukan apa yang benar karena memiliki motivasi yang benar, Baju Zirah Kesalehan menjaga hati kita untuk dapat tetap menjunjung kebenaran.

Anda lihat, dua senjata pertama yang harus kita miliki berkaitan dengan kebenaran dan kesalehan / kemurnian hati. Tuhan begitu menjunjung tinggi kebenaran karena diri-Nya sendiri adalah KEBENARAN YANG SEJATI.

Jadi, apakah Anda sudah mengenakan ikat pinggang kebenaran dan baju zirah kesalehan hari ini? Apakah motivasi Anda bekerja sudah benar? Apakah Anda sudah berkomitmen untuk melakukan apa yang benar? Apakah Anda sudah bertekad menjaga hati dengan segala kewaspadaan?

Percayalah, pertanyaan yang sama juga saya tanyakan pada diri saya sendiri saat ini.

Besok kita akan melangkah bersama kasut kerelaan memberitakan Injil. Sampai besok!!

Advertisements