Tempat hiburan malam vs Gereja Bintang Lima


Ada perbedaan dan persamaan antara tempat hiburan malam dengan gereja bintang lima di era modern

Persamaan:
1.Tempatnya remang-remang dengan lampu penerangan seadanya tapi lighting keren

2.Musiknya keras, memekakan telinga

3.Sebagian datang krn kebiasaan sebagian karena kebutuhan

4.Karena lampu dinyalakan seadanya, antara satu pengunjung dan pengunjung lain tdk saling mengenal, apalagi menyapa

5.Mereka yang di atas panggung adalah yang (ingin) menjadi pusat perhatian

Tenang dulu… Ada kok perbedaannya

Perbedaan:
1. (Seharusnya) di gereja yang datang akan dipuaskan secara rohani, di pub hanya secara jiwani

2. (Seharusnya) di gereja, Tuhan yang menjadi fokus utama, walau fokus lampu ke arah panggung

3. (Seharusnya) di gereja musik yang dimainkan adalah untuk memuliakan Tuhan, bukan kepuasan jemaat. Di pub untuk kepuasan yang hadir

4. (Seharusnya) di gereja ada kehangatan yang dibangun karena kasih Kristus… Kalau di pub krn berdesakan dan asap rokok

5. (Seharusnya) Tuhan yang mengontrol acara di gereja…, di pub EO dan DJ

Jangan kuatir, jika perbedaannya masih ada, persamaan (sepertinya) tidak masalah kok 🙂

Advertisements

7 thoughts on “Tempat hiburan malam vs Gereja Bintang Lima

  1. Hey there…
    I wonder why my comment is not published.. Are you afraid you can’t answer my question ?
    Or are you just like me, just someone who write recklessly without any responsibility..

    Here is the deal.. If you would reveal which church is GBL, i will reveal who am i… If not you’re just like me..

    Wake up.. Be responsible..

    1. Hello someone overthere… I think I can guess who you are
      Answering your previous comment about the controversies of my notes… Well, I do not see my notes are controversial, maybe ironic, but not controvertial…ada jurang yang begitu dalam antara teori dan praktek, antara idealis dan kenyataan…itulah kenapa saya menulis…(Tp kalau dipikir2, yang laris itu kan berita yang kontroversial ya)…

      Pertanyaan berikutnya : apa yang saya coba raih… Jawabannya, sama seperti penulis lainnya… Yang ingin saya raih adalah agar buah pikiran saya dibaca orang…karena ini dunia tulis menulis, sukur2 kalau mereka setuju… Kalau tidak, ya tidak apa2…cuma butuh kebesaran hati aja… Inilah dunia menulis…

      Berikutnya mengenai kenapa saya tidak menjawab… Krn Anda tidak mencantumkan nama atau email Anda… Kalaupun saya jawab, maka Anda tidak bisa mendapat notifikasi… Sukurlah ternyata Anda membaca twit2 saya..

      Berikutnya mengenai permintaan menyebutkan gereja mana itu Gereja Bintang Lima… Maaf, menurut saya ini sangat kekanak-kanakan…ini bukan masalah tanggungjawab… Tapi etika dalam menulis… Mungkin Anda belum paham mengenai hal ini…

      Baik, mudah-mudahan tulisan saya cukup menjawab,… Anda dulu pernah bilang, saya selalu punya jawaban untuk setiap pernyataan dan pertanyaan…. Hahaha, itu karena Anda berhadapan dengan penulis…

      Terimakasih someone…. GBU

    2. tulisan bahasa indonesia dijawab pake bahasa linggis,,hihih lucu dah..klo aku masuk ke dashboardnya dan track IPmu pasti ketahuan dah..btw knp harus anonymous? gak kasih imelnya,.. just respect what she wrote with show who u are :D..btw emang nulis apa seh?

      1. Thanks Lan… Appreciate it…. You always change ur name, but never change your email…. That’s why I always know that it is you… Itulah etika menulis….let others knows that you wrote it….thanks ya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s