Ikat Pinggang Kebenaran


Hari ini kita akan membahas Perlengkapan senjata yang pertama, yaitu ikat pinggang kebenaran

Masalah pinggang berikat merupakan masalah klasik. Sejak jaman dahulu, Tuhan selalu menekankan mengenai ikat pinggang atau pinggang yang berikat. Ketika orang Israel merayakan Paskah, Tuhan memerintahkan agar mereka memakan daging Anak Domba Paskah dengan pinggang berikat. Pakaian kudus Harun yang dibuat terdiri dari tutup dada, baju efod, gamis, kemeja yang ada raginya dan IKAT PINGGANG.

Ikat pinggang untuk para imam terbuat dari lenan halus dari kain berwarna-warna. Ikat pinggang ini tidak boleh dilupakan dan wajib dikenakan oleh imam seperti juga ikat pinggang wajib dikenakan oleh prajurit. Jaman dahulu, ikat pinggang melambangkan kesiapan seseorang untuk bekerja, kurang lebih sama seperti dasi yang digunakan oleh pekerja jaman sekarang yang menunjukkan bahwa mereka siap bekerja.

Berikut beberapa fungsi ikat pinggang yang digunakan jaman dahulu:

  1. Mengangkat jubah yang menggantung supaya si pemakai lebih leluasa ketika berjalan dan bekerja.
  2. Menyimpan peralatan untuk bekerja
  3. Menyimpan pedang (untuk prajurit)
  4. Mengencangkan celana penutup aurat agar tidak melorot

Kalau boleh saya simpulkan, ikat pinggang melambangkan kesiapan seseorang akan “panggilan tugas”. Itulah mengapa ikat pinggang kebenaran menempati posisi nomor satu dalam Perlengkapan Senjata Prajurit Surgawi. Ketika kita hendak pergi ke medan perang atau melaksanakan suatu tugas, hal pertama yang harus kita miliki adalah kesiapsediaan.

Lalu kenapa ikat pinggang “kebenaran”?

Banyak alasan orang untuk siap sedia melakukan sesuatu. Seorang jihad yang pergi berperang membela nama Allah memiliki kesiapsediaan yang luar biasa untuk mati. Seorang prajurit pembela bangsa memiliki kesiapsediaan untuk bertarung dengan slogan “merdeka atau mati”. Ada banyak pasukan berani mati yang sudah dicuci otaknya pada jaman perang dunia.

Pertanyaannya, apakah alasan itu benar?

Seorang pahlawan Kristus memiliki dua aspek kebenaran dalam kesiapsediaannya, yaitu siap sedia dengan alasan yang benar dan siap sedia melakukan apa yang benar.

Alasan yang benar

Apa alasan kita ke gereja tiap Minggu? Apa alasan kita mengambil pelayanan di gereja? Apa alasan kita bekerja setiap hari? Apa alasan kita pergi ke sekolah?

Dunia ini adalah ladang pertempuran kita. Kebohongan, perzinahan, dusta, iri hati, kesombongan, dengki merupakan musuh-musuh kita. Ketika kita memasuki ladang pertempuran dan siap bertempur, apakah kita memiliki alasan yang benar?

Pertanyaannya, apakah alasan yang benar itu? Sebagai Anak-anak Tuhan, alasan yang paling benar bagi kita untuk melakukan segala sesuatu adalah untuk mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan kita. Kita bekerja untuk mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. Kita melayani di gereja untuk mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. Kita sekolah untuk mendatangkan kemuliaan bagi Tuhan. Semuanya untuk kemuliaan Tuhan, bukan kemuliaan kita.

Melakukan apa yang benar

Setelah memiliki alasan yang benar berikutnya yang harus kita ingat adalah melakukan apa yang benar. Apakah kita bekerja dengan maksimal? Apakah kita menjalin hubungan yang baik dengan teman-teman kita berdasarkan kasih?  Apakah kita membayar pajak dengan benar? Apakah kita melayani dengan benar dan sungguh hati?

Melakukan apa yang benar berarti menjunjung tinggi dasar-dasar Firman Tuhan dan berusaha melakukan yang terbaik untuk keberhasilan tugas kita.

Jadi, apakah ketika Anda berangkat melaksanakan tugas Anda, apakah Anda sudah menggunakan IKAT PINGGANG KEBENARAN? Nah, besok kita akan melihat senjata berikutnya… Sampai besok…!!!

Advertisements