Gereja Bintang Lima… sebuah ulasan


Masih ingat dengan note saya Gereja Bintang Lima? entah mengapa note itu cukup kontroversial. Banyak yang mendebatkannya.. Banyak yang menduga-duga, kira-kira siapa yang saya maksud dalam note tersebut. Sebagian hamba Tuhan mungkin merasa tersinggung (walau saya tidak mengerti alasannya). Sebagian menuduh saya merusak nama baik gereja tertentu, sebagian setuju, sebagian men-share-nya di facebook (dan mengelak bahwa mereka yang membuat ketika ada kritik), sebagian men-share-nya di blognya.

Sebagian sahabat mengingatkan saya bahwa saya cukup keras dengan note tersebut. Ada yang mengatakan bahwa saya seperti orang yang berani mengucapkan “Voldemort” sementara yang lain tidak berani.

Apapun reaksi Anda,Ijinkan saya menyampaikan beberapa hal :

Apa Anda masih ingat perumpamaan Tuhan Yesus mengenai Lazarus dan Orang Kaya?

Dari situlah sebenarnya ide ini berasal. Seorang miskin bernama Lazarus yang meminta sedikit saja kebijaksanaan dari orang kaya. Namun apa yang terjadi, orang kaya itu tidak bergeming, tidak berbelas kasihan sampai akhirnya Lazarus mati dan dibawa ke Surga, ke pangkuan Abraham.

Saya yakin yang Yesus maksud bukanlah miskin dan kaya secara finansial, tapi miskin dan kaya secara rohani. Itu sebabnya Tuhan Yesus berfirman “Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Tuhan, karena mereka yang empunya Kerajaan Surga“. Ketika seseorang miskin di hadapan Tuhan… datang pada Tuhan dengan haus dan lapar…ingin dipuaskan…merasa tidak punya apa-apa, maka Tuhan memberikan segalanya, dan mereka empunya kerajaan Surga, seperti Lazarus.

Bukankah kita dapat bertanya, “lalu adakah orang yang kaya di hadapan Tuhan?” jawabannya tidak ada…yang ada adalah orang yang merasa kaya di hadapan Tuhan. Siapa mereka yang merasa kaya (secara rohani) di hadapan Tuhan? Anda bisa menjawabnya sendiri…Gereja Bintang Lima menjelaskannya…seorang Hamba Tuhan…merasa kaya di hadapan Tuhan…dan seorang jemaat biasa, yang miskin di hadapan Tuhan…

Dalam Note tersebut diulas bahwa karena merasa “kaya secara rohani”, hamba Tuhan tersebut merasa berhak untuk menaruhkan seleranya dalam setiap ibadah, bahkan dalam Pembangunan Rumah Tuhan dan merasa benar sendiri… sementara jemaat biasa itu… menerima apa yang diberikan padanya dengan rasa lapar dan haus… benar-benar mencari Tuhan.

Hal berikutnya yang ingin saya sampaikan di sini adalah…

Apakah Anda masih ingat ketika Yesus mengamuk di Bait Suci… Yesus marah sekali karena Dia melihat orang berjual beli di Rumah Tuhan. Banyak orang saat itu menukar uang…mungkin uang besar dengan pecahan-pecahan uang untuk diberikan kepada rumah Tuhan. Tapi intinya bukan apa yang dijual-belikan… Intinya adalah, Tuhan Yesus TIDAK SUKA jika rumahNya digunakan untuk berjualan.

Berjual beli bicara soal uang. Sejak jaman dahulu orang menjual dan membeli untuk uang. Tuhan Yesus tidak suka jika di gereja orang masih memikirkan uang…TIDAK!!! Rumah Tuhan adalah tempat berdoa (Markus 11:17) bukan tempat orang tawar menawar soal uang. Tuhan Yesus tidak suka jika rumah-Nya digunakan untuk bisnis…dan bukannya untuk menyembah dan berdoa… Tuhan Yesus tidak suka jika di pelataran orang berjual beli…dan bukannya mempersiapkan jemaat untuk berdoa…

Saya lantas teringat… Apa yang ada di lobi gereja Anda? Apa yang menjadi fokus para pelayan ketika mempersiapkan ibadah? Apa yang paling banyak menyita perhatian Hamba Tuhan?

Apakah Hamba Tuhan lebih banyak memikirkan Tuhan Yesus yang hadir…ataukah masalah teknis seperti tata panggung dan “penampilan” para pelayan?

Bagaimana dengan Gereja Bintang Lima? Berapa banyak waktu habis terbuang untuk memikirkan uang yang dibutuhkan untuk membangun dan melengkapi gedung gereja? Ketika gedung itu ada, berapa banyak perhatian tersita untuk lighting dan performance daripada untuk doa? Pasti sebagian Anda berkata “itu tergantung hati setiap orang”. Ok, saya akan tanya… Apakah Yesus bicara soal hati saat Dia marah??? Apakah dapat dipastikan ketika Yesus marah dia tidak memperhatikan orang-orang yang hadir dengan membawa hati yang tulus?

Tidak…! Yesus tidak bicara mengenai jemaat yang hadir…SAMA SEKALI TIDAK! Yesus bicara tentang para imam…Yesus bicara tentang kegiatan berjual-beli yang diijinkan para imam…bukan mengenai hati jemaat yang hadir. Siapa yang marah karena apa yang Yesus lakukan? Imam adalah orang yang diberi kepercayaan khusus oleh Tuhan untuk menjaga bait-Nya, menggembalakan umat-Nya…

Kita lihat apa yang terjadi selanjutnya ketika Yesus marah:”Imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat mendengar tentang peristiwa itu, dan mereka berusaha untuk membinasakan Dia”. Pertanyaannya, kenapa para imam itu marah? Apakah karena merasa apa yang Yesus katakan benar? atau…?

Tulisan ini tidak bermaksud menyinggung siapapun… Tapi, bukankah hal ini sesuatu yang menarik untuk direnungkan? Jika ada “para imam”yang marah dengan tulisan ini…pertanyaan saya, kenapa para imam itu marah?

Advertisements

3 thoughts on “Gereja Bintang Lima… sebuah ulasan

  1. Terimakasih komennya sodara salty, maksudnya sdr.Bayu…. komentar Anda mengenai “berani mengucapkan ‘voldemort'” benar-benar menginspirasi… 🙂

    Berharap bahwa setiap orang (Baik itu para imam, tukang jualan maupun jemaat) bersedia introspeksi…karena tidak ada yang sempurna… Tapi mudah2an kalau kita adalah imam, kita tidak marah mendengar koreksi dalam bentuk apapun…

    Terimakasih sekali lagi karena mengunjungi web saya Sdr. Bayu S(alty)…. Tuhan Yesus memberkati

  2. Bagus sekali…
    Jangan takut untuk mengungkapkan apa yang memang harus di ungkapkan.memang inilah kenyataan kebanyakan gereja saat ini.

    Jujur saja saya juga muak dengan keadaan kebanyakan gereja seperti skrg ini.

    Harus ada perubahan!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s